Mohon tunggu...
Eki Saputra
Eki Saputra Mohon Tunggu... Penulis artikel, opini, dan fiksi (puisi/cerpen)

Menulis adalah bagian dari hobi yang saya geluti sejak sekolah. Saya aktif menulis artikel & fiksi di laman hipwee dan blog pribadi. https://zulispedia.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Karir Pilihan

Cara Menghadapi Keraguan dalam Mengambil Pilihan

5 Juni 2020   13:27 Diperbarui: 5 Juni 2020   13:40 60 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cara Menghadapi Keraguan dalam Mengambil Pilihan
Ilustrasi: Ragu menjalani pilihan via pixabay.com (PIXABAY/JESSHOOT-COM)

Kita sering merasa ragu setiap baru akan memulai sesuatu. Entah tindakan yang baru, yang lama, ataupun berupa perbuatan positif di luar zona nyaman kita sekarang.

Keraguan membuat diri kita selalu khawatir, terhadap apa-apa tak perlu dicemaskan. Kenyataannya, semua memang membuat kita cemas, membuat kita takut, dan membuat kita berhadapan dengan yang namanya masalah.

MASALAH, dari sinilah semua keraguan itu dimulai. Cuma terdiri tujuh huruf (bahkan dalam bahasa Inggris pun) tapi mampu membuat kita tidak tenang. Kadang berlari, kadang menunggu selesai, dan kadang pasrah. Kita hanya ingin selalu menghindar dari masalah, bukan menghadapinya. Namun, tidakkah kita bertanya sehari saja di dalam batin, sejak kapan kita bisa terbebas dari masalah?

Masalah selalu ada di depan kita. Zona nyaman cuma ungkapan murahan dan omong kosong, untuk menyebut masalah yang sudah kebal kita hadapi. Faktanya, kita tiap memulai tindakan, maka masalah sudah menghadang di depan mata.

Seorang guru yang baru mengajar sehari, akan menyebut pekerjaannya sebagai masalah baru. Lalu ditambah murid nakal masalahnya bertambah. Kemudian urusan surat menyurat, laporan, dan tetek bengek dokumen yang harus dikerjakannya juga ikut menambah masalah pelik lagi. Lebih parah lagi, saai ia batu diangkat jadi PNS, ia dimutasikan ke daerah terpencil, sangat jauh dari perkotaan, sekarang masalahnya makin parah, bukan?

Kisah tadi benar-benar terjadi pada suatu wawancara tokoh di stasiun TV yang saya tonton. Wanita itu mengajar setiap hari dan harus naik perahu selama berjam-jam demi berangkat ke sekolah. Pekerjaan yang berat, tapi dia sudah melakukannya hampir delapan tahun terakhir. Di akhir wawancara, ia mengatakan jika ia kini nyaman berada di sana.

Hidup kosong bila tanpa masalah. Mengapa pula kita harus takut ada masalah? Kenapa juga mesti khawatir kelak mendapatkan masalah?

Masalah membuat kita jadi kuat seperti sekarang. Coba ingat-ingat lagi, masalah seperti apa saja yang sudah kamu lewati? Bagaimana kamu bisa survive dan melanjutkan hidup sampai saat ini? Masalah rupanya tidak membunuh, manusialah yang membunuh dirinya sendiri.

Lari dari masalah, tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Camkan itu baik-baik. Banyak orang (termasuk saya) sering memusingkan yang belum terjadi atau yang sedang terjadi, kita terus-terusan mengendalikan diri sebaik mungkin agar masalah berkurang dan sama sekali jauh dari masalah. Tapi apa? Muncul lagi masalah baru. Seperti seorang penulis pernah bilang: kita terjebak dan berputar-putar di dalam lingkaran setan.

Kita merasa sedang menjauhi masalah, padahal mendekatinya.

Hukum abadi di dunia (dan juga mungkin akhirat) adalah kita tidak bisa bebas dari masalah. Hidup cuma rentetan masalah. Lalu kenapa kita mencoba berusaha menghindarinya?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x