Mohon tunggu...
muthiah alhasany
muthiah alhasany Mohon Tunggu... Pengamat politik Turki dan Timur Tengah

Pengamat politik Turki dan Timur Tengah. Moto: Langit adalah atapku, bumi adalah pijakanku. hidup adalah sajadah panjang hingga aku mati. Email: ratu_kalingga@yahoo.co.id IG dan Twitter: @muthiahalhasany fanpage: Muthiah Alhasany"s Journal

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Belajar dari Kisah Nabi Yusuf A.S.

12 April 2021   10:46 Diperbarui: 12 April 2021   21:22 838 17 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Belajar dari Kisah Nabi Yusuf A.S.
Ilustrasi Nabi Yusuf A.S (dok.sangsabda.wordpres.com)

Saudara yang berkarakter buruk akan selalu ada, tetapi mungkin tingkat keburukannya berbeda. Jika kita merasa tidak beruntung memiliki saudara yang jelek sifatnya, ingatlah kisah Nabi Yusuf A.S. yang diperlakukan buruk oleh kakak-kakaknya.

Nabi Yusuf A.S.  bin Yakub adalah putra bungsu yang dikaruniai keistimewaan. Itulah sebabnya Nabi Yakub A.S. sangat menyayanginya. Ia tidak hanya sangat tampan, tapi juga soleh, cerdas dan berbudi pekerti tinggi. Kakak-kakaknya yang berbeda ibu, dipenuhi rasa cemburu. Mereka iri dengki dengan segala keistimewaan tersebut. 

Puncaknya adalah ketika Yusuf kecil menceritakan mimpinya, matahari, bulan dan bintang menyembah kepadanya.. Ternyata mimpi itu adalah sebuah petunjuk yang datang dari Allah SWT, bahwa kelak ia akan menjadi orang penting. Mengetahui hal itu, kakak-kakaknya membawa Yusuf dan membuangnya di sumur.

Mereka berdusta kepada Nabi Yakub A.S. kebohongan yang satu ditambah kebohongan yang lain. Nabi Yakub A.S berduka dan menangis hingga kedua matanya buta. Sementara Nabi Yusuf A.S mulai dengan perjalanan hidup yang sangat berat.

Singkat cerita, Nabi Yusuf A.S. yang ditemukan kafilah dagang, diperjualbelikan sebagai budak. Hingga akhirnya bekerja untuk seorang pembesar di sebuah kerajaan.  Dalam usia remaja, ketampanannya semakin memancar  yang membuat dia justru mendapat fitnah.

Akibatnya, Yusuf dijebloskan ke dalam penjara. Di sana ia menjadi pentakwil mimpi dengan petunjuk Allah SWT. Berkat hal itu, akhirnya ia dikeluarkan dari penjara dan diberi jabatan penting. Negeri itu mempersiapkan masa tujuh tahun paceklik yang merupakan takwil mimpi dari Yusuf.

Masa paceklik tujuh tahun membuat penduduk berdatangan meminta bantuan makanan ke kerajaan, termasuk keluarga Nabi Yakub A.S. Kakak-kakak Nabi Yusuf A.S diperintahkan untuk datang kepada pembesar yang menangani pembagian makanan. Mereka tidak tahu bahwa pejabat itu adalah adiknya sendiri.

Nabi Yusuf A.S. mengenali mereka, sebaliknya mereka  tidak mengenal sang adik yang dahulu dizalimi. Adik kecil yang sudah dewasa dan menjadi pejabat penting dalam kerajaan. Dengan caranya yang cerdik, Nabi Yusuf membuat mereka membawa ayahnya. Nabi Yakub A.S. sembuh dari buta setelah mencium bau Nabi Yusuf melalui baju yang dititipkan pada kakak-kakaknya.

Nabi Yusuf pun bertemu kembali dengan ayahnya. Mereka bersatu lagi sebagai sebuah keluarga. Nabi Yusuf memaafkan perbuatan kakak-kakaknya. Mereka hidup bahagia. 

Pelajaran dari kisah ini, cobaan dan ujian dari Allah SWT bisa berupa kakak-kakak yang zalim. Mereka bisa berbuat kejam karena iri hati atau sebab lainnya. Jalani saja semua penderitaan itu dengan tetap bertawakal kepada Allah. Memang butuh kesabaran yang tinggi, tetapi pada akhirnya berbuah manis.

Allah akan memberikan kemuliaan yang tidak terduga. Dan siapa saja yang menghinakan, walaupun itu saudara kandung, akan melihat dan menyesal. Kalau pun tidak, biarlah itu menjadi perhitungan antara mereka dengan Allah. Fokus kita,  urusan kita adalah tetap mengabdi kepada Allah SWT. 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x