EmNooris
EmNooris Karyawan Swasta

Karyawan biasa yang menggemari sepakbola, sedang dan terus belajar berwirausaha. (Kadang) tertarik terhadap isu-isu sosial, politik dan kebudayaan.

Selanjutnya

Tutup

Atletik Pilihan

Lalu Muhammad Zohri, Sang Penembus Batas!

17 Juli 2018   14:35 Diperbarui: 17 Juli 2018   14:51 709 1 1
Lalu Muhammad Zohri, Sang Penembus Batas!
tangkapan layar dari YouTube

Andaikata semua kata-kata pujian di keluarkan, rasanya tidak akan cukup untuk menggambarkan kehebatannya. Ya dialah Lalu Muhammad Zohri, pelari muda fantastis berusia 18 tahun asal Nusa Tenggara Barat yang baru saja mengguncang dunia. Satu minggu terakhir, pemberitaan media massa dan jagat dunia maya Indonesia diramaikan dengan keberhasilannya meraih medali emas nomor 100 m di Kejuaraan Dunia Atletik Junior U-20 018  di Ratina Stadium Tampere, Finlandia dengan catatan waktu 10.18 detik. 

Catatan ini hanya terpaut 0,01 detik lebih lambat dari rekor nasional dan rekor SEA GAMES (Asia Tenggara) atas nama Suryo Agung Wibowo dengan catatan waktu 10.17 detik. Kesuksesan Zohri bagaikan tetesan embun pagi yang segar bagi masyarakat Indonesia setelah kekalahan timnas U-19 dari Malaysia di AFF Cup U-19 dan di tengah keringnya prestasi olahraga Indonesia. 

Menarik untuk mengulik prestasi yang berhasil ditorehkan oleh Zohri, mengingat selama ini pemberitaan tentang sepak terjangnya, sampai dia Juara di Kejuaraan Asia Junior pun sepi diberitakan. 

Satu bulan terakhir media dan masyarakat disibukkan hingar bingar Piala Dunia, isu-isu politik Pilkada dan desas-desus bursa capres-cawapres yang selalu digoreng oleh media. Lebih menarik lantaran latar belakang Zohri yang berasal dari keluarga sangat sederhana di Nusa Tenggara Barat dengan fasilitas yang serba terbatas.

List Pelari Di Final 100 m Kejuaraan Dunia Atletik U-20 (myhiton.com)
List Pelari Di Final 100 m Kejuaraan Dunia Atletik U-20 (myhiton.com)
Menjadi juara dunia nomor 100 meter, meskipun di level junior adalah prestasi yang spektakuler, mengingat ini adalah event resmi yang diselenggarakan IAAF (International Association of Athletics Federations/Federasi Atletik Internasional) dan hanya diikuti atlet-atlet terbaik di seluruh dunia. Dalam sejarah belum pernah ada atlet Indonesia yang menjadi juara di nomor apapun di Kejuaraan Dunia Atletik Junior.

Jadi apa yang ditorehkan oleh Zohri adalah "Spektakuler". Di ajang itu dia mengalahkan sprinter-sprinter junior terbaik dari Benua Amerika, Eropa, Afrika dan Asia. 

Amerika Serikat dan Jamaika yang selama ini banyak melahirkan sprinter-sprinter terbaik dunia pun berhasil dikalahkan. Nama-nama beken seperti Carl Lewis, Ben Johson, Michael Johnson, Maurice Green, Asafa Powell dan manusia tercepat dunia Usain Bolt adalah sederet juara dunia sprint yang dihasilkan oleh dua negara tersebut. Pada nomor ini dua pelari Amerika Serikat, Eric Harisson dan Anthony Schwartz diunggulkan untuk meraih gelar, mengingat track record keduanya selama ini sangat baik. 

Hal ini ditandai dengan mereka berdua menempati lintasan tengah, 4 dan 6 pada saat race dilakukan, pertanda memang kedua pelari diunggulkan untuk menjadi juara, sementara Zohri dia berlari dari lintasan 8, lintasan paling ujung yang juga sebagai penanda bahwa dia tidak diunggulkan. Di kedua negara itu, fasilitas, sport science dan sistem pelatihan untuk olahraga atletik adalah yang terbaik di dunia. 

Ditunjang lagi dengan materi sumberdaya manusianya, dua negara itu banyak memiliki atlet dengan struktur dan postur tubuh yang sangat baik. Tetapi semua hal tersebut berhasil dikalahkan oleh seorang Lalu Muhammad Zohri. Dia mampu menembus semua batas-batas yang ada, dia hanya fokus berlari sekencang-kencangnya dan hasilnya membuat kita semua tercengang. 

Seorang pelari dari Indonesia mampu tampil menjadi juara dunia dan meraih medali emas di Kejuaraan Dunia Atletik U-20. Zohri tidak hanya keluar sebagai juara di perlombaan itu, tetapi dia juga telah menjadi pemenang di kehidupannya. Kemenangan ini sebenarnya menunjukkan kepada dunia dan kita semua, bahwa orang Indonesia memiliki potensi untuk menjadi yang terbaik di dunia dalam bidang apapun. 

Kerja keras, tekad kuat dan disiplin tinggi adalah jalan untuk menuju ke sana. Sekedar informasi, bahwa Zohri belum genap 1 tahun berlatih di Pelatnas. Bisa dibayangkan apabila dia sudah berlatih lebih lama di pelatnas dengan standar fasilitas yang baik, bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan dia akan menjadi Juara Asia atau bahkan Juara Dunia untuk level senior. 

Sebelum ini dia banyak berlatih di daerah dengan fasilitas yang terbatas, bahkan untuk sepatu saja dia memakai sepatu sederhana yangber harga murah. Bisa disimpulkan bahwa Zohri dianugerahi bakat yang "luar biasa", sehingga dengan sedikit sentuhan pelatihan modern di pelatnas saja dia sudah mampu tampil sebagai Juara Dunia. 

Menjadi tugas berat bagi PB. PASI untuk me "maintenance" talenta emas ini supaya ke depan benar-benar berkembang dan bisa lebih mengharumkan nama Indonesia di event dan level yang lebih tinggi lagi. 

Foto Finish Lari 100 m Kejuaraan Dunia Atletik U-20 (iaaf.org)
Foto Finish Lari 100 m Kejuaraan Dunia Atletik U-20 (iaaf.org)
Lalu Muhammad Zohri berfoto bersama 2 pelari AS setelah memenangkan nomor lari 100 m putra Kejuaran Dunia Atletik di Tampere, Finlandia (iaaf.org)
Lalu Muhammad Zohri berfoto bersama 2 pelari AS setelah memenangkan nomor lari 100 m putra Kejuaran Dunia Atletik di Tampere, Finlandia (iaaf.org)
Kini Indonesia dan dunia sudah tahu, bahwa ada seorang pelari dari Indonesia yang berangkat dari segala keterbatasan bisa menaklukkan dunia. Tugas pemerintah dan kita semua untuk memberikan support kepadanya agar dia tetap menjadi juara-juara di event lainnya. Jangan sampai kemenangan Zohri justru dipolitisir. 

Sudah waktunya olah raga menjadi sesuatu yang "merdeka", biarkanlah tumbuh berkembang sendiri tanpa campur tangan politik. 

Dengan begitu akan bisa memberikan lebih banyak lagi kebanggaan bagi bangsa Indonesia. "Sang Penembus Batas", Lalu Muhammad Zohri telah menunjukkan bahwa dengan segala keterbatasan dia bisa memberikan kebanggaan. 

Terima kasih atas embun yang kau teteskan, terima kasih untuk pelepas dahaga yang engkau berikan. Teruslah berlari Zohri, tembus dan robohkanlah batas-batas yang ada di depanmu, kemenanganmu adalah kebanggaan bagi kami semua.