Mohon tunggu...
Fakhri IkbarDhia
Fakhri IkbarDhia Mohon Tunggu... saya merupakan seniman kata

Bismillah, Optimis, Realistis mengawali semua kegiatan harus dengan mengucap bismillah, dan semua kegiatan harus dilandasi dengan sifat optimis, setelah mengawali kegiatan dan kegiatan harus dilandasi dengan sifat optimis, kemudian kita berharap hasil yang realistis

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Langkah Panjang Gerindra Menghadapi Pemilu 2024

12 Februari 2020   16:46 Diperbarui: 12 Februari 2020   16:40 9 0 0 Mohon Tunggu...

Dengan bergabungnya Gerindra ke koalisi Pemerintahan Jokowi periode ini, dengan  meninggalkan partner oposisinya PKS PAN dan Demokrat adalah langkah pasti untuk menyongsong Pemilu 2024.

Dengan sikap gerindra masuk ke wilayah koalisi pemerintahan menunjukan bahwa gerindra siap bersaing di konstelasi pemilu 2024, dengan mengaca pada pencapaian yang kita telah uji di pemilu tahun 2014 dengan koalisi ( Partai Golkar, PPP, PKS, PAN dan GERINDRA )  kita tidak mendapatkan hasil suara yang optimal. Kemudian tahun 2019 kita berkoalisi dengan ( PKS,PAN dan Demokrat ) dengan perolehan suara 17.594.839 atau 12,57 persen suara. Peringkat Gerindra naik satu tingkat dari hasil Pileg 2014 yang menempatkannya pada urutan ketiga. Pada 2014, Gerindra mendapatkan 14.760.371 atau 11,81 persen suara.

Fenomena iklim politik yang terjadi pada saat ini, bisa kita simpulkan bahwa partai gerindra dalam masa transisi dari 10 tahun menjadi opisisi kini gerindra menjadi partai koalisi pemerintah dengan strategi penguasaan dukungan dari dalam wilayah pemerintahan.

Dengan adanya konsep pemilihan proposional tertutup, Gerindra dalam hal ini dapat di untungkan karena gerindra pada saat ini masih menjadi partai yang diminati oleh semua lapisan kalangan masyarakat.

Kemudian Target suara partai gerindra pada tahun 2024 arahnya akan kemana dan mengambil suara partai apa ?

Kita bisa melihat bahwa iklim politik setelah pemilu 2019 ini sangat berubah drastis, gerindra sangat harmonis dengan partai pendukung pemerintah dengan tujuan pak prabowo tidak ingin masyarakat Indonesia sampai terpecah belah karena masih berbeda pilihan. Dan tidak sepaham dengan kawan koalisi 2019 seperti PKS. Partai berlambang padi dan kapas ini menunjukkan sikap politik dengan tidak bergabung dengan koalisi pemerintahan jokowi periode 2019 ini.

Kemudian PKS menerima kunjungan Partai Nasdem dengan tujuan mereka membuat suatu kolaborasi untuk pemilu 2024. Dan sikap politik PAN dengan tidak mendapat porsi jatah mentri membuat PAN akan membuat poros sendiri diluar pemerintah.

Gerindra untuk 2024

 Harus memperbaiki struktur Organisasi partai sampai tingkat ranting di seluruh Indonesia

 Sistem rekruitment kader harus di perbaiki di setiap jajaran daerah

 Program kerja harus masif terus berjalan agar dirasakan oleh masyarakat

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x