Mohon tunggu...
Elvidayanty Darkasih
Elvidayanty Darkasih Mohon Tunggu... Freelancer - Pekerja lepas

Email : elvi.jambi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Foodie

Lezatnya Tumis Pedas Kerang Senteng (Simping)

9 Juli 2021   16:46 Diperbarui: 9 Juli 2021   16:58 699 21 7
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Senteng/simping tumis pedas. (Foto : Elvidayanty Darkasih)

Lebih dari sebulan saya berada di Tembilahan, ibukota Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Negeri dengan wilayah perairannya yang luas, dengan aneka kuliner lautnya yang nikmat. Beberapa kali saya melewati pasar tradisional, saya sering melihat kerang pipih berwarna abu-abu pekat dijual pedagang. Rasa penasaran terpaksa ditahan setiap kali mau mampir karena melihat kerumunan warga yang masih abai protokol kesehatan, baik pembeli maupun pedagang.

"Wah...itu namanya Senteng, Kak. Rasanya mirip kerang darah, tapi lebih enak." Ucap Ary, adik di tempat saya bekerja. Makin penasaranlah saya sama si Senteng ini. "Siang seperti ini biasanya sepi, Kak. Asal lumpurnya tidak dibersihkan, dia masih segar sampe sore atau malam nanti." Kata Ary lagi. 

Tak menunggu lama, setelah shalat Dzuhur saya segera ke pasar. Kebetulan lokasinya tidak jauh dari kantor tempat saya bekerja, sekitar 5 menit-an saya sudah tiba di pasar. Dan benar saja, suasana pasar lebih sepi dan lebih tenang. Saya menuju lapak penjual kerang senteng. 

Lapak penjual senteng/simping di pasar tradisional Tembilahan. (Foto : Elvidayanty Darkasih)
Lapak penjual senteng/simping di pasar tradisional Tembilahan. (Foto : Elvidayanty Darkasih)

Di Tembilahan, kerang simping biasa disebut dengan "sinting" atau "senteng". Harga kerang senteng per kilogram dibandrol Rp. 15.000,- ( lima belas ribu rupiah). Harga yang menurut kakak ipar saya lumayan mahal, karena sebelumnya senteng hanya dihargai Rp. 3.000,- (tiga ribu rupiah) per kilogram. "Senteng sudah semakin sulit dicari, makanya harganya sekarang mahal," cerita kakak ipar saya.

Kerang senteng (simping) juga dikenal dengan nama tiram kaca jendela, mungkin karena cangkangnya yang putih berkilauan seperti kaca. Dengan nama latin placuna placenta, senteng/simping ini selain rasanya yang lezat, cangkangnya juga berharga untuk dijadikan bahan kerajinan.  

Tiba di rumah, saya membersihkan senteng di air yang mengalir. Lumpur yang tebal membuat warna cangkang senteng yang sebenarnya putih berkilauan menjadi abu-abu kehitaman. Saya menyikat satu per satu cangkang senteng agar bersih dari lumpur. 

Senteng/simping yang sudah dicuci bersih, siap dimasak. (Foto : Elvidayanty Darkasih)
Senteng/simping yang sudah dicuci bersih, siap dimasak. (Foto : Elvidayanty Darkasih)

Setelah bersih dari lumpur, saya menyiapkan bumbu untuk memasak senteng. "Ditumis pedas aja enak kok. Nggak susah masaknya. Yang repot itu bersihin lumpur dari cangkangnya." Ucap kakak ipar saya.  

Saya menyiapkan bawang merah, bawang putih, cabe rawit merah, kunyit bubuk, dan lada putih bubuk. Bawang merah, bawang putih, dan cabe rawit saya iris, lalu ditumis dengan sedikit minyak goreng. Setelah bawang kecoklatan, saya tambahkan air dan garam, setelah airnya mendidih, saya masukkan senteng/simping lalu aduk rata. Sekitar 3 menit kemudian, cangkang senteng/simping terbuka dengan sendirinya. Ini tanda senteng/simping masak dan siap dikonsumsi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan