Mohon tunggu...
M. Alhasany
M. Alhasany Mohon Tunggu... Penulis - Pemerhati politik Turki dan Timur Tengah

Pengamat politik Turki dan Timur Tengah. Moto: Langit adalah atapku, bumi adalah pijakanku. hidup adalah sajadah panjang hingga aku mati. Email: ratu_kalingga@yahoo.co.id IG dan Twitter: @muthiahalhasany fanpage: Muthiah Alhasany"s Journal

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi Artikel Utama

Empati yang Hilang di Commuter Line

17 September 2015   17:56 Diperbarui: 17 September 2015   18:01 3738 36 36
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

[caption caption="yg muda tak mau mengalah (dok. Debby.B.Muis)"][/caption]

Zaman sekarang kita tak bisa banyak berharap masih ada empati dalam transportasi massal seperti Commuter line. Tidak ada lagi anak muda yang menghormati orang tua, atau laki-laki yang menghormati wanita. Semua bersikap tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Masing-masing mengutamakan diri sendiri, sangat individualistis. Jadi, kalau kita naik commuter line bersiaplah untuk tetap berdiri walau tubuh merasa sangat lelah. Karena belum tentu kita mendapat tempat duduk karena berstatus orang tua atau pun perempuan.

Saya pernah naik commuter line ke arah Bogor yang saat itu dalam kondisi yang cukup padat. Pada mulanya saya berdiri,  deretan tempat duduk di hadapan saya ada laki-laki dan mahasiswi. Beruntung laki-laki salah satu laki-laki tersebut turun pada stasiun berikutnya sehingga saya mendapat tempat duduk. Saya menarik nafas lega, karena memang merasa cukup lelah karena kegiatan sepanjang hari. Setelah dua stasiun, ada perempuan hamil naik dan berdiri di dekat saya.

Saya berharap ada laki-laki yang mau mengalah untuk memberikan tempat duduk kepada wanita tersebut. Atau setidaknya, mahasiswi yang duduk di sebelah saya, karena dia masih muda dan tampak segar,yang sejak tadi cuma bermain gadget. Tapi tunggu punya tunggu, tak ada yang mau berdiri sama sekali. Dalam hati saya menggerutu,"Duh, bagaimana ini. keterlaluan sekali tidak ada yang mau mengalah pada wanita hamil."

Lantas saya coba mengimbau mahasiswi yang duduk di sebelah saya,"Mbak, tolong berikan tempat duduk kepada wanita hamil. Kasihan kan,"

Eh, bukannya berdiri, mahasiswi itu justru melengos, membuang muka. Lalu dia berpura-pura sibuk lagi dengan gadgetnya. Saya geleng-geleng kepala.

"Sudahlah, tidak apa-apa saya berdiri," kata perempuan hamil tersebut.

Saya tidak sampai hati. Saya tahu bagaimana lelahnya perempuan yang sedang hamil, apalagi jika sudah memasuki usia kandungan di atas lima bulan. Kemudian saya pun berdiri memberikan tempat duduk kepadanya.

"Duduklah sini, biar saya yang berdiri,"

"Tak usah Bu. Tidak apa-apa," semula dia menolak.

Namun saya meyakinkan dia dengan tersenyum. "Saya ikhlas kok,"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Birokrasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan