Mohon tunggu...
Irfai Moeslim
Irfai Moeslim Mohon Tunggu... Author

menulis adalah gaya hidup, menulis untuk mencetak sejarah, dengan menulis kita bisa merubah dunia. Menulislah maka kamu ada | Pemerhati Pendidikan, Sosial, Politik, Keagamaan |

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Berakhlak Dulu atau Berilmu Dulu?

28 Februari 2017   10:25 Diperbarui: 28 Februari 2017   10:40 3978 0 0 Mohon Tunggu...

Pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan kapasitas kemampuan baik dalam lingkup kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Dengan pendidikan seseorang bisa diangkat derajatnya menjadi lebih tinggi. Sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam surat Al-Mujadalah. Lebih jauh lagi, bahwa pendidikan pun membimbing manusia menuju hal dari yang tadinya buruk ke arah yang lebih baik. Namun faktanya, ada beberapa output dari pendidikan yang kurang sejalan dengan ide-ide pendidikan yang konstruktif. Yakni pendidikan yang dapat membawa umat manusia ke jalan yang lebih baik. 

Pendidikan tidak hanya bisa dilaksanakan hanya pada pendidikan formal saja. Akan tetapi harus diterapkan dalam berbagai lini kehidupan, seperti pendidikan di rumah, kantor, jalan raya, tempat-tempat perbelanjaan, dan tempat-tempat sosial-masyarakat lainnya. Jadi semua aspek kehidupan harus mengandung unsur pendidikannya. Pendidikan dan ilmu pengetahuan, keduanya sangat berkaitan erat. Orang berpendidikan mesti memiliki ilmu pengetahuan, tapi tidak dengan sebaliknya, orang berpengetahuan, kadang tak berpendidikan. Artinya bahwa pendidikan itu berkaitan erat dengan akhlak. Akhlak yang baik dan terpuji. Dan orang berpendidikan perilakunya mencerminkan isi dari kepalanya. Berbeda dengan yang berengetahuan, Kadang orang yang berpengetahuan, hanya sekedar tahu saja tidak disertai dengan perilaku dan akhlak yang baik. 

Imam Al-Ghazali pun berpendapat bahwa, seseorang itu harus berakhlak dulu, sebelum berpengetahuan, karena ilmu tanpa akhlak tidak ada nilainya. Artinya ketika seseorang sudah memiliki akhlak yang baik, maka ilmu yang didapatkan tidak akan disalahgunakan untuk hal-hal yang bersifat desdruktif atau sesuatu yang merugikan. Maka wajar saja bila hari ini banyak orang berpengetahuan namun dengan pengetahuannya hanya untuk menguntungkan diri sendiri, dan menyengsarakan orang lain.  Karena penguasaan ilmu pengetahuannya tidak didasari dengan akhlak yang baik. Wallahu a'alam.

-MIM-

Kota Depok

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x