Mohon tunggu...
Elvi Anita Afandi
Elvi Anita Afandi Mohon Tunggu... Lainnya - FAIRNESS LOVER, MAGISTER EKONOMI, PENYULUH AGAMA

Agama tidak melarang suatu perbuatan kalau perbuatan itu tidak merusak jiwa. Agama tidak memerintah, jika perintah itu tidak membawa keselamatan jiwa.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

LPTQ dan MTQ antara Gebyar Penyelenggaraan dan Pembumian Nilai-Nilai Al Quran

7 September 2022   15:30 Diperbarui: 7 September 2022   15:33 178 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
MTQ Tk. Kec. Ciawi (Kab. Bogor) Ke-44 Tahun 2022 (Dokpri)

Keistimewaan  Al Quran paling tidak ada tiga aspek: ketelitian dan keindahan redaksinya, isyarat-isyarat ilmiahnya dan pemberitaan hal gaib masa lalu dan masa yang akan datang yang diungkapkannya. (M.Quras Shihab)

Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an atau LPTQ dibentuk dilatarbelakangi oleh adanya harapan dan tujuan agar keberadaan Al Qur'an dapat dihayati dan diamalkan ajarannya dalam kehidupan masyarakat  muslim Indonesia yang berasaskan Pancasiala. Agar lebih berdaya guna dan berhasil guna LPTQ dibentuk  secara hirarkhis di seluruh Indonesia dari yang tertinggi di tingkat nasional hingga yang terendah di tingkat kecamatan.

Pengurus LPTQ yang telah dibentuk memiliki tugas dan tanggung jawab menyelenggarakan kegiatan STQ atau Seleksi Tilawatil Quran dan yang umum MTQ atau Musabaqah Tilawatil Qur'an sesuai tingkatan dari kecamatan hingga nasional. Bukan hanya itu Pengurus LPTQ memiliki tugas dan tanggung jawab menyelenggarakan pembinaan seluruh Cabang MTQ, meningkatkan pemahaman Al Qur'an melalui penterjemahan, pentafsiran, pengkajian dan klasifikasi ayat-ayat Al Quran serta yang tak kalah penting bertugas meningkatkan penghayatan dan pengamalan Al Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasar regulasi terkait LPTQ selalu disebutkan bahwa segala biaya terkait tugas dan tanggungjawab LPTQ dibebankan kepada  Anggaran dan Pendapatan Negara atau Daerah dan sumbangan masyarakat.

Sayangnya, acap kali ada kecenderungan   bahkan nyaris pasti bahwa LPTQ hanya fokus pada gebyar pelaksanaan MTQ  yaitu perlombaan seni baca, hafalan, tafsir, syarah, seni kaligrafi, penulisan karya tulis ilmiah al Qur'an, dan hafalan al-Hadits yang benar-benar dalam koteks lomba, sehingga tugas lain ada kecenderungan terabaikan dari waktu ke waktu.

Tujuan penyelenggaraan MTQ sendiri "memelihara, mengembangkan, dan/atau meningkatkan pengetahuan, pemahaman, penghayatan, pengamalan, dan/atau penyebarluasan al-Qur'an dan al-Hadits; dan menjadikan al-Qur'an dan al-Hadits sebagai spirit pembangunan nasional berdasarkan pendekatan agama. Ini sebuah tujuan yang tidak sekedar sangat mulia tetapi juga menyimpan amanah berat yang luar biasa, dan perlu langkah-langkah kongkrit yang sistematis dan jelas untuk dapat diwujudkan. Jika tidak, maka kembali ini hanya menjadi hal yang indah di atas kertas, penuh gebyar sesaat dalam penyelenggaraan kegiatan namun sepi secara esensinya. Ruh MTQ, yaitu pembumian nilai-nilai ajaran Al Qur'an tidak sampai menyentuh kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai substantif dalam setiap cabang lomba dalam ajang MTQ seperti seni baca al-Qur'an (terdiri: tartil, tilawah daan qiroah sab'ah); hafalan al-Qur'an; tafsir al-Qur'an (Bahasa Indonesia, Arab dan Inggris); fahm al-Qur'an; syarah al-Qur'an; seni kaligrafi al-Qur'an (naskah, hiasan mushaf, dekorasi dan kontemporer); hafalan al-Hadits (dengan sanaad dan tanpa sanad); dan/atau penulisan karya tulis ilmiah menyimpan potensi besar dalam berkontribusi terhadap pembangunan mental bangsa Indonesia. 

(Dokpri)
(Dokpri)

 Tindak lanjut kerja LPTQ pasca gebyar penyelenggaraan MTQ seharusnya diprogramkan dengan kegiatan pembinan yang terstruktur dan periodik. Tidak hanya pembinaan kepada sang Juara lomba tetapi lebih dikembangkan lagi dengan klasifikasi. Peserta pembinaan mana saja yang dipersiapkan ke ajang lomba lebih tinggi dan mana peserta pembinaan yang bersifat pengembangan sasaran. Sehingga kader-kader Qur'ani tidak kehabisan stok atau paling tinggi pesertanya itu-itu saja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan