Mohon tunggu...
Elly Suryani
Elly Suryani Mohon Tunggu... Pekerja sekaligus blogger

Ngopi disela tiupan angin. Pekerja yang senang melihat dan menganalisa trend data.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

The World Of The Married, Pertempuran 2 Perempuan di antara Lelaki Tak Becus

13 Juni 2020   13:27 Diperbarui: 13 Juni 2020   14:06 1801 33 12 Mohon Tunggu...
Lihat foto
The World Of The Married, Pertempuran 2 Perempuan di antara Lelaki Tak Becus
Sumber Foto: kompas.com

Sesungguhnya dari kemarin saya senyum-senyum ketika ada notifikasi Kompasiana mampir ke akun saya. Menyodorkan sebuah Topik Pilihan baru yang seksi, judul Topiknya adalah "Memuaskan Pasangan, Urusan Siapa?". 

Lalu sambil lalu saya berkata dalam hati, ya urusan sama-sama, kalau mau enak dan fair. Tapi percayalah saya, jangan terobsesi untuk memuaskan pasangan sebab anda bukan alat pemuas. Anda bukan dildo, bukan pula alat pemuas sex lain. Harmonis di ranjang dan di rumah tangga secara luas harus diupayakan secara kompak dan berbarengan. Tetapi sebelum mikir memuaskan pasangan, masing-masing harus lincah dulu mencapai puncak. Jika anda sampai kesana, pasti pasangan anda bangga dan bahagia. Kalau dua-dua melakukan, kan sama-sama puas dan bahagia toh.  

Itu pikiran saya kemarin. Kemudian saya lupa topik ini dan tenggelam dengan aneka urusan dan kesibukan lain. Malam hari sepulang kerja saya kebut semalam menonton series Drakor "The World Of THe Married"  hingga saya menemukan benang merahnya. 

Ya, sebagian orang tua zaman dulu akan berpesan kepada anak perempuannya supaya kelak ketika sudah berumah tangga untuk  menjaga kehangatan ranjang supaya suami  puas dan betah. Ranjang harmonis, rumah tangga harmonis, toto tentrem kerto raharjo. Begitulah. Saya sih tidak sepenuhnya setuju. Orang berselingkuh kadang karena ingin mencari sesuatu yang lain. Entahlah.

Ketika saya kebut semalam menonton TWOTM, pahamlah saya, saya kembali menemukan sebuah contoh lagi,  afirmasi bahwa bahwa kepuasan ranjang bukan penyebab rumah tangga tidak harmonis. Ranjang harmonis, kadang tidak bisa menyurutkan naluri nakal beberapa lelaki untuk melirik godaan di luar sana. 

Mau tau lebih jelas baca review saya terhadap serie Drakor The World of The married di bawah ini

Bagaimana Saya menontonnya ?

Drama series ini konon  yang merupakan remake dari series barat Dr.Foster ini dibuat oleh sutradara katanya cukup terkenal di Korea Selatan, Mo Wan Il dan penulis naskah Joo Hyun, sumpah betapa sulitnya saya mengeja nama mereka.

Saya menontonnyo dari channel youtube dengan episode-episode dalam subtitel Indonesia (sengaja saya cari begitu supaya mudah mencerna). Saya tidak menonton secara urut satu persatu seluruh serie sebagaimana para penonton drama serie lakukan. Kadang tak urut. Kadang saya harus kembali ke serie sebelumnya demi mendapat keutuhan cerita. Saya tak punya waktu dan energi untuk menonton sehari satu episode, lalu menyimpan ingatan akan ceritanya, kemudian lanjut episode berikut besok. Oh no.

Seperti biasa, kalau sesuatu di kepala saya terusik,  dengan kata lain terprovokasi dan terkompori oleh aneka celoteh kawan-kawan dan lingkungan soal keseruan drakor ini, saya akhirnya akan nonton jua. Tapi ya nonton dengan cara saya.

Saya nonton sekaligus beberapa episode. Kadang tak urut. Kadang saya ulang lagi demi mendapat keutuhan cerita. Saya lakukan sore menjelang pulang ke rumah hingga lanjut malam hari. Kebetulan kemarin tidak ada pekerjaan yang harus saya lanjut dari rumah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x