muthiah alhasany
muthiah alhasany writer/blogger, traveller, politician. Pengamat politik Turki dan Timur Tengah

langit adalah atapku, bumi adalah pijakanku. hidup adalah sajadah panjang hingga aku mati

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Teka-teki Hilangnya Jurnalis di Konsulat Arab Saudi Turki (1)

10 Oktober 2018   15:20 Diperbarui: 11 Oktober 2018   17:55 2422 10 3
Teka-teki Hilangnya Jurnalis di Konsulat Arab Saudi Turki (1)
www.aljazeera.com

Sampai saat ini Turki direpotkan oleh misteri hilangnya jurnalis terkemuka Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Fakta terakhir yang diketahui umum adalah jurnalis tersebut memasuki gedung konsulat Arab Saudi, Istanbul,seminggu yang lalu. 

Jamal Kashoggi adalah jurnalis yang paling sering mengkritik kerajaan, terutama putra mahkota Arab Saudi, Muhammed bin Salman.

Arab Saudi bersikap seperti 'melempar batu sembunyi tangan', seakan berusaha menimpakan tragedi itu kepada pemerintah Turki. 

Begitu pula reaksi dari Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang menyatakan keprihatinan atas menghilangnya jurnalis tersebut. Sebagaimana diketahui, hubungan Turki dengan Arab Saudi akhir-akhir ini tidak begitu baik.

Dalam hal ini, Erdogan memerintahkan penyelidikan yang seksama untuk menemukan titik terang bagaimana menghilangnya Jamal Khasoggi.  Baik kerajaan maupun konsultat Arab Saudi tidak merespon kontak dari pemerintah Turki sejak hari pertama menghilangnya sang jurnalis. 

Jamal Khasoggi datang ke konsulat Arab Saudi untuk mengambil dokumen yang diperlukan dalam pernikahan. Calon pengantin perempuannya menunggu di luar. Ternyata jurnalis itu tidak kembali dari dalam gedung konsulat.

Jamal Kashoggi, jurnalis yang hilang (dok.mee.net)
Jamal Kashoggi, jurnalis yang hilang (dok.mee.net)
Anehnya, konsulat baru mengundang media setelah empat hari. Konsulat Arab Saudi bungkam soal hilangnya Jamal Khasoggi. Tentu saja hal ini menimbulkan banyak tanda tanya. Turki memutuskan akan memeriksa setiap pejabat konsulat, dan juga warga Arab yang datang dan pergi dari konsulat.

Berdasarkan hasil penyelidikan aparat yang berwenang di Turki, ada indikasi bahwa Jamal Khasoggi telah dibunuh secara brutal di konsulat Arab Saudi. Dugaan ini berusaha dibantah oleh pihak Arab Saudi dengan menyatakan bahwa Jamal Kashoggi telah keluar dari konsulat.

Erdogan mendesak konsulat Arab Saudi untuk membuktikan bahwa Jamal Kashoggi keluar dari konsulat dalam keadaan hidup. Kalau memang benar, pasti ada bukti rekaman dari CCTV dan catatan kedatangan tamu di konsulat. Tetapi konsulat Arab Saudi bungkam, seakan ada yang disembunyikan.

Sebagai presiden, Erdogan merasa bertanggung-jawab untuk mengungkap kasus Jamal Kashoggi. Kementrian Luar Negeri Turki meminta izin untuk memeriksa konsulat. Siapapun yang terlibat akan diproses dengan semestinya, meskipun itu melibatkan pihak kerajaan.

Reuters memberitakan, Kementrian Luar Negeri Turki telah memanggil Duta Besar Arab Saudi untuk Turki, Waleed Elkhereiji. Tidak banyak keterangan yang didapat. Oleh sebab itu aparat keamanan Turki melakukan penyelidikan secara mendalam ke konsulat.

Aparat keamanan menyelidiki 15 orang Arab yang juga datang pada saat yang sama dengan Jamal Kashoggi dan mereka meninggalkan Turki pada hari yang sama.  Tetapi penyelidikan tidak terbatas pada orang Arab, orang Turki yang memasuki gedung konsulat pada hari itu juga diperiksa.

Dari 15 orang Arab yang diperiksa, 3 orang di antaranya adalah anggota unit perlindungan Putra Mahkota Muhammed bin Salman. Menurut laporan Washington Post pada hari Selasa, intelejen AS mengetahui adanya rencana beberapa pejabat Saudi untuk menangkap Jamal Kashoggi.

Sedangkan penyelidikan aparat keamanan Turki menemukan hal yang mengerikan. Mereka menemukan bukti bahwa Jamal Kashoggi dibunuh secara brutal di dalam gedung konsulat. Sebuah gergaji digunakan untuk mencabik-cabik tubuh jurnalis tersebut.

Mengapa konsulat Arab Saudi nekat membunuh sang jurnalis? Saya akan membahasnya pada tulisan kedua.