Mohon tunggu...
Endah Lestantu
Endah Lestantu Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa UNNES

Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Mahasiswa Unnes Giat 3 Adakan Progja Merajut di Balai Desa Demaan

7 Desember 2022   12:52 Diperbarui: 12 Desember 2022   19:04 104
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Mahasiswa UNNES GIAT 3 telah melaksanakan program kerja merajut yang dimulai pada tanggal 19 september 2022  di Balai Desa Demaan. Kegiatan merajut ini dilaksanakan oleh sejumlah mahasiswa Unnes Giat 3 dan ibu-ibu Desa Demaan. Program kerja  merajut ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan mengisi waktu luang ibu-ibu Desa Demaan. Disamping itu, progja merajut ini dapat dijadikan sebagai UMKM di Desa Demaan.

Diah Ayu selaku penanggung jawab program kerja ini melaksanakan kegiatan merajut secara bertahap. Pertemuan pertama (19/11), yaitu tusuk dasar dalam merajut. Tusuk dasar dalam merajut ini merupakan tahap awal dalam merajut atau dapat dikatakan membuat alas rajutan. Dalam pertemuan pertama ini, beberapa ibu-ibu sudah bisa membuat tusuk dasar merajut.

“Sebenarnya saya sudah bisa dalam merajut mbak. Tapi ya itu, kalau untuk membuat beberapa model rajutan modern masih perlu belajar lagi. Ini saja saya dapat pesanan rajutan model simulasi melahirkan dari klinik.” Ungkap Ibu Arista.

Awalnya kita (mahasiswa unnes) tidak menyangka jika ibu-ibu di Desa Demaan ini kebanyakan sudah bisa merajut. Jadi ketika kegiatan merajut dilaksanakan, ibu-ibu sangat antusias dan ada yang langsung membuat alas rajutan terlebih dahulu. 

Kemudian pertemuan kedua (20/11), melanjutkan rajutan sebelumnya yang sudah dibuat. Beberapa ada yang mulai membuat dompet, bros, tas, dan lain sebagainya. Pada pertemuan ini, produk merajut yang dibuat oleh ibu-ibu masih setengah proses. Jadi diperlukan beberapa kali pertemuan untuk menyelesaikan produk rajutan yang ingin dibuat. Diah selaku penanggung jawab progja ini mengajari dan mengamati proses merajut yang dilakukan ibu-ibu. Semisal ada ibu-ibu yang kesulitan dalam langkah selanjutnya proses merajut, Diah akan mengajarinya secara bertahap.

Dokpri
Dokpri
Pertemuan terakhir (27/11)  produk merajut yang dibuat oleh ibu-ibu, ada beberapa yang sudah jadi. Produk yang sudah jadi tersebut diantaranya dompet, tas, bros, dan masih banyak yang lain. Pada pertemuan terakhir ini, ibu-ibu menginginkan diadakan pertemuan lainnya untuk kegiatan merajut ini. Namun, Diah selaku penanggung jawab program kerja ini mengatakan kalau sudah tidak bisa mengadakan pertemuan selanjutnya untuk merajut karena keterbatasan waktu yang tidak memungkinkan. Oleh karena itu, ada ibu-ibu yang usul untuk melanjutkan kegiatan merajut ini tapi tanpa mbak Diah (dijadikan sebagai kegiatan rutin merajut) yang dilaksanakan setiap hari minggu di Balai Desa Demaan.

Dokpri
Dokpri

Ibu-ibu Desa Demaan sangat berterima kasih kepada mahasiswa Unnes Giat 3 yang telah membagikan ilmunya dalam merajut, yang mana sangat bermanfaat dan berguna untuk mengisi waktu luang dan mengembangkan keterampilan merajut.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun