Bola

Rohit Chand dan Kesederhanaannya

11 Oktober 2018   16:26 Diperbarui: 11 Oktober 2018   17:35 524 1 0

Kesederhanaan adalah kunci kesuksesan dan saya bersyukur atas apa yang saya miliki saat ini (Rohit Chand, Gelandang serang Persija)

Pemain kelahiran 1 Maret 1992 ini bisa dibilang pemain yang sederhana. Tidak neko-neko kalau orang  Jawa bilang. Sejak kedatangannya empat tahun lalu di Persija, Rohit bisa dibilang tak tergantikan di tim. Pemain asal Nepal ini tidak bermain jika terkena akumulasi kartu atau pun cedera. Sisanya, dia selalu masuk dalam starting eleven pilihan pelatih ketika Persija bermain.

Kesederhanaan jelas terlihat dari kehidupan sehari-hari Rohit. Dia juga pemain yang sangat tenang baik di dalam mau pun di luar lapangan.

Itu tercermin ketika manajemen Persija mengajaknya untuk membeli barang-barang guna mengisi apartemennya. Rohit  memilih peralatan masak seperti rice cooker, wajan, panci dan sebagainya dengan harga yang paling murah. Padahal pemain asing biasanya meminta barang-barang yang mahal dan bermerk. Namun itu tidak berlaku bagi pemain murah senyum ini.

Ia menyebut, tidak memerlukan barang-barang yang istimewa untuk menunjang hidupnya. Bagi Rohit yang merupakan penganut Hindu, yang terpenting adalah barang tersebut berguna dan bisa digunakan untuk menunjang hidupnya.  Sebuah pemikiran rasional di tengah jaman modernisasi yang terkadang lebih mementingkan merk untuk menunjang gaya hidup dibanding dengan kegunaannya.

Elaine St. James dalam bukunya, Simplify Your Life menyebut, kehidupan Sederhana adalah kunci kebahagiaan. Karena itu, tidak salah jika Rohit lebih memilih hidup sederhana meski dia termasuk pemain asing yang tentunya mendapatkan gaji lebih di tim Persija. Dia tahu betul bahwa, untuk mencapai kebahagiaan tidak diperlukan barang-barang mewah. Penuh rasa syukur akan melahirkan kebahagiaan yang tentunya berimbas positif bagi permainan pemilik nomor punggung 32 ini di lapangan.

Yang tidak kalah penting menurut Rohit adalah dukungan 100 persen The Jakmania dalam setiap pertandingan. Menurutnya, itu menjadi kebahagiaan lain bagi dia khususnya dan tim pada umumnya ketika bertanding di lapangan. Dia mengaku senang sudah berjersey Persija selama empat musim. Selama itu pula, dia dianggap salah satu pemain yang berpengaruh bagi tim berjuluk Macan Kemayoran. Dukungan dan cinta The Jakmania adalah sebentuk kebahagiaan yang akan dikenangnya jika nanti dia pensiun dari dunia sepakbola yang membuatnya dikenal bukan hanya di negaranya tapi di Asia. (*)