Ervita Widyastuti
Ervita Widyastuti

Just ordinary woman but friendly and sweet :) http://ervitanw.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Artikel Utama

Warna-warni Stadion Gelora Bung Karno yang Baru

12 Februari 2018   00:18 Diperbarui: 15 Februari 2018   05:27 3002 1 0
Warna-warni Stadion Gelora Bung Karno yang Baru
Dokpri

Setelah direnovasi hampir satu tahun lamanya,akhirnya Stadion Utama Gelora Bung Karno diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Januari  2018 bersamaan dengan  pertandingan sepak bola pertama yang dilaksanakan disana  yaitu pertandingan persahabatan antara Indonesia melawan Islandia.

Yang saya ingat,2 hari setelah pertandingan itu, pada hari Selasa tgl 16 januari saya dan teh Indy lari di  sana untuk pertama kalinya. We were happy back to GBK. Apalagi saat kami datang suasana masih sepi, masih jarang yang lari-larian. Beberapa lokasi masih dalam penyelesaian tetapi secara umum ring luar GBK sudah bisa dipakai lari.

Saat itu setelah lari saya dan teh Indy sibuk foto-foto karena pencahayaan GBK saat malam hari bagus sekali. Lampu berwarna merah menyelimuti dinding luar stadion bahkan beberapa saat berganti menjadi warna warni. (Jam saat lampu berubah warna saya sudah pulang, hiks L ) Perubahan lampu ini tidak dilakukan setiap hari, hanya saat tertentu saja. Saat ini beberapa tamu dari negara-negara peserta Asian Games sudah mulai berkunjung melihat kesiapan stadion.

Keberuntungan saya datang minggu lalu ketika diajak untuk masuk  ke dalam Stadion Utama GBK,  melihat ruangan-ruangan yang telah direnovasi dan yang pasti bisa foto-foto dong. Jadi walaupun pagi itu hujan gerimis mengguyur Jakarta, saya tetap semangat menuju Senayan. Excited!

Sekilas mengenai stadion utama Gelora Bung Karno pada awalnya dibagun pada tahun 1958 dan selesai tahun 1962, dan dibangun dalam rangka menyambut Asian Games 1962.

Saat ini setelah selesai renovasi kapasitas penonton yang sebelumnya bisa menampung 120.000 orang berubah menjadi 77.193 orang karena kursi telah berubah menjadi kursi single seat dan flip up. Berkurangnya kursi  sejak tahun 1962 terdiri dari beberapa tahap. Tahun 1971 berkurang menjadi 110.000 kursi, tahun 1997 menjadi 100.800 kursi, tahun 2007 menjadi 88.083.
Berkurangnya kursi ini mengakomodir standard FIFA terbaru, dimana masalah kenyamanan, keselamatan atau evakuasi dan memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas.

Pada awalnya, pihak GBK menginginkan jumlah kursi lebih dari 80.000 supaya tidak kalah dari stadion Bukit Jalil, Malaysia. Tetapi karena memperhatikan kenyamanan dan evakuasi penonto, ada beberapa area yang tidak bisa dipasang kursi. FIFA menetapkan standar bahwa setelah pertandingan usai, waktu yang dibutuhkan untuk keluarnya penonton adalah maksimal 11 menit. Sebelum renovasi, waktu yang dibutuhkan adalah 14 menit, saat ini  sudah bisa 9 menit.

Warna-warnanya adalah merah, putih dan abu-abu berselang seling karena mengikuti desain yang jika dilihat dari udara seperti peta wilayah Indonesia. Kursi telah melalui standar khusus jika ada evakuasi dan tidak  mudah dipindahkan sehingga menghambat aksi vandalism. Keterlaluan  deh kalo sampe ada yang merusak.  Selain itu setiap kursi mampu menahan beban sampai 250 kg.

Sistem pencahayaan juga terintegrasi dengan sistem tata suara yang berkekuatan hingga 80 ribu watt PMPO. Tata suara SUGBK juga lebih baik dari sebelumnya membuat nyanyian lagu kebangsaan akan terdengar lebih memukau. Selain itu, lampu stadion ini juga akan mengalami redup ketika salah satu tim mencetak gol ataupun pada saat jeda istirahat. Bahkan untuk pencahayaan, lampu di GBK yang baru  merupakan yang terbaik di dunia saat ini.  Untuk system kelistrikan di GBK juga sudah menggunakan solar panel sehingga bisa menghemat listrik hingga 23% dan saat ini sedang dalam  proses mendapatkan Green Certificate.

Untuk rumput yang digunakan pada lapangan sepak bola merupakan rumput terbaik jenis zoysia matrella, kelas satu standar FIFA dan dilengkapi alat penyiram rumput otomatis jenis Rain Gun dengan tembakan air sejauh 60 m. Selain itu dilengkapi dengan sistem drainase anti banjir (zero run-off), sehingga meskipun hujan, tidak akan ada genangan di lapangan. Kualitas rumput Stadion GBK juga telah mendapatkan sertifikasi internasional. Untuk rumput imitasi digunakan di Lapangan ABC untuk latihan atau pemanasan dan memakai kualitas rumput imitasi terbaik.

Nah, selanjutnya penjelasan akan saya tambahkan ketika kami, saya, teh Indy dan beberapa teman dari Rungrapher menjelajahi ruangan-ruangan yang ada di dalam gedung yang baru. Dengan dinding yang bercat putih lorong yang menuju ke stadion terlihat lebih luas dan bersih. Untuk menuju ke dalam kami menggunakan lift dan ditunjukkan pula system hydrolic canggih untuk membuka pintu tempat pemain masuk ke lapangan.

Ruangan pertama yang kami kunjungi adalah ruang Konperensi Pers yang tempat duduknya seperti kursi di bioskop berjumlah 322 buah. Lengkap dengan meja di depan untuk tempat narasumber. Ruang untuk pers juga sudah direnovasi.  Stadion  juga menambah fasilitas baru yang diperuntukkan untuk stasiun televisi pemegang hak siar, berupa sejumlah titik untuk tempat meletakkan kamera di bagian paling atas tribun stadion yang merupakan syarat dari FIFA.

Ruang ganti pemain juga sudah direnovasi total dan memiliki warna-warna yang ceria dan instagramable. Yaitu merah, kuning, hijau dan orange. Saya berharap ada warna biru favorit saya tetapi menurut Pak Suwardi Setiawan yang mengantar kami melihat-lihat ruangan warna biru tidak ada karena identik dengan warna favorit kesebelasan tertentu. Ah, masak sih pak. Hehehe...

Ruang ganti di stadion GBK ini terlihat layaknya stadion yang ada di luar negeri, karena setiap pemain memiliki satu locker dan satu tempat duduk. Ruang ganti pemain juga dilengkapi dengan tempat pijit pemain lengkap dengan pendingin ruangannya. ruang ganti pemain juga memiliki area berendam khusus pemain dan  juga terdapat ruangan khusus bagi pelatih. Ruang khusus pelatih ini dilengkapi dengan sofa dan juga kamar mandi pribadi didalamnya.

Puas melihat-lihat ruang ganti, kami menuju ke tempat duduk penonton. Disana kami melewati ruang VIP untuk Presiden  dan tamu-tamu kenegaraan yang dilapisi kaca setebal 52 mm. Sudah pasti tahan peluru dan telah diujicoba di kompleks Marinir Cilandak dengan senapan sniper AW 10 dan peluru kaliber 7,62 mm.

Selain itu Stadion Utama GBK yang baru ini juga dilengkapi dengan CCTV 7K berjumlah sekitar 201 unit. Untuk CCTV di stadion dipakai merek Avigilon dari Canada. Total CCTV untuk keseluruhan kompleks GBK adalah 614 unit. CCTV untuk keseluruhan kompleks GBK  merupakan hasil kerja sama dengan Jepang senilai USD 4 juta. Kelebihan CCTV ini adalah bisa merekam sekaligus mendeteksi aktivitas penonton sekaligus merekam detail wajahnya.

Kamera ini bisa fokus memindai wajah orang perorang, sehingga jika ada yang berbuat kejahatan akan mudah diketahui. Demikian pula jika ia melarikan diri, pasti akan langsung terpantau keberadaannya di sekitar GBK dan alarm akan berbunyi. Selain itu sistem ini juga tersambung langsung dengan data base dari Detasemen Khusus 88.  Sehingga, jika ada teroris kamera akan mencocokkan dengan database yang ada di sana, jika cocok maka alarmnya akan berbunyi.  Wah, canggih banget yaa...

Selain itu jika ada barang yang tertinggal juga akan mudah dilacak oleh CCTV ini dan akan lebih mudah ditemukan. Pemindai wajah akan merekam gerak gerik  kita dari awal kita masuk ke stadion sehingga dapat diketahui dimana barang itu jatuh atau tertinggal. Duh, keren banget ya... Tetapi sebenarnya, menurut pak Suwardi,   system CCTV ini sudah dipergunakan di Bandara Ngurah Rai Bali loh.

Akhirnya kami sampai juga di lintasan lari yang mengitari lapangan stadion utama. Merupakan track lari dengan karet sintetis jenis Rekortan dan sudah mendapat sertifikat dari IAAF. 

Oh iya, menurut pak Suwardi, di dalam  gedung SU GBK ini terdapat ruangan dan benda-benda yang termasuk ke dalam  cagar budaya, sehingga harus dilindungi. Salah satunya adalah sebuah ruangan peninggalan mantan Presiden Sukarno beserta lukisan dan meja antiknya yang berada di ruangan bawah. Sayang karena waktu tidak mencukupi kami tidak sempat kesana. Benda-benda lain yang masuk dalam kategori benda cagar budaya akan dipamerkan dalam museum olahraga  seluas 4000 m2 yang akan terdapat di GBK dan dikelola oleh Kemenpora.

Untuk kenyamanan penonton, di lorong yang menuju ke tribun juga dilengkapi dengan keran air minum gratis. Jadi penonton bisa minum atau mengisi botol minum jika haus. Untuk makan dan minum pun nantinya akan dilakukan penjualan makanan dan minuman melalui tempat makan yang tersedia dan nanti akan dikirim ke tempat duduk. Mirip seperti di bioskop. Dan pada waktu pertandingan juga akan ada petugas yang menawarkan makanan dan minuman. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2