Mohon tunggu...
Eko N Thomas Marbun
Eko N Thomas Marbun Mohon Tunggu... Penulis suka-suka

Penulis suka-suka. Lahir di Tanah Toba, merantau ke Jogja lalu stuck di Jakarta.

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Sebut Saja Mereka Kartini

21 April 2021   21:54 Diperbarui: 21 April 2021   22:19 219 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sebut Saja Mereka Kartini
Gadis Kecil Penjual Gelang (Dokumentasi Pribadi)

Hari ini 21 April 2021 bertepan dengan hari lahirnya R.A. Kartini 142 tahun yang lalu.  Seorang tokoh Perempuan Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Kartini adalah pelopor kebangkitan perempuan Pribumi yang selama ratusan tahun dipandang sebagai 'properti' laki-laki. Bahkan di era kolonial, nasib itu tidak mengalami banyak perubahan.

R.A. Kartini adalah pemantik. Dialah wanita yang kemudian melahirkan bara yang menyala-nyala. Mereka menjadi wanita yang memperjuangkan cita-cita dan masa depannya dengan kekuatan tangannya sendiri. Berikut ini adalah sedikit gambaran  

1. Gadis Kecil Penjual Gelang

"Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang." (R.A. Kartini)

Anak ini (tanpa nama) bertemu denganku di Pantai Kuta Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Hari itu, dia menawarkan satu gelang hitam padaku. Harganya 5000 rupiah. Katanya, dia berjualan setiap pulang sekolah. Uangnya untuk bantu orang tua.

Hari itu, aku pikir dia adalah pemenangnya. Aku adalah fansnya. Aku minta foto bersama. Aku bayar. Hai, Kartini kecil. Semoga kelak kamu berhasil, kemana pun kamu melangkah. Tuhan akan selalu menjagamu.

2. Mbah Tukang Pijat Bayi

"Tidak menjadi soal bagaimana caranya mengabdi kepada kebaikan, asalkan baik saja." (R.A. Kartini)

Tukang Pijat Bayi (Dokumentasi Pribadi)
Tukang Pijat Bayi (Dokumentasi Pribadi)
Aku tidak tahu nama si mbah, tukang pijat bayi. Namun, satu hal yang pasti, orang-orang selalu mengantri menunggu giliran bayi dipijat. Maklumlh anak bayi salah pegang sedikit bisa terkilir. Salah gerak sedikit, pegal lalu nangis. Si Mbah selalu setia melayani anak satu per satu. Sampai semua dapat giliran.

Soal bayaran. Taruh saja di amplop putih. Isinya seikhlasnya saja.

3. Pasar dan Wanita

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x