Mohon tunggu...
Fadhilah Nur Islami
Fadhilah Nur Islami Mohon Tunggu... Mahasiswi

Halo semuanya!

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Kecil dan Mungil, Seperti Inilah Bentuk Stroberi yang Tumbuh di Daerah Beriklim Panas

26 Desember 2020   23:46 Diperbarui: 30 Desember 2020   14:36 2151 15 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kecil dan Mungil, Seperti Inilah Bentuk Stroberi yang Tumbuh di Daerah Beriklim Panas
Tanaman stroberi yang ditanam oleh Supardi (60) di Pontianak, Kalimantan Barat (Foto: Fadhilah Nur Islami M.P)

Pontianak – Siapa disini yang suka dengan buah stroberi? Kalian pasti sudah tidak asing lagi bukan dengan buah yang biasanya paling digemari oleh kaum wanita satu ini dengan ciri khasnya yang berwarna merah yang memilki rasa manis dan asam. Seperti yang kita ketahui bahwa pada umumnya buah stroberi hanya dapat tumbuh subur di daerah yang beriklim dingin dan sejuk seperti di daerah dataran tinggi. Namun, apakah mungkin buah stroberi dapat tumbuh di daerah beriklim panas? Lalu, seperti apakah bentuk dan rasa dari buah stroberi yang hidup di daerah beriklim panas seperti di daerah Kalimantan Barat ini? Dari pada penasaran. Yuk, simak penjelasan berikut ini.

Seorang pria pemilik tanaman stroberi ini yang bernama Supardi (60) berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat yang memiliki hobi bercocok tanam, awalnya dia hanya iseng untuk mencoba menanam buah stroberi karena dia penasaran apakah buah stroberi dapat tumbuh di daerah yang beriklim panas ini karena seperti yang kita ketahui bahwa daerah Kalimantan Barat merupakan daerah yang cuacanya panas. Selain itu, buah stroberi yang dijual di market harganya mahal jadi dia ingin mencoba menanam buah stroberi sendiri.

“Saya hanya iseng coba-coba aja karena hobi dan keluarga saya pun ikut penasaran jadi saya membeli tiga tanaman buah stroberi di Shopee dan menanamnya di halaman rumah saya,” ungkap Supardi ketika diwawancarai di halaman rumahnya pada hari Selasa (15/12/2020).

Supardi mengungkapkan bahwa dia telah mecoba menanam buah stroberi sebanyak dua kali tetapi percobaan pertama pada tahun 2019 lalu tetapi gagal karena stroberi yang ditanam tidak berbuah sama sekali dan tidak lama kemudian tanaman stroberinya mati. Kemudian, di tahun 2020 ini, dia mencoba lagi untuk menanam dan usahanya tersebut telah membuahkan hasil walau agak mengecewakan.

“Memang perlu ekstra kesabaran dan usaha yang lebih untuk menanam buah stroberi di daerah yang beriklim panas seperti di Pontianak ini,” ungkap Supardi lagi.

Supardi telah merawat tanaman stoberinya itu dengan perawatan yang lebih dibanding tanaman-tanaman lainnya yang dia tanam di halaman rumahnya. Supardi merawat tanaman stroberinya dengan cara rajin diberi pupuk organik NPK yang dibuatnya sendiri sebanyak satu sendok makan untuk lima liter air lalu disemprotkan ke tanaman stroberi selama dua minggu sekali dan untuk penyiraman selalu disiram selama dua kali dalam sehari yaitu pagi dan sore yang dilakukan pada setiap harinya yaitu pada hari yang panas selama musim kemarau kemudian jika di musim hujan tanaman stroberi tidak disiram sama sekali karena tanaman stroberi tidak boleh diberi air terlalu banyak, dari tiga pot stroberi yang dia tanam hanya satu pot saja yang ada berbuah dan itu hanya ada satu buah.

“Butuh sekitar satu bulan lebih untuk tumbuh bunga stroberinya dan tidak lama kemudian buah stroberinya berbuah. Faktor yang kemungkinan menyebabkan buah stroberi yang tumbuh tidak seperti pada umumnya terutama suhu dimana tanaman stroberi itu ditanam, adapun harus menggunakan ada teknik lain dalam menanam buah stroberi di tempat yang beriklim yang panas seperti disini. Alhasil stroberi susah berkembang dan walaupun bisa berbuah tetapi bentuknya kecil sekitar 1cm saja dan untuk rasanya tidak terlalu asam seperti yang dijual di market,” ungkap Supardi.

Tanaman stroberi yang ditanam oleh Supardi (60) di Pontianak, Kalimantan Barat (Foto: Fadhilah Nur Islami M.P)
Tanaman stroberi yang ditanam oleh Supardi (60) di Pontianak, Kalimantan Barat (Foto: Fadhilah Nur Islami M.P)

Walaupun ini menunjukkan bahwa buah stroberi dapat ditanam di daerah beriklim panas tetapi stroberi tidak dapat tumbuh dengan sempurna seperti layaknya ukuran buah stroberi pada umumnya. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka diperlukan teknik lain seperti menggunakan teknik rekayasa yang dimana tanaman stroberi ditanam di dalam ruangan yang menggunakan AC tetapi jika ingin melakukan teknik itu maka diperlukan biaya yang cukup besar, demikian hal yang diungkapkan oleh Supardi.

“Karena saya memiliki biaya yang terbatas dan hanya menjalankan hobi saja jadi saya hanya bisa menanam tanaman buah stroberi ini dengan media tanam yang biasa saja dengan pot dan diletakkan di suhu udara bukan ruangan dingin yang ber-AC,” ungkap Supardi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x