Mohon tunggu...
Erna Winarsih Wiyono
Erna Winarsih Wiyono Mohon Tunggu... Seniman - Penulis, Perupa

Erna Winarsih Wiyono, Penulis dan Perupa dari Kota Bogor, Jawa Barat. Buku puisi tunggalnya terbit di tahun 2018, TEA WITHOUT SUGAR, karya tulisnya diterbitkan di sejumlah antologi puisi bersama antara lain Rampai Serenade Rasa, Pustaka Kata (2015),Mengulum Usia, Pustaka Kata (2015), The First Drop Of Rain (2017), A Skyful Of Rain (2018), 101 Penyair Maya, Genre Buku Yogyakarta (2019), 100 Penyair Antologi Puisi Binjai (2019), 1000 tahun jejak peradaban situs kota Cina dalam puisi, Kosambi (2019), Kepada pedang dan nyala api, KKK (2020). karya tulisnya juga dimuat di beberapa media online dan cetak; fimela.com,Majalah Purakasastra (2019), theAsianparent community. Beberapa perform pembacaan puisi yang pernah diikutinya antara lain Woman Poetry Slam, UWRF 2017, UWRF 2018 Ubud, Bali.

Selanjutnya

Tutup

Seni Pilihan

Menyulam Asa pada Warna-warni Mural Iwan Widodo

4 Agustus 2022   00:49 Diperbarui: 11 Agustus 2022   03:47 85 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Perupa sekaligus Sketchers Iwan Widodo tidak sebatas menciptakan kreasi pada media kanvas, atau memenuhi lembar demi lembar buku sketsanya dengan momen yang ia bidik saat berada di suatu tempat.

Di era kini Iwan Widodo menjadikan aktivitas muralnya sebagai pilihan untuk sandaran hidupnya. seiring waktu mural bukan lagi sekedar pelepas penat dan hobby, melihat prospek yang baik ke depannya, Iwan Widodo mulai serius menekuni karya seni mural secara profesional, dan pada finalnya proses tidak mengkhianati hasil.

Ketekunan dan konsistensi diri membawa mural yang dibuatnya pada tawaran job demi job diluar prediksinya namun menyambung pelita bagi kehidupan Iwan Widodo sendiri.

Iwan Widodo menuturkan;

"Kelebihan mural saya lebih enjoy dan dapat uang cepat, kekurangan bermural itu jika menghadapi media tembok yang lembab, cuaca hujan, kalau kita mural outdoor, dan permintaan pelanggan keluar dari kesepakatan konsep awal"

Mural merupakan salah satu bentuk seni rupa yang menggunakan dinding atau tembok sebagai media, sifatnya dibuat untuk permanen.

Mural tidak hanya memperindah namun membuat suatu lokasi menjadi lebih artistik, dari apa yang dilukiskan pada dinding bertindak sebagai media promosi baik bagi tempat yang dilukis maupun branding self bagi pelaku mural itu sendiri. memilih berkarya dengan mural tentu balance dengan lebih dan kurangnya.

Mural dulu dibuat sebagai ungkapan untuk mengkritik masalah sosial melalui gambar dan tulisan pada dinding jalanan dan trotoar, Mural era saat ini menjadi bisnis manis dalam seni lukis, dua hal yang berbeda fungsi dari perjalanan mural melewati mesin waktu.

Manusia diciptakan Tuhan YME sebagai makhluk hidup yang berkreativitas, yang memampukan kita untuk mengadakan keteraturan atau tidak keteraturan.

Menciptakan suatu hal yang baru dimulai melalui beragam gagasan kemudian menjadi sebuah karya nyata. melalui kreativitas yang ia ciptakan, berani mengambil resiko atas media kreasi yang dipilihnya, pantang menyerah, kegagalan dijadikan pembelajaran diri untuk lebih baik dalam menghasilkan karya-karya yang memukau.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Seni Selengkapnya
Lihat Seni Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan