Euis Sri Nurhasanah
Euis Sri Nurhasanah lainnya

Blogger, perayap teks, penyuka buku, film, & jalan-jalan. Blog saya yang lain: www.isrinur.com

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Artikel Utama

Bobby, Sosok Performer Akrobatik Muda Trans Studio Bandung

1 April 2016   23:57 Diperbarui: 14 April 2016   19:22 415 5 4

[caption caption="Acrobatic Bike (dok. Official Trailer TSB)"][/caption]Sebuah sepeda melaju melintasi area panggung. Seorang pengendara terus mengayuhnya berkeliling, sementara satu per satu personel lainnya ikut menaiki sepeda tersebut. 1, 2, 3, ... Puncaknya, ada total 10 orang di atas sepeda yang melaju itu. Kesembilan orang lainnya mengambil posisi menempel di di depan, belakang, kanan, kiri, serta di atas pengayuh sepeda itu. 

Dengan total beban sekitar 500 kg, aksi Acrobatic Bike tersebut kontan membuat penonton ternganga. Aksi yang merupakan bagian dari pertunjukan sirkus The Book of The World itu saya saksikan saat gelaran perdananya pada 25 Maret lalu di Trans Studio Bandung. Adalah Bobby Witomo, salah satu performer akrobat tersebut yang berperan di posisi pengendara. 

"Tugas saya adalah menjaga keseimbangan berat beban di garis tengah." Terang performer muda asal Surabaya itu.

Usai rehearsal pertunjukan pada 19 Maret 2016 sebelumnya, Bobby meluangkan waktunya untuk berbagi cerita seputar pertunjukan dan dunia profesi unik yang digelutinya. Saat itu ia baru saja selesai memainkan perannya di aksi akrobatik permainan api yang ditampilkan dalam setting Persia. Sosoknya terlihat kharismatik dalam balutan kostum Fire Juggling itu. 

"Permainan api adalah case ke-4 saya. Acrobatic Bike justru case pertama.", terangnya.

[caption caption="Bobby, salah satu performer TSB (dokpri)"]

[/caption]Belakangan saya diberitahu, selain main akrobatik di sirkus The Book of The World, Bobby juga tergabung sebagai tim inti "Special Effect Action Show", yaitu show reguler Trans Studio Bandung yang mempertunjukkan proses pembuatan film action. Itu saja sudah 3 bidang yang menuntut keahlian berbeda. Menurutnya, masing-masing seni (art) itu punya tingkat kesulitan tersendiri. Baginya pribadi, akrobat permainan api terasa paling sulit.

Bicara soal aksinya di Acrobatic Bike, ia mengatakan bahwa aksi ini sangat menuntut kekompakan tim. Di tim yang terdiri atas personel dengan background beragam itu harus bisa menyatukan hati. Chemistry tim harus benar-benar terbangun. Untuk aksi ini, persiapannya memerlukan waktu 2 bulan. Untuk menjaga keseimbangan beban, berat badan juga terus dikontrol.

Latar Belakang & Hobby

Hobby bela diri sudah digeluti Bobby sejak remaja. Saat SMA, ia menjadi atlet taekwondo Surabaya yang aktif berpartisipasi di berbagai kejuaraan. Saat kuliah, ia aktif di komunitas bela diri kampus dan menjadi pelatih. Bersama komunitasnya, ia berkarya membuat film pendek laga yang diikutkan lomba dan sempat masuk nominasi XXI. Selain bela diri, pemuda kelahiran tahun 1992 ini juga punya keahlian magician yang dipelajarinya secara otodidak. Ia bahkan sempat menjadi asisten pribadinya Romedal. Sistem pendidikan di kampusnya, Universitas Ciputra Surabaya, yang lebih banyak menerapkan belajar di lapangan memungkinkan Bobby leluasa aktif mengembangkan potensi dirinya tanpa menghambat studi.

Keputusannya berhijrah ke Bandung sejak setahun 7 bulan ke belakang tak lepas dari pertimbangan bahwa kota ini lebih kondusif untuk meraih mimpi di bidang yang diminatinya. Di TSB, ia mengaku banyak belajar keahlian baru seperti fire dance, acrobatic movement, dan fighting action dari mentor ahli di bidangnya masing-masing.

Enjoy Bekerja Sesuai Passion

Tak dapat dipungkiri, pekerjaan yang paling menyenangkan itu memanglah hobby dan belajar yang dibayar. Hal ini pula yang menjadi alasan Bobby pantang mundur di jalur profesinya yang penuh tantangan.Sebagai performer yang memainkan aksi berbahaya, aneka bentuk cedera pernah dialaminya. Yang terparah bahu bergeser, kepala bocor, hingga terbakar api. Nggak kapok tapinya, karena melakukan aksi yang memacu adrenalin baginya sudah menjadi passion. Selain hobby, adanya teman-teman yang memiliki minat dan visi yang sama juga menjadi faktor penting dalam menjaga semangat dan motivasi dalam bekerja.

Selalu Pasang Target

Bagi Bobby, penting untuk selalu memasang target, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Besok harus bisa apa? Tahun depan apa yang mesti dicapai? Setiap pencapaian kecil menjadi langkah untuk pencapaian besar. 

Dan ngomong-ngomong soal pencapaian, harapan yang ingin dicapai Bobby adalah go internasional. "Main film laga bareng Donny Yen", tambahnya sambil terkekeh. Selain aktor Hongkong Donny Yen idolanya, tentunya juga main film dengan Iko Uwais dan Joe Taslim. Jalan ke sana sudah mulai terbuka dengan datangnya banyak tawaran casting film laga. Tinggal menunggu jadwal yang tepat.

Semoga berhasil.

***

*Baca juga artikel terkait:

Mengintip Profil Bobby, Performer Akrobatik Muda Multitalenta dari Surabaya

Kolaborasi Sirkus Indonesia-Kanada Perdana Hadir di Bandung