Mohon tunggu...
Elvina Desti Saputri
Elvina Desti Saputri Mohon Tunggu... Mahasiswa

Pendidikan Bahasa Inggris 2018, Universitas Jambi

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Analisis Perilaku Para Artis dan Pesohor yang Suka Pamer Harta

19 April 2021   16:37 Diperbarui: 19 April 2021   17:36 55 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Analisis Perilaku Para Artis dan Pesohor yang Suka Pamer Harta
Artis yang suka pamer harta / tribunnews

Dunia hiburan dan selebriti menjadi topik yang tidak pernah habis untuk diperbincangkan. Selalu ada pembaruan dan berita yang hangat mengenai para selebriti yang menarik perhatian masyarakat akan kehidupan sang pesohor. Mulai dari gaya hidup, keluarga, hingga kehidupan pribadi sang artis. Oleh sebab itu, tak heran jika berita entertainment menjadi berita yang dinanti-nantikan oleh para penggemar baik di televisi maupun di media sosial seperti YouTube, Instagram, Facebook, Twitter, dan lain-lain yang dapat diakses melalui smartphone. 

Hampir semua lapisan masyarakat di Indonesia saat ini telah menggunakan internet. Hal ini dimanfaatkan oleh para pesohor dan menjadi peluang yang besar untuk menaikkan pamor mereka. Konten media sosial seperti YouTube dan Intagram saat ini telah menjadi ajang perlombaan untuk pamer kekayaan dan status sosial mereka. Status sosial menjadi hal yang perlu dipertahankan untuk menjadi terkenal dan populer di kalangan masyarakat. 

Banyak cara yang mereka lakukan untuk mempertahankan status sosial mereka seperti, pamer kekayaan, pamer kemesraan dengan pasangan, hingga membuat konten bagi-bagi uang. Hal ini biasanya banyak dilakukan oleh para selebriti dan selebgram. Para audience atau penggemar yang mengikuti dan berlangganan di kanal media sosial sang artis tentu memiliki tuntutan dan standar ekspektasi terhadap sang artis. Sehingga, hal itulah yang membuat para artis berusaha untuk memenuhi standar ekspektasi tersebut. 

Beberapa dari selebriti bahkan sengaja membuat sensasi yang bertujuan untuk menaikkan pamor mereka, sehingga banyak perhatian masyarakat dan awak media yang tertarik untuk mengikuti berita tentang mereka. Hal itu tentu akan menjadi pundi-pundi uang yang akan menambah kekayaan dan popularitas mereka. 

Apabila pengikut dan pelanggan kanal sosial media mereka bertambah, tentu banyak endorsement atau iklan yang akan mereka dapatkan. Mereka hanya perlu membuat konten dan video endorsement untuk ditayangkan dan kemudian mendapatkan uang. Hidup menjadi semakin mudah tanpa harus kerja banting tulang untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidup mereka. Hal inilah yang membuat banyak orang terjun ke dunia entertainment dan selebgram. 

Sayangnya, konten-konten yang berisi pamer kekayaan dan penuh sensasi tersebut  tidaklah bersifat mendidik dan bermanfaat. Namun, konten-konten tersebut justru mendapatkan perhatian yang tinggi dari masyarakat Indonesia. konten-konten edukasi dan informasi harus bersaing dengan konten-konten yang kurang bermanfaat yang notabennya lebih disukai oleh masyarakat. Hal ini bukan sepenuhnya kesalahan sang konten kreator, mereka tentu kreatif dan mengerti akan pasar atau konten yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Seharusnya, masyarakat khususnya penggunan sosial media dan internet bersikap lebih cerdas dalam memilih tontonan.  

Pamer kekayaan adalah tindakan yang tidak terpuji. Pamer kekayaan dapat memicu timbulnya penyakit hati seperti iri dan dengki terhadap orang lain. Lagi pula, harta yang dimiliki manusia di dunia tidaklah bersifat kekal dan hanyalah titipan dari Yang Maha Kuasa. Memiliki harta yang berlimpah tidak akan menjamin kebahagiaan dan ketentraman hati seseorang, namun justru akan menimbulkan sifat sombong terhadap diri seseorang. Selain itu, jika seseorang ingin membagikan harta kepada orang lain (bersedekah), hendaklah ia tidak menyebutkan dan memberitahukannya terhadap orang lain. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari rasa malu dan sakit hati yang dirasakan oleh orang yang menerima harta tersebut.

Meskipun demikian, tidak semua selebriti melakukan hal tersebut. Beberapa dari para selebriti ada yang justru memberikan contoh dan cerminan yang baik terhadap para penggemarnya. Banyak dari mereka yang saat ini telah memutuskan untuk berhijrah dan menyebar kebaikan melalui konten-konten di akun media sosial mereka. 

Masyarakat Indonesia, khususnya para pemuda yang menggunakan sosial media pun saat ini telah banyak yang termotivasi untuk berhijrah dan meninggalkan tontonan ataupun konten-konten yang tidak bermanfaat. Hal tersebut patut untuk disyukuri terutama pada masa akhir zaman seperti saat ini.

VIDEO PILIHAN