muthiah alhasany
muthiah alhasany writer/blogger, traveller, politician. Pengamat politik Turki dan Timur Tengah

langit adalah atapku, bumi adalah pijakanku. hidup adalah sajadah panjang hingga aku mati

Selanjutnya

Tutup

Keamanan

Inilah Negara Islam yang Menindas Negara Muslim Lainnya

9 Oktober 2018   23:07 Diperbarui: 9 Oktober 2018   23:32 738 5 3
Inilah Negara Islam yang Menindas Negara Muslim Lainnya
Raja Salman (dok.mee.net)

Jeruk makan jeruk, adalah istilah yang tepat untuk digunakan kepada teman yang makan teman. Dalam hal ini yang saya maksud adalah negara muslim yang menindas negara muslim lainnya.

Idealnya, sesama negara muslim saling bantu membantu dalam berbagai hal. Apalagi itu merupakan ajaran dari agama Islam yang seharusnya diterapkan oleh pemerintah yang bersangkutan.

Namun kenyataannya ternyata tidak seindah yang diharapkan. Meski label negara itu adalah negara Islam, tidak menjamin menjalankan semua ajaran agama.

Jadi jangan kaget ketika menyadari fakta bahwa ada negara Islam yang tega menzalimi negara muslim lainnya. Hal itu sebenarnya tergantung siapa yang menjadi pemimpin dan pemerintah di negara tersebut.

Beberapa negara di bawah ini justru memiliki andil cukup besar dalam menindas bangsa muslim. Mereka menjadi pembantu atau kaki tangan negara negara Barat atau negara adidaya untuk menguasai kawasan tertentu.

1. Arab Saudi. Negara ini padahal identik dengan Islam itu sendiri. Karena nabi terakhir, Rasulullah Muhammad SAW, dilahirkan di Mekkah. Islam berkembang pertama kali di wilayah Arab Saudi.

Sayangnya setelah pasang surut kejayaan negara negara muslim, Arab Saudi bukan berkembang lebih baik. Terutama sekarang ini ketika di bawah kekuasaan dinasti Salman.

Arab Saudi lebih senang mendekati negara negara Barat. Hal itu dimulai ketika Arab Saudi memberontak terhadap kerajaan Ottoman dengan bantuan Inggris. 

Untuk beberapa dekade terakhir, Arab Saudi bersahabat dengan Amerika Serikat dan Israel. Pangkalan militer Amerika Serikat bercokol di wilayah Arab Saudi.

Arab Saudi juga mendukung setiap kebijakan Amerika Serikat untuk kawasan Timur Tengah. Maka ketika Amerika Serikat menggempur negara negara di kawasan itu, Arab Saudi ikut serta.

Pertemanan dengan Israel semakin menguat sejak pemerintahan dipegang putra mahkota Muhammad bin Salman. Putra Mahkota sering berkunjung ke Israel, mendukung pemindahan ibukota ke Yerusalem Timur.

Sebaliknya, Arab Saudi enggan membela Palestina dalam bentuk apapun. Arab Saudi membiarkan Israel berbuat semena-mena terhadap bangsa Palestina.

Bahkan Arab Saudi tega menghancurkan negeri Yaman. Ribuan orang tewas akibat serangan pasukan Arab Saudi. Sampai sekarang Arab Saudi masih juga membunuh rakyat Yaman yang tak berdosa.

Selain itu Arab Saudi memusuhi Qatar yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Qatar diblokade dengan bantuan Amerika Serikat. Sampai sampai jama'ah haji Qatar juga tidak diperkenankan masuk.

Dalam urusan Iran serta Suriah, pasukan Arab Saudi membantu pasukan Amerika Serikat dan Israel. Mereka bersama sama menekan negara negara tersebut.

2. Uni Emirat Arab. Negara ini setali tiga uang dengan Arab Saudi. Mereka seperti saudara kembar. Apa yang dilakukan Arab Saudi juga dilakukan oleh UEA. Jarang ada perselisihan antara kedua negara ini.

UEA juga mendukung Israel, menyetujui pemindahan ibukota ke Yerusalem Timur. UEA nyaris tidak pernah membantu Palestina karena kebijakan yang pro Barat.

Dalam konflik Timur Tengah, UEA juga partner terbaik Arab Saudi. Mereka kompak memusuhi Iran, Suriah dan Qatar, juga bahu membahu menghancurkan Yaman.

3. Mesir. Negara ini dikuasai oleh rezim militer. Al Sisi bisa naik ke posisi puncak dengan bantuan Amerika serikat dan Israel.

Sebagai balas budi, Mesir mendukung penuh kebijakan Amerika Serikat dan Israel. Mesir termasuk negara yang menyetujui pemindahan ibukota Israel. Pintu gerbang di perbatasan antara Mesir dan Palestina sering ditutup atas perintah Amerika Serikat dan Israel.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2