Mohon tunggu...
Erlangga Muzakky
Erlangga Muzakky Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Saya hanya manusia biasa yang makan nasi juga sama seperti kalian

Selanjutnya

Tutup

Inovasi

Melahap Atau Dilahap Oleh Teknologi?

25 Juni 2022   20:44 Diperbarui: 25 Juni 2022   20:59 105 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi anak muda bermain smartphone

Pasca perang dunia kedua yang terjadi pada tahun 1939-1945, perkembangan teknologi yang dilakukan oleh manusia berjalan sangat cepat. Hanya dalam waktu 16 tahun saja, manusia sudah bisa melampaui batas ekspetasi yang dibayangkan oleh umat manusia dalam menjelajah yaitu pergi ke luar angkasa. Yuri Gagarin merupakan manusia pertama yang merasakan luar angkasa pada tanggal 12 April 1961. Kemudian tidak berselang lama, Martin Cooper menciptakan sebuah perangkat komunikasi mobile pertama yang mampu dibawa kemana saja dan kini dikenal dengan nama Handphone.

Berbagai perkembangan teknologi tersebut telah membawa manusia ke era dimana apa yang ada dan terjadi sekarang terlihat seperti kisah dongeng dan magis di era sebelumnya. Terdapat sebuah kisah yang menceritakan suatu kekuatan magis dimana membuat seseorang bisa berkomunikasi dengan orang lain melalui cermin dan kini kita bisa merasakannya dengan menggunakan panggilan video tanpa kekuatan magis. Namun, sangat disayangkan terkadang perkembangan teknologi ini tidak disertai dengan pengawasan dan penyuluhan cara menggunakan suatu teknologi yang baik dan benar.

Banyak kasus dimana teknologi ini seharusnya membantu serta bersifat menguntungkan untuk manusia justru terasa merugikan karena manusia itu sendiri. Kasus yang paling sederhana adalah penyalahgunaan teknologi komunikasi seperti penyebaran hoaks, penipuan, dan berkurangnya minat baca pada anak-anak karena permainan game. Dalam kasus seperti ini sudah tentu tujuan dari penciptaan teknologi ini sendiri tidak seperti ini. Internet, Handphone, laptop, komputer dll diciptakan dengan tujuan mempermudah kinerja manusia dalam kegiatan sehari hari.

Kita ambil salah satu kasus yang paling sederhana adalah hilangnya minat baca. Menurut Prastiyo (2009: 45-48) terdapat 2 faktor yang memengaruhi minat baca. Yang pertama, faktor internal yaitu penyebab yang berasal dari diri sendiri maupun keturunan seperti memang orang tersebut malas membaca maupun karena orang tuanya tidak suka membaca. Yang kedua, faktor eksternal yaitu penyebab yang berasal dari luar diri seseorang seperti keadaan lingkungan, sarana dan prasarana, pelayanan, status sosial dan kemajuan teknologi. Di zaman sekarang, kemajuan teknologi bisa dikatakan menjadi penyebab utama menurunnya minat baca karena orang-orang cenderung mencari informasi yang cepat dan mudah tanpa harus membuka puluhan bahkan ratusan halaman dari buku hanya untuk sekadar mendapatkan informasi baru atau ilmu baru. Keadaan ini juga diperburuk oleh pola kehidupan masyarakat modern yang bersifat serba instan.

Jika kita mengulas kasus lain seperti kasus kecanduan gadget pada anak muda yang sifatnya sangat umum. Menurut survey yang dilakukan oleh Puslitbang Aptika-IKP Kominfo pada tahun 2017, pada rasio umur 20-29 memiliki persentase sebesar 75,95% dan pada rasio umur 9-19 memiliki persentase sebesar 65,34% untuk kepemilikan smartphone. Memang kita tidak bisa menyalahkan jika kecanduan gadget ini merupakan murni kesalahan anak muda karena disatu sisi mereka juga membutuhkan akses gadget untuk mempermudah belajar dan memberikan akses mudah dalam pendidikan. Akan tetapi, ketika sudah berada diluar ranah pendidikan, anak muda bisa saja menghabiskan 6-8 jam dalam sehari bahkan lebih hanya untuk memperhatikan gadgetnya entah untuk berselancar di media sosial maupun bermain game.

Dari kasus tersebut secara tidak langsung juga akan menimbulkan efek domino pada bidang lain seperti kontrol emosional, sopan santun, kejujuran, kesehatan bahkan aktivitas sehari-hari. Tanpa kita sadari perkembangan teknologi yang sangat pesat juga membawa efek negatif yang dampaknya sangat bisa kita rasakan dalam kehidupan sehari hari. Teknologi yang seharusnya membantu dan membuat kita menemukan hal baru justru kita jadikan suatu alat yang bisa menjadi boomerang pada siapa saja yang memilikinya. Bukan karena teknologinya yang membuat orang candu, melainkan karena orang kecanduan terhadap teknologi. Lalu sebenarnya benarkah kita yang melahap teknologi atau justru kita yang dilahap oleh teknologi? Silahkan beragumentasi dengan diri anda dan menilai hal tersebut dengan sudut pandang yang anda miliki.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan