Mohon tunggu...
Kamaruddin S. S.
Kamaruddin S. S. Mohon Tunggu... Senang aja nulis

penulis

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Mohon Pak Nadiem Buat Aplikasi PJJ yg Lengkap Bisa Meeting JJ via Layar Secara Gratis

1 Agustus 2020   16:28 Diperbarui: 2 Agustus 2020   18:02 18 1 0 Mohon Tunggu...

Menyikapi pembelajaran jarak jauh di era covid 19, maka dunia pendidikan di tiap-tiap satuan pendidikan sangatlah membutuhkan aplikasi praktis dan gratis.  

Satuan pendidikan setingkat SMA/SMK/MA dan SMP paling butuh aplikasi yang seragam,  simpel dan praktis dalam sisi penggunaannya. Ada beberapa aplikasi tetapi semua punya keterbatasan dalam penggunaannya dan hanya sedikit yang praktis cara menggunakannya seperti salah satunya adalah aplikasi pembelajaran daring Quipper School yang sudah menjajal dunia pendidikan sekitar sepuluh tahun terakhir ini,  serta kiprahnya sudah mendunia pula. 

Guru dan peserta didik butuh aplikasi pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring harus bisa mengakomodir fasilitas tatap muka jarak jauh satu lawan banyak minimal seorang guru bisa tatap muka jj via media komputer dengan minimal 35 org siswa (satu kelas SMA)  . 

Aplikasi yang dibutuhkan memiliki materi tertulis,  tugas tertulis,  bisa video dan bisa timbal balik antara guru dan peserta didik.  Mungkin biaya aplikasi seperti yang dibutuhkan cukup menyerap biaya investasi, penggunaan dan pemeliharaan yg sangat tinggi namun itulah yang dibutuhkan sekolah saat ini. 

Kendala yang dihadapi dalam proses pbm sekarang ini adalah tidak ada aplikasi yang seragam dan biaya murah. Guru terkadang mengeluh tentang quota internet,  apalagi peserta didik,  ada juga guru masih gaptek peserta didik tidak memiliki ponsel android,  dan jaringan internet tidak ada,  serta sejumlah kendala lain. 

Minta Pak Mendikbud segera memberikan solusi yang nonptemium alias gratis dan aplikasi PJJ yang simpel praktis dalam pemakaiannya,  jika perlu materi pembelajarannya juga tersedia di dalamnya.  

Apalagi musim wabah covid 19 belum ada tanda-tanda akan berakhir. Sebenarnya pembelajaran online (daring)  tidak bisa seratus persen dilakukan aesuai pengalaman penulis,  mestinya perbandingannya 60 persen tatap muka di kelas dan 40 persen unruk online atau daring. 

VIDEO PILIHAN