Mohon tunggu...
Jamalludin Rahmat
Jamalludin Rahmat Mohon Tunggu... HA HU HUM

JuNu_Just Nulis_

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Filosofi Receh Bersih Kamar Mandi

2 Oktober 2020   23:24 Diperbarui: 2 Oktober 2020   23:43 141 38 6 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Filosofi Receh Bersih Kamar Mandi
Illustrated by Pixabay.com

Jangan anggap remeh soal remeh yang tidak kita anggap. Itulah alasan kenapa soal-soal yang amat berbahaya berasal dari soal-soal yang tak pernah kita duga_Prie GS_

Menguras Bak Mandi

Bak mandi diperlukan untuk menampung air supaya bisa mandi, mencuci pakaian dan mencuci piring. Semakin besar ukuran bak mandi semakin bagus karena mampu menampung banyak air, bukankah begitu?

Sebagian orang, terutama ibu-ibu sering dan terbiasa menguras bak mandi dan membersihkan kamar mandi, bukankah begitu? Bagaimana dengan bapak-bapak, silahkan tanya ke para bapak, ya?

Saya tak menentukan waktu kapan harus menguras bak mandi dan membersihkan kamar mandi. Kapan mau langsung dilakukan. Tidak disiplin dan tidak konsisten ini merugikan bak mandi dan kamar mandi saya, kan?

Menguras bak mandi dan membersihkan kamar mandi maka kotoran yang melekat terkikis, berkurang baunya, lantai tidak licin yang kan sebabkan jatuh. Kebahagiaan yang bikin kinclong hati, terlalu kecil kan ukuran kebahagiaan saya?

Biasanya, selesai menguras bak mandi dan membersihkan kamar mandi hati kan gembira karena selesai satu pekerjaan dan beralih ke pekerjaan lain, iya, kan?

Ternyata menguras bak mandi dan membersihkan kamar mandi bikin badan lelah, ya? Kelelahan yang mesti dijalani untuk kebersihan, berlebihan, kan?

Salut untuk orang-orang yang disiplin dan konsisten menguras bak mandi dan membersihkan kamar mandi. Mungkin, dianggap pekerjaan kecil namun pekerjaan kecil yang dilakukan terus-menerus, disiplin dan konsisten hasilnya optimal, setuju, kah?

Tidak setuju! Karena ada orang yang tidak menguras bak mandi dan tidak membersihkan kamar mandi maka dianggap tidak disiplin, tidak konsisten dan tidak optimal, Kesimpulan yang keliru, kan? Sepakat!

Lalu apa? Mungkin, ketika melakukan suatu pekerjaan terbiasa berpikir dan melakukan pekerjaan yang besar nan mewah tapi cuma satu kali saja setelah itu berhenti karena tidak tahu apa tujuan dilakukan itu, bukankah begitu?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN