Mohon tunggu...
Elang Salamina
Elang Salamina Mohon Tunggu... Petani - Serabutan

Ikuti kata hati. Itu saja...!

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Risma Diserang, Rocky Gerung, Riza Patria Kalap dan Salah Alamat

10 Januari 2021   13:47 Diperbarui: 10 Januari 2021   14:44 1300
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.


MENGUTIP salah satu pribahasa yang berbunyi "semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpanya" rasanya pantas bila dialamatkan pada Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Buktinya, begitu dipercaya jadi orang nomor satu di Kementrian Sosial, mantan Wali Kota Surabaya ini langsung menjadi pusat perhatian publik. 

Tak berselang lama sorotan atau perhatian terhadap Risma, sapaan akrab Tri Rismaharini, berubah jadi bentuk serangan atau kritik pedas. Masalahnya, wanita kelahiran Kediri, 20 November 1961 ini langsung menggebrak dengan aksi blusukan ke beberapa wilayah di Kota Jakarta. 

Yang menyerang Risma bukan orang-orang sembarangan. Mereka adalah tokoh-tokoh tanah air yang kerap wara-wiri dalam konstelasi politik nasional. Sebut saja, Fadli Zon, Rocky Gerung, Ahmad Riza Patria, serta Hidayat Nur Wahid. 

Hampir rata-rata narasi yang dibangun oleh nama-nama tersebut di atas adalah aksi blusukan Risma dianggap sebagai aksi pencitraan semata. Demi mengincar kursi Gubernur DKI Jakarta. Bahkan, tak mustahil Pilpres 2024. 

Baru, paska Risma blusukan ke sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (5/1) dan menemukan beberapa gelandangan di sana, arah kritikan mulai tendensius. Rata-rata, mereka menilai aksi Risma ini setingan alias hanya drama. 

Rocky Gerung dengan logika akal sehatnya menilai, Jalan Thamrin adalah wilayah elit, sehingga mustahil ada gelandangan di sana. Sementara, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria dengan percaya diri menggunakan testimoni atau pengalaman pribadi selama menetap di ibu kota. Menurut politisi Gerindra ini, sejak dia kecil hingga sekarang tidak pernah menemukan satu gelandangan pun di daerah tersebut. 

Adanya pernyataan atau pengakuan tersebut, Risma kontan menjadi bahan bulan-bulanan sebagian publik dan warganet. Narasi-narasi pencitraan yang sebelumnya telah dibangun para pengkritik Risma menjadi fakta tak terbantahkan. 

Sejenak, para pengkritik ini merasa di atas angin. Bahkan, mungkin diam-diam Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pun tersenyum bahagia. Merebaknya wacana aksi "setingan" Risma, setidaknya tekanan terhadap Anies sedikit berkurang. Atau, bahkan boleh jadi berbalik unggul. 

Namun, tak lama kemudian faktanya langsung berbalik. Logika akal sehat Rocky yang selau dibangga-banggakan berubah jadi logika sesat, dan pengalaman pribadi Ahmad Riza tak lebih dari testimoni asal cuap, kalau tidak ingin dikatakan ngibul. 

Skak Mat. Itu mungkin kata yang tepat buat keduanya. Sebab, setelah ribut-ribut soal Risma menemukan gelandangan yang berujung banyak nerima benturan, Satpol PP Jakarta Pusat menjaring 29 gelandangan yang tersebar di sekitar Jalan Sudirman-Thamrin. 

"Hasil kegiatan, ada 29 orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Terdiri dari 24 laki-laki dan 5 perempuan," kata Kepala Seksi PPNS dan Penindakan Satpol PP Jakarta Pusat, Gatra Pratama Putra, Rabu (6/1). Dikutip dari Republika.com

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun