Ekonomi

Studi Kelayakan Bisnis Aspek Manajemen

13 Januari 2018   09:46 Diperbarui: 13 Januari 2018   10:20 17213 0 1

Kata Manajemen berasal dari kuno mnagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

Sementara itu, Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal, dalam berbagai bidang seperti industri, pendidikan, kesehatan, bisnis, finansial dan sebagainya. Dengan kata lain efektif menyangkut tujuan dan efisien menyangkut cara dan lamanya suatu proses mencapai tujuan tersebut. 

            Berkaitan dengan study kelayakan bisnis "aspek manajemen" merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari beberapa aspek kajian . keberhasilan suatu proyek/kegiatan/bisnis yang telah di nyatakan feasible untuk di kembangkan, sangat di pengaruhi oleh peranan manajemen dalam pencapain tujuan. Tujuan study aspek manajemen ini adalah untuk mengetahui apakah kegiatan dan implementasi bisnis dapat direncanakan, dilaksanakan sehingga rencana bisnis dapat dinyatakan layak atau sebaliknya tidak layak.

 

PEMBAHASAN

STUDI KELAYAKAN ASPEK MANAJEMEN

Disini akan dijelaskan bagian-bagian pokok suatu manajemen yang meliputi :

  • Perencanaan
  • Pengorganisasian
  • Actuating (pergerakan)
  • Pengendalian
  • Monitoring dan evaluasi
  • PERENCANAAN

Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu.

  • Pendekatan dalam Membuat Perencanaan, Empat macam pendekatan utama dalam pembuatan suatu perencanaan :
  • Pendekatan atas bawah ( tob-down)

Perencaan dengan ini dilakukan oleh pemimpin organisasi. Unit organisasi di bawah nya hanya melaksanakan hal-hal yang telah direncanakan. untuk perusahaan yang menganut system desentralisasi, pimpinan puncak memberikan pengarahan dan petunjuk kepada pemimpin cabang atau sejenisnya untuk menyusun rencana yang pada tahapannya akan ditinjau dan dikoreksi oleh pimpinan puncak sebelum disetujui untuk direalisasikan

  • Pendekatan bawah atas ( botton-up)

Penecanaan dengan pendekatan dengan cara pemimpin puncak memberikan gambaran situasi dan kondisi yang dihadapi organisasi termasuk mengenai misi, tujuan, sasaran dan sumber daya yang dimiliki. Langkah selanjutnya memberikan kewenangan kepada manajemen di tingkat bawahnya untuk menyusun perencanaan

  • Pendekatan campuran

Dalam kenyataan, relative sulit menemukan proses perecanaan yang murni atas-bawah atau bawah-atas. Yang sering ditemukan adalah kombinasi di antara keduanya walaupun dengan persentase yang relative. Dengan pendekatan ini pemimpin memberikan petunjuk perencaan organisasi secara garis besar sedangkan petunjuk perencanaan diorganisasi secara garis besar sedangkan perencaan detailnya diserahkan kepada kreativitas unit perusahaan di bawahnya dengan tetap mematuhi aturan yang ada

  • Pendekatan kelompok

Perencaan di buat oleh sekelompok tenaga ahli dalam perusahaan, oleh karena itu di dalam perusahaan dibentuk semacam biro atau bagian khusus seperti biro perencanaan

  • Fungsi utama dalam kegunaan perencanaan manajemen suatu organisasi:
  • Penerjemah kebijakan umum
  • Berupa perkiraan yang bersifat ramalan
  • Berfungsi ekonomi
  • Memastikan suatu kegiatan
  • Alat koordinasi
  • Alat/sarana pengawasan
  • Memperingan biaya
  • Mengarahkan perhatian pada tujuan
  • Mengurangi ketidak pastian serta perubahan pada waktu mendatang
  • Sarana untuk mengadakan pengawasan
  • Macam-macam Perencanaan
  • Dilihat dari sisi jangka waktu
  • Perencanaan jangka panjang, waktu sekitar 20--30 tahun ke depan, Negara kita menggunakan waktu 25 tahun untuk setiap tahap perencaan jangka panjangnya
  • Perencanaan jangka menengah, waktu sekitar 3 -- 5 tahun ke depan. Negara kita menggunakan waktu 5 tahunan untuk setiap perencaaan jangka menengah yang disebut dengan pembanguna lima tahun
  • Perencanaan jangka pendek, menjangkau waktu paling lama satu tahun
  • Dari sisi tingkat manajemen
  • Perencanaan strategis, lebih berfokus pada bagaimana manajemen puncak menentukan visi, misi, falsafah dan strategi perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan dalam jangka panjang
  • Perencanaan operasional, berfungsi untuk memperjelas makna suatu strategi utama dengan identifikasi rincian yang sifatnya spesifik dan berjangka pendek, yang memiliki program-program kerja yang diimplementasikan dalam brntuk kegiatan usaha sehari-hari
  • Program Kerja

Yaitu operasionalisasi perencanaan jangka pendek, yang secara tehnis dipakai dalam rangka mengoptimalisasi sumberdaya organisasi. Teknik yang sudah umum dipakai, terutama dalam rangka mengoptimalisasi sumber daya organisasi yang akan digunakan, antara lain :

  • Gantt Chart dan Gantt Milestone Chart,
  •  PERT ( program evaluation and review technique),
  • PKT ( pola kerja terpadu)
  • PIP ( performance improvement planning )
  • APP ( analisis persoalan potensial )
  •  Anggaran

Anggaran adalah rencana yang disusun secara sistematis dalam bentuk angka dan dinyatakan dalam unit moneter yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan untuk periode tertentu di masa yang akan datang. Dalam perencanaan anggaran dikenal 4 macam system, yaitu:

  • System anggaran tradisional, Disusun berdasarkan jenis pengeluarannya . macam-macam anggaran yang umum dengan menggunakan system anggaran tradisional dalam suatu perusahaan kecil dalam bidang manufaktur ;
  • Anggaran produksi
  • Anggaran bahan baku
  • Anggaran tenaga kerjaanggaran biaya overhead pabrik ( BOP)
  • Anggaran variable
  • Anggaran modal
  • Anggrana piutang
  • Anggaran kas
  • System anggaran hasil karya, Disusun berdasarkan sasaran yang ingin di capai. Dalam komponen biaya ini, telah diperhitungkan biaya-biaya seperti gaji, sewa gedung dan pembelian bahan baku
  • System anggaran PPBS ( planning programming budgedting system ), Biasanya diterapkan pada perusahaan besar dan modern, termasuk dalam APBN yang dikelola pemerintah. Sistem ini merupakan system terpadu dan berorientasi pada program untuk membantu pimpinan membuat keputusan mengenai alokasi sumber-sumber yang serba terbatas melalui cara pemilihan alternative berdasarkan skala prioritas dan berupaya untuk pencapaian tujuan yang sudah ditentukan, komponen yang perlu diperhatikan ;
  • Tujuan/sasaran yang harus dicapai
  • Kelangkaan/keterbatasan sumber daya
  • Cara/metode yang akan di tempuh
  • System anggaran ZBB ( zero base budgeting), Merupakan pengembangan system PPBS yang mengacu kepada pendekatan manajemen berdasarkan sasaran .

Secara garis besar terdapat empat langkah dasar perencanaan yang dapat dipakai untuk semua kegiatan perencanaan pada semua jenjang organisasi. Langkah tersebut adalah :

  • Menetapkan sasaran.

Kegiatan perencanaan dimulai dengan memutuskan apa yang ingin dicapai organisasi. Tanpa sasaran yang jelas, sumber daya yang dimiliki organisasi akan menyebar terlalu luas. Dengan menetapkan prioritas dan merinci sasaran secara jelas, organisasi dapat mengarahkan sumber agar lebih efektif.

  • Merumuskan posisi organisasi pada saat ini.

Jika sasaran telah ditetapkan , pimpinan harus mengetahui dimana saat ini organisasi berada dan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan tersebut , sumber daya apa yang dimiliki pada saat ini. Rencana baru dapat disusun jika organisasi telah mengetahui posisinya pada saat ini. Untuk ini di dalam organisasi harus terdapat suasana keterbukaan agar informasi mengalir dengan lancar terutama data keuangan dan statistik.

  • Mengidentifikasi faktor faktor pendukung dan penghambat menuju sasaran.

Selanjutnya perlu diketahui faktor faktor, baik internal maupun eksternal , yang diperkirakan dapat membantu dan menghambat organisasi mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Diakui jauh lebih mudah mengetahui apa yang akan terjadi pada saat ini,dibandingkan dengan meramalkan persoalan atau peluang yang akan terjadi di masa datang. Betapa pun sulitnya melihat ke depan adalah unsur utama yang paling sulit dalam perencanaan.

  • Menyusun langkah langkah untuk mencapai sasaran.

Langkah terakhir dalam kegiatan perencanaan adalah mengembangkan berbagai kemungkinan alternatif atau langkah yang diambil untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan ,mengevaluasi alternatif alternatif ini, dan memilih mana yang dianggap paling baik , cocok dan memuaskan.

  • PENGORGANISASIAN ( ORGANIZING )

Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.

  • Langkah pengorganisasian
  • Merinci seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan organisasi agar sesuai dengan misi dan visinya
  • Membagi beban kerja ke dalam aktivitas-aktivitas yang secara logis dan memadai dapat dilakukan oleh seseorang atau oleh sekelompok orang
  • Mengkombinasikan pekerjaan anggota organisasi dengan cara yang logis dan efisien
  • Menetapkan mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan anggota organisasi dalam satu kesatuan yang harmonis
  • Memantau efektvitas organisasi dan mengambil langkah-langkagh penyesuaian untuk mempertahannkan atau menngkatkan efektivitas
  • Asas organisasi
  • Perumusan tujuan organisasi
  • Departemenisasi
  • Pembagian kerja
  • Koordinasi
  • Pelimpahan wewenang
  • Rentang kendali
  • Jenang organisasi
  • Kesatuan perintah
  • Fleksibel
  • Sruktur organisasi, Ada empat elemen dalam struktur organisasi, yaitu:
  • Spesialisasi aktivitas
  • Standarrisasi aktivitas
  • Koordinasi aktivitas
  • Besar unit kerja
  • Factor penentu struktur organisasi, Ada beberapa factor utama yang perlu diperhatikan dalam menentukan struktur organisasi, yaitu:
  • Strategi dan struktur organisasi
  • Teknologi sebagai penentu struktur
  • Manusia sebagai penentu struktur
  • Ukuran dan struktur
  • Bentuk organisasi
  • Organisasi garis, yaitu bentuk struktur organisasi yang paling sederhana. Ciri-cirinya: 1) jumlah karyawan relatif sedikit, 2) organisasi relatif kecil, 3) karyawan saling mengenal dan akrab, 4) spesialisasi kerja masih relatif rendah.
  • Organisasi fungsional, ciri-cirinya adalah setiap atasan mempunyai wewenang untuk memberikan perintah kepada setiap bawahan yang ada, sepanjang perintah tersebut masih ada hubungannya dengan fungsi yang dimiliki atasan.
  • Organisasi garis dan staf
  • Organisasi gabungan, struktur organisasi ini merupakan bentuk dari kombinasi struktur organisasi yang telah dibahas sebelumnya, sehingga bentuk strukturnya dapat berupa gabungan dari organisasi dan staf, garis dan fungsional, fungsional dan staf atau  kombinasi ketiganya.
  • Organisasi matriks, biasanya struktur ini digunakan pada organisasi yang memiliki pekerjaan yang relatif besar, dengan permasalahan yang cukup komplek. Kondisi semacam ini diperlukan penanganan yang tepat, baik dari segi waktu, tenaga maupun biaya yang dibutuhkan. Dalam struktur organisasi ini, bawahan bisa memiliki atasan yang lebih dari satu orang atasan, sehingga mereka dibawah dua jalur wewenang, dengan kata lain mempunyai dua rantai perintah, yang satu bersifat vertikal, dan yang lainnya horizontal.
  • Prestasi organisasi
  • Konsep yang disarankan oleh peter drucker, salah seorang penulis manajemen yang sangat popular menyatakan bahwa prestasi manajer dapat diukur dalam dua bentuk konsep yaitu
  • Efisiensi, berarti: melakukan kerja dengan benar
  • Efektivitas, berarti melakukan kerja yang benar
  • PENGGERAKAN ( ACTUATING )
HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3