Mohon tunggu...
Faizal Mahfudz
Faizal Mahfudz Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Seorang manusia biasa, bukan Imam Madzhab

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Prilly Latuconsina dan Dosen Praktisi

30 September 2022   10:00 Diperbarui: 30 September 2022   10:09 145 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Lyfe. Sumber ilustrasi: FREEPIK/8photo

Melansir pemberitaan yang dimuat dalam kompas.com tentang Prilly Latuconsina jadi Dosen praktisi di Universitas Gadjah Mada (UGM) mendorong penulis penasaran tentang kenapa dengan Prilly? Dan bukannya Dosen harusnya minimal berjenjang Magister atau strata 2?.

Menilik lagi tentang Prilly, keterlibatan seorang artis dalam ranah pendidikan tentu membawa kabar bahagia. Lantaran di usia Prilly yang terbilang masih muda, baru berusia 25 tahun sudah menjadi dosen praktisi di salah satu kampus ternama di Indonesia.

Tetapi, jika menelisik ulang rekam jejak Prilly. Bukan hal yang mustahil baginya, karena walau terhitung baru setahun terakhir dia menyelesaikan studi sarjana nya. Tapi Prilly termasuk orang yang cukup mahir dalam bidangnya, lagi pula dia mengajar di salah satu mata kuliah yang serumpun dengan jurusan saat mengenyam jenjang sarjana bahkan karirnya.

Prilly dikabarkan mengajar di ruang BA 207 pada Kamis (29/09/2022). Dia mengajar di program studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UGM. Terhitung, dia mengajar selama dua jam dengan membawa bahasan tentang apa yang dimaksud dengan personal branding dengan pencitraan.

Salah satu yang Prilly singgung yakni masyarakat sering tertukar antara personal branding dan pencitraan.
Menurutnya, personal branding adalah sesuatu yang dilakukan atas kesukaannya. Jadi, kalau seseorang yang blusukan tapi dirinya tidak menyukai blusukan, itu yang disebut pencitraan. Tuturnya

Berbicara tentang karya, kapasitas Prilly agaknya tak perlu lagi diragukan. Berbagai macam jenis film dan sinetron telah dia bintangi. Selain itu, beberapa penghargaan juga pernah dia peroleh selama berkiprah dalam panggung hiburan. Terlebih hari ini, Prilly juga menjadi kios percontohan kawula muda yang berprestasi dan produktif.

Praktisi mengajar sebenarnya bukan hal yang baru, dosen tamu sudah kondang dalam telinga warga kampus manapun. Terlebih, mas menteri Nadhiem (Kemendikbud) telah mengamini adanya praktisi mengajar melalui kanal YouTube dan akun resmi Kemendikbud bulan Juni lalu. Alasan ini lah yang mendorong Prilly masuk dalam praktisi mengajar dalam program Kampus Merdeka.

Praktisi mengajar ini agaknya cukup menarik, lantaran mas menteri Nadhiem juga telah menyiapkan insentif bagi para praktisi yang mengajar dengan total anggaran cukup besar yakni 140 milyar. Harapannya, kampus-kampus kecil juga dapat merasakan sarana tukar pikiran oleh seorang praktisi tanpa harus mengkhawatirkan akan biaya dan minimnya koneksi.

Praktisi mengajar tentunya juga memiliki syarat, salah satunya yakni telah berkiprah dan berpengalaman dalam bidang profesinya lebih dari tiga tahun dan terhitung masih aktif dalam kepakarannya saat mengajar. Hal tersebut memperjelas bahwa sistem pengajarannya lebih menekannya pengalaman dalam profesi yang dijalani. Jadi wajar jika bukan lulusan stata 2 atau magister pun bisa untuk melakukan program tersebut.

Keberanian Prilly untuk mendaftar sebagai relawan praktisi mengajar agaknya harus diacungi jempol. Karena, ada banyak selebriti lain agaknya yang lebih mampu, lebih berpengalaman bahkan lebih senior tinimbang Prilly. Tetapi mungkin, mereka kurang percaya diri untuk mengajar atau kurang berminat untuk membantu kemajuan Indonesia utamanya dalam bidang pendidikan. Ataupun juga, nggak tau informasi ini?

Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan