Mohon tunggu...
ELSA WULANDARI
ELSA WULANDARI Mohon Tunggu... Mahasiswa - Agriculture Engineering Universitas Jenderal Soedirman

Hallo! Saya Elsa Wulandari. Tulisan ini memuat mengenai Opini dan Hasil kajian. Selamat Membaca, semoga bermanfaat!!

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Mengulas Fenomena Remaja Jompo, Apakah Penyebabnya?

21 April 2022   09:23 Diperbarui: 21 April 2022   09:29 622
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Memasuki umur 20 tahunan, dimana masa-masa kesibukan remaja yang semakin memuncak. Terlebih, hidup di masa remaja sekarang terbilang sebagai suatu hal yang cukup rumit. Dimana mereka harus dihadapkan dan terpaksa menyesuaikan diri dengan pola keadaan baru setelah dilandanya pandemik Covid-19. 

Fase remaja dan bertambahnya usia yang berbanding lurus dengan intrik kehidupan remaja, yang mana diyakini memiliki fisik kuat nan sehat. Namun, kondisi tersebut sekarang justru malah berbalik dengan kenyataan kondisi remaja sekarang.

Umumnya, penamaan jompo identik dengan orang tua atau lansia yang sudah berumur, namun belakangan ini istilah tersebut terasa melekat dan merajalela pada remaja. Julukan "Jompo" sudah tidak asing lagi didengar bahkan diperbincangkan oleh banyak orang, terkhususnya mereka para remaja. 

Lucunya, tak jarang juga remaja sekarang yang menggeborkan tagline "lansia berkedok remaja". Bukan tanpa alasan, julukan menggelitik tersebut ditujukan pada mereka remaja dengan kondisi fisik seperti lansia yang mudah Lelah, letih, pegal-pegal, bahkan malas dan tak bisa rasanya jauh dari minyak-minyakan dan perkoyoan. 

Hal tersebut seakan ramai dijadikan sebagai bahan candaan publik, yang relate dengan kondisi fisik remaja sekarang. Bahkan, julukan tersebut pernah menduduki rating tertinggi pada dunia pertiktokan, yang kemudian diserbu banyak komentar-komentar afirmasi dari para remaja lainnya yang turut merasakan fenomena tersebut.

Lantas, apa sih yang menyebabkan terjadinya fenomena remaja jompo? Berikut penjelasannya, yuk simak baik-baik

1. Malas berolah raga atau kurang aktivitas fisik

Munculnya julukan "remaja jompo" kian ramai pada masa pandemic covid-19, dimana keadaan tersebut mengharuskan setiap orang untuk melakukan segala aktivitas fisiknya dari rumah. Mulai dari bersekolah, ibadah, dan bekerja. Hal tersebut memicu berkurangnya aktivitas fisik yang dilakukan oleh para remaja.

Hal tersebut juga sejalan dengan kegiatan berolah raga para remaja. Setelah melakukan diskusi dan perbincangan ringan dengan beberapa remaja, kebanyakan mereka mengatakan bahwa pada masa pandemik, aktivitas yang dilakukan didepan komputer lebih banyak, mulai dari duo bahkan tripel meet atau zoom baik untuk rapat organisasi atau mengerjakan tugas hingga larut malam. 

Tambahan kesibukan tersebut mengharuskan remaja untuk duduk menghadap laptop atau gadgetnya sepanjang waktu, hingga tidak ada waktu untuk berolah raga.

2. Merokok dan beralkohol

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun