Mohon tunggu...
Elang Maulana
Elang Maulana Mohon Tunggu... Petani
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Hanya manusia biasa yang mencoba untuk bermanfaat, bagi diri dan orang lain..

Selanjutnya

Tutup

Balap Pilihan

Ajang Balapan Formula E Ditunda Anies Baswedan

11 Maret 2020   10:50 Diperbarui: 11 Maret 2020   10:57 95 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ajang Balapan Formula E Ditunda Anies Baswedan
sumber: Indosport


AJANG balap mobil Formula E yang sejatinya akan diselenggarakan pada bulan Juni tahun ini akhirnya resmi ditunda. 

Penundaan ini dikarenakan adanya penyebaran wabah virus corona covid-19, yang semakin menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia selaku tuan rumah.

Dilansir detikcom, penundaan tersebut dituangkan  dalam surat Nomor 117/-1.857.73, ditandatangani langsung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang ditujukan kepada Organizing Committee Jakarta E-Prix tanggal 9 Maret 2020.

"Mencermati perkembangan COVID-19 di berbagai belahan dunia khususnya di DKI Jakarta, maka peyelenggaraan Formula E yang semula dijadwalkan pada bulan Juni 2020 agar ditunda pelaksanaannya," demikianlah bunyi surat tersebut seperti yang diterima detikcom, Rabu (11/3/2020).

"Demikianlah pemberitahuan ini disampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih," imbuhnya.

Dalam pandangan penulis, cukup bisa dipahami jika ajang balapan mobil listrik tersebut akibat wabah virus corona. 

Sebab, virus yang awalnya ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, China ini memang semakin masiv penyebarannya hingga menimbulkan kekhawatiran banyak pihak.

Bukan hanya ajang balapan Formula E saja yang terpaksa ditunda penyelenggaraannya. Di negara-negara lain juga tidak sedikit aktifitas yang terpaksa berlaku hal serupa, bahkan sampai diberhentikan sementara.

Salah satu contohnya adalah Liga sepak bola Serie A di Italia. FIGC atau PSSI nya Italia terpaksa menghentikan liga sepak bolanya karena penyebaran virus corona di Negeri Pizza ini semakin parah. Ratusan korban jiwa telah melayang akibat keganasan virus dimaksud.

Disamping itu, penundaan juga terjadi pada ajang balap Moto GP Thailand 2020. Penyelenggaraan balap kuda besi yang sejatinya berlangsung bulan ini ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Di luar kegiatan di atas, masih ada sederet kegiatan-kegiatan lain yang terpaksa ditunda penyelenggaraannya akibat merajalelanya virus corona hingga menelan ribuan korban jiwa.

Balap Formula E Undang Protes Publik

Kembali pada ajang balap Formula E. Sebelum ada putusan resmi penundaan dalam penyelenggaraannya, cukup banyak menciptakan kegaduhan di DKI Jakarta.

Beragam kritik dan protes terhadap rencana penyelenggaraan balap mobil listrik ini datang dari berbagai kalangan, baik warganet, publik hingga para pemangku kebijakan. 

Hampir seluruh kritik dan protes tersebut mengarah pada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Banyak celah yang menyudutkan Anies dalam rencana balap Formula E tersebut. Diantaranya adalah sejumlah pihak  mengkritik anggaran penyelenggaraan Formula E yang besar, sementara di sisi lain program naturalisasi untuk penanganan banjir belum terasa dampaknya.

Tak hanya itu, ajang balapan yang rencananya akan diselenggarakan di sekitar kawasan Monas juga tak luput dari kritik, protes dan penolakan banyak pihak.

Kenapa?

Lantaran sejumlah pihak merasa bahwa disekitaran Monas merupakan kawasan cagar budaya dan tempat sakral, yang justru semestinya dilindungi pemerintah.

Paling menghebohkan dari kisruh balapan Formula E ini tentunya adalah perseteruan antara Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi dengan Anies Baswedan.

Dalam hal ini, Prastio menuding Anies telah memanipulasi surat balasan soal ajang balap Formula E yang dikirimkan kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno, bulan Pebruari lalu.

"Kami tidak menghambat yang namanya kegiatan internasional Formula E. Tapi kami sebagai ketua dewan dari fraksi kami (PDIP), melihat ada manipulasi lagi, seakan-akan Pak Mundardjito (Tim Ahli Cagar Budaya) mengiyakan padahal belum dikonfirmasi," ujar Prasetio saat ditemui di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (13/2). (CNN Indonesia).

Salam

VIDEO PILIHAN