Mohon tunggu...
EVRIDUS MANGUNG
EVRIDUS MANGUNG Mohon Tunggu... Guru - Pencari Makna

COGITO ERGO SUM efridusmangung@yahoo.co.id

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

3 Kebiasaan Ini Membantu Anda Bisa Hidup Minimalis di Tengah Keluarga Anda

11 Juli 2022   20:17 Diperbarui: 11 Juli 2022   20:28 105 19 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Lyfe. Sumber ilustrasi: FREEPIK/8photo

Pandangan Samuel Ray seorang HR Professional dan Content Creator, yang menekankan bahwa hidup minimalis (frugal living) tidak sekadar hidup yang mengedepankan hemat, tetapi juga harus cermat sangat menarik untuk didalami.

Menurut Samuel Ray, gaya hidup frugal adalah bagaimana kita dapat melihat nilai dan kualitas dari sebuah barang yang dibeli. Namun gaya hidup minimalis bukan berarti dalam membeli suatu barang dengan harga paling murah untuk meminimalisir pengeluaran dan tidak membeli apa-apa.. Gaya hidup frugal bukan pula berarti bahwa seseorang tidak bisa menikmati hidupnya atau membeli sesuatu yang diinginkannya. Tak Sekadar Berhemat, Ternyata Inilah Inti dari Gaya Hidup Frugal

Hidup minimalis mendepankan skala prioritas dan menentukan sendiri hal-hal penting dalam hidup yang bisa mendatangkan kebahagiaan serta keuntungan. Pada intinya, gaya hidup minimalis harus bisa memilah apa saja hal-hal penting, yang tentunya berbeda-beda tiap orang.

Pertanyaan yang paling penting bagi kita adalah bagaimana menerapkan gaya hidup minimalis dalam sebuah keluarga?

Kita tahu bahwa dalam sebuah kelurga terdiri dari lebih dari satu anggota keluarga. Tentunya, setiap anggota memiliki kebutuhan dan skala prioritas masing-masing. Untuk menerapkan gaya hidup minimalis, ada tiga hal yang perlu dilakaukan untu hidup hermat dan cermat dalam keluarga

Pertama, Tindakan pertama dan paling utama yang dilakukan dalam situasi seperti ini adalah pengambilan keputusan kolektif kolegial. Suatu keputusan tidak oleh kepala keluarga saja tetapi oleh seluruh anggota. 

Istilah kolektif kolegial merujuk kepada sistem kepemimpinan yang melibatkan para pihak yang berkepentingan dalam mengeluarkan keputusan atau kebijakan melalui mekanisme musyawarah mufakat, dengan mengedepankan semangat kebersamaan. 

Dalam system kolektif kolegia, setiap anggota berhak mengusulkan kebutuhannya dan secara bersama mengambil keputusan untuk menentukan terpenuhi atau tidaknya usulan atas kebutuhannya

Kedua, Perlunya pencatatan. Hasil keputusan bersama itu perlu dicatat untuk membantu kita dalam pembuatan anggaran. Selain itu, catatan keputusan bersama bisa memonitor apakah penggunaan uang sudah sesuai anggaran yang sudah ditetapkan bersama.

Ketiga, metode pembelanjaan ditetapkann bersama. Metode pengadaaan alat dan bahan kebutuhan keluarga bisa didiskusikan. Misalnya, Apakah metode pembelian terhadap suatu barang menggunakan metode pembelanjaan grosiran atau eceran. 

Membeli barang grosir atau eceran tentu menjadi pilihan yang serius. Barang yang sering dibeli secara borongan biasanya yang tahan lama dan digunakan secara rutin dalam periode tertentu.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan