Mohon tunggu...
Erika Meirina
Erika Meirina Mohon Tunggu... Agribisnis

Taurus '98

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Dampak Peralihan Fungsi Lahan Pertanian terhadap Ketersediaan Pangan

20 Juni 2020   20:00 Diperbarui: 20 Juni 2020   20:01 114 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Dampak Peralihan Fungsi Lahan Pertanian terhadap Ketersediaan Pangan
Alih Fungsi Lahan Pertanian/sumber: balebandung

Negara dengan penduduk terbanyak keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika ialah Indonesia. Diketahui jumlah penduduk Indonesia dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan, hal tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan konsumsi pangan sehari-hari juga ikut meningkat. Kita ketahui negara Indonesia juga merupakan negara agraris, dimana sebagian masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Hal tersebut sejalan dengan permintaan akan konsumsi pangan yang meningkat dapat diatasi dengan kegiatan produksi pertanian di Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru.

Namun kita juga perlu cermati bahwa adanya pertumbuhan penduduk Indonesia mempengaruhi jumlah permintaan akan tempat tinggal atau bisa dibilang semakin banyak masyarakat yang membutuhkan tempat huni. Artinya, semakin bertambah lahan yang dibutuhkan untuk dijadikan tempat tinggal.

Hal tersebut terbukti dengan semakin banyaknya lahan pertanian khususnya sawah yang beralih fungsi menjadi lahan pemukiman atau untuk dijadikan perumahan oleh masyarakat Indonesia. Hal tersebut akan berdampak pada produktivitas, ketersediaan tanaman pangan di Indonesia, pendapatan petani pun akan mengalami penurunan akibat tidak ada lagi lahan yang akan ditanami untuk dihasilkan uang.

Lahan merupakan salah satu sumber daya utama yang dibutuhkan dalam kegiatan produksi pertanian. Kegiatan produksi padi di sawah menjadi salah satunya. Lahan yang digunakan untuk produksi padi di sawah membutuhkan luasan yang cukup luas. Negara Indonesia yang memiliki luas lahan sawah sebesar 8087393 ha pada tahun 2015 (bps.go.id) yang dimanfaatkan oleh petani untuk melakukan kegiatan produksi pertanian. Namun saat ini, penggunaan lahan pertanian tersebut banyak yang beralih fungsi salah satunya untuk dijadikan lahan pemukiman.

Beberapa petani ada yang tertarik dengan penawaran dibelinya lahan tempat dia melakukan kegiatan produksi padi untuk dijadikan lahan pembangunan pemukiman, dengan alasan pendapatan dari hasil penjualan output pertanian tersebut tidak begitu mencukupi kehidupan dirinya dan keluarga dan adanya keinginan untuk mendapatkan pendapatan yang lebih tinggi.

Di sisi lain adapula petani yang masih mempertahankan lahannya sebagai sumber penghasilan, dengan alasan bahwa sudah menjadi warisan turun temurun untuk melakukan kegiatan produksi di lahan tersebut, dan untuk petani yang bersifat subsisten mereka merasa dari hasil produksi tanaman pangan yakni tanaman padi tersebut sudah dapat mencukupi kebutuhan konsumsi pangan dirinya dan keluarga.

Faktor ekonomi masih menjadi sumber permasalahan bagi para petani. Pada umumnya petani yang bersedia dibeli lahannya berfikir bahwa uang yang mereka dapat dari hasil penjualan lahan tersebut akan dijadikan modal usaha, sedangkan jika dilihat pada jangka panjang sebenarnya penggunaan lahan pertanian yang konsisten dan ditekuni akan menghasilkan hasil produksi yang optimal dan tentunya akan berpengaruh pada pendapatan petani itu sendiri.

Peralihan lahan pertanian menuju lahan non pertanian banyak dijumpai pada lahan persawahan.

Kita ketahui bahwa lahan persawahan yang nantinya akan menghasilkan padi yang kemudian diolah dan diproses lebih lanjut sebagai kebutuhan pokok kita sehari-hari. Jika semakin meningkatnya jumlah lahan yang akan dijual petani atau beralih fungsi maka sudah dipastikan hasil produksi padi akan menurun karena semakin sedikit lahan yang dimanfaatkan, sedangkan pertumbuhan penduduk semakin meningkat. Hal tersebut tidak sejalan dengan kebutuhan yang meningkat, dan akan dipastikan ketersediaan bahan pangan akan mengalami kekurangan ketersediaan.

Produksi padi yang menurun namun permintaan terus meningkat akan menyebabkan kekurangan komoditas tersebut dan ketersediaan pangan menjadi terganggu. Tentunya jika kondisi tersebut selalu terjadi maka import beras dari luar akan terus dilakukan dan ditambah guna memenuhi permintaan kebutuhan dari masyarakat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN