Mohon tunggu...
Elang Maulana
Elang Maulana Mohon Tunggu... Petani
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Hanya manusia biasa yang mencoba untuk bermanfaat, bagi diri dan orang lain..

Selanjutnya

Tutup

Keamanan Pilihan

Veronika Koman Serahkan Data Tahanan Politik dan Korban Tewas Papua pada Jokowi

11 Februari 2020   13:32 Diperbarui: 11 Februari 2020   17:04 462 31 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Veronika Koman Serahkan Data Tahanan Politik dan Korban Tewas Papua pada Jokowi
Veronica Koman dalam wawancara dengan ABC, pada Kamis (3/10/2019) malam via KOMPAS.com


MASIH ada yang ingat dengan nama Veronica Koman, seorang aktivis hukum dan pengacara Hak Asasi Manusia (HAM) yang ditelah ditetapkan tersangka oleh Polda Jawa Timur (Jatim)  atas tuduhan penyeberan berita bohong saat terjadi kerusuhan di Papua?

Ya, sosok wanita ini sempat membuat heboh tanah air dengan perbuatannya yang dianggap telah menyebarkan kabar-kabar bohong (Hoaks) lewat unggahan videonya media sosial.

Setelah sekian lama tenggelam, tiba-tiba dirinya yang berlaku sebagai pengacara Hak Asasi Manusia (HAM) dan sekelompok aktivis lainnya menyerahkan data-data yang berisi tahanan politik yang berjumlah 57 orang beserta korban sipil yang tewas di Nduga, Papua sejak Desember 2018 sebanyak 243 jiwa.

Dokumen tersebut diakui Veronica, diserahkan kepada Presiden Jokowi, pada saat orang nomor satu di Indonesia tersebut berkunjung ke Canberra, Australia, Senin (10/2/2020).

"Tim kami di Canberra telah berhasil menyerahkan dokumen-dokumen ini langsung kepada Presiden Jokowi. Dokumen ini memuat nama dan lokasi 57 tahanan politik Papua yang dikenakan pasal makar, yang saat ini sedang ditahan di tujuh kota di Indonesia," ungkap Veronica melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (11/2/2020).

"Kami juga menyerahkan nama beserta umur dari 243 korban sipil yang telah meninggal selama operasi militer di Nduga sejak Desember 2018, baik karena terbunuh oleh aparat keamanan maupun karena sakit dan kelaparan dalam pengungsian," sambung dia.

Lebih jauh, Veronica mengungkapkan, bahwa pada periode pertama pemerintahannya, Presiden Jokowi telah membebaskan lima orang tahanan politik Papua, yakni pada tahun 2015.

Sementara, kali ini pada periode keduanya sebanyak 57 tahanan politik asal pulau paling timur itu belum ada yang dibebaskan. Pasalnya, masih menunggu proses sidang.

Selain membeberkan tentang tahanan politik, dalam kesempatan tersebut, Veronica juga mempertanyakan langkah yang akan diambil Presiden Jokowi atas permintaan penarikan pasukan dari Nduga.

"Sekarang Presiden Jokowi sendiri yang sudah langsung pegang datanya, termasuk nama-nama dari 110 anak-anak dari total 243 sipil yang meninggal, akankah Presiden tetap tidak mengindahkan permintaan tersebut?" tuturnya.

Mengenal lebih dekat Veronica Koman

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN