Mohon tunggu...
faizdira
faizdira Mohon Tunggu...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Wayang Kulit Menyatukan Semua Unsur Seni dan Budaya

2 November 2016   22:29 Diperbarui: 2 November 2016   22:54 228 1 0 Mohon Tunggu...

Saat acara puncak tujubelasan di Desa Randegan Wetan, Majalengka. meskipun mayoritas penduduk desa berbahasa Sunda dan Wayang menggunakan bahasa Jawa Krama yang sudah jarang dipergunakan dalam  bahasa Jawa sehari-hari, tetapi warga desa tetap antusias menonton pagelaran wayang meskipun terdapat perbedaan bahasa daerah. 

Sekarang sudah sangat jarang pagelaran Wayang Kulit yang bisa kita saksikan di Jawa Barat, tetapi tentu tidak menutup kemungkinan pagelaran Wayang Kulit tampil di Tanah Sunda, di daerah perbatasan seperti di Cirebon ataupun di Majalengka . Hal inilah yang membuat saya tertarik untuk mengulas Wayang Kulit dan sebagai Identitas budaya Indonesia, dan tidak terbatas oleh penggunaan bahasa menyatukan budaya dan terdapat banyak sekali unsur seni dan menjadi hiburan  yang sangat menarik untuk di tonton menjadi akulturasi budaya Sunda Jawa di daerah perbatasan.

Wayang Kulit sebagai pertujukan semua unsur seni

Wayang sendiri berasal dari kata Ma Hyang yang berarti menuju kepada yang esa. Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang juga berperan sebagai narator dialog dari tokoh-tokoh wayang itu sendiri. Biasanya kesenian ini dipentaskan dengan diiringi oleh music gamelan yang dimainkan oleh sekelompok nayaga dengan tembang yang dilantunkan oleh para pesinden.

Biasanya dalam setiap pementasan wayang kulit, dalang memainkannya dibalik layar yang terbuat kain putih yang disorot lampu listrik atau lampu minyak sehingga para penonton yang berada disisi balik layar dapat tetap melihat pertunjukan.

Keindahan wayang kulit ini karena mampu menyatukan berbagai unsur seni yang meliputi seni rupa, seni sastra, seni tari, seni suara, seni drama, dan seni music (Mulyono dalam Herusatoto, 1983:112)

Identitas Budaya Indonesia

Meskipun masih terdapat perdebatan yang panjang soal keraguan orisinilatias Wayang kulit namun lembaga dunia UNESCO sudah meresmikan wayang kulit sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada tanggal 7 November 2003 lalu. Hal itu sekaligus mengukuhkan bahwa wayang kulit adalah kebudayaan yang menjadi identitas bangsa Indonesia dimata dunia Internasional.

Pandagan saya terhadap Wayang Kulit juga sebagai ekspresi seni yang merepresetasikan masyarakat Jawa sebagai masyarakat yang harmonis dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, bisa dilihat dari alur-alur cerita penuh dengan pesan moral dan penggunaan bahasa yang mempunyai tingkatan.

Masyarakat Jawa menggunakan media wayang sebagai sarana untuk menunjukkan jati dirinya kepada masyarakat dunia. Dengan wayang masyarakat Jawa menginginkan sebuah pengakuan dari dunia diluar mereka agar mengakui “keberadaannya” sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai keharmonisan. Wayang berperan sebagai budaya untuk membentuk identitas kolektif (Polletta and James M. Jasper, 2001)

Meskipun pagelaran Wayang Kulit popular di Jawa Tengah dan Jawa Timur tetapi semua kalangan dapat menikmati tidak terbatas di daerah itu sendiri inilah mengapa bisa disebut sebagai Identitas Indonesia karena dapet merangkul seluruh elemen masyarakat.

Kita harus tetap menjaga Identitas Budaya Indonesia, upaya-upaya untuk melestarikannya adalah dengan mencitai budaya itu sendiri. Wayang kulit adalah kekayaan budaya Indonesia yang terus kita jaga.

Daftar Referensi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x