Egi Sukma Baihaki
Egi Sukma Baihaki pelajar/mahasiswa

Blogger|Aktivis|Peneliti|Penulis Penggemar Sastra, Sejarah, dan Kajian Keagamaan

Selanjutnya

Tutup

Musik Pilihan

Eksistensi dan Kemahiran Para Guru Besar Bermain Musik dalam The Professor Band

2 Agustus 2018   20:24 Diperbarui: 3 Agustus 2018   06:25 585 1 0
Eksistensi dan Kemahiran Para Guru Besar Bermain Musik dalam The Professor Band
Beberapa Personel The Professor Band. Dok. Pribadi


Siapa yang tidak mengenal dua band yang pernah berada di posisis puncak  musik Indonesia  yaitu Band Koes Plus dan Band Panbers, kedua band ini tentu tidak tidak asing bagi generasi 60 hingga 90-an.  

Lagu-lagu mereka sangat buming, dan memiliki tempat khusus bagi para pecinta musik Indonesia hingga kini. Lagu-lagunya masih dinyanyikan dan juga diaransemen ulang. Beberapa lagu yang familiar dari Band Koes Plus misalnya adalah lagu  Kisah Sedih di Hari Minggu, Kolam Susu, dan Bujangan.

Pembukaan Konser The Professor Band Plus. Dok. Pribadi
Pembukaan Konser The Professor Band Plus. Dok. Pribadi
Apa jadinya jika lagu-lagu Koes Plus dan Panbers dinyanyikan oleh para Professor?

Mengenal The Professor Band

Jabatan dan usia memang tidak dapat dijadikan alasan bagi seseorang untuk berdiam diri dan tidak melakukan sesuatu. Gebrakan di dunia musik  juga dilakukan oleh para Guru Besar atau Professor UI dengan membuat band yang bernama The Professor Band. 

Mereka bukan hanya orang-orang  yang sibuk di dunia akademik, berkutat dengan diktat, berada di balik meja, dan mengajar para mahasiswa di kelas.

Melalui The Professor Band, para Guru Besar UI ini berusaha menghilangkan skat-skat sosial, bahwa mereka juga bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menggunakan media-media yang juga digemari para mahasiswanya sehingga tidak kaku. 

Rektor UI dan Yok Koeswoyo. Dok. Pribadi
Rektor UI dan Yok Koeswoyo. Dok. Pribadi
The Professor Band sendiri memang terdiri dari para personel yang menjabat sebagai Guru Besar di UI. Karena latar belakang personelnya ini, pada tahun 2008 The Professor Band mendapatkan Rekor Muri sebagai band yang memiliki personnel professor terbanyak.

Benih The Professor Band sendiri sudah ada  sejak tahun 2002, akan tetapi baru secara resmi dideklarasikan pada tahun 2003, ketika para dosen UI diminta untuk mengisi sebuah acara di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. 

Sejak saat itulah, The Professor Band terus berlanjut dan semakin eksis. Tidak hanya eksis di lingkungan UI, The Professor Band juga mulai berani tampil di ajang musik nasional seperti Jakarta Jazz Festifal dan Java Jazz Festifal serta tampil di India dan Belanda.

The Professor Band juga mulai berani masuk dapur rekaman. Pada tahun 2007, The Professor Band melakukan rekaman pertama dan diluncurkan saat Dies Natalis UI. Pada tahun 2013, The Professor Band mengeluarkan album 'Seribu Malam' yang berisikan lagu-lagu karya Ismail Marzuki yang mereka nyanyikan.

Konser Tribute to Koes Plus dan Pranbers

Jumat, 27 Juli 2018 bertempat di Makara Art Center UI, The Professor Band menyelenggarkan konser mandiri pertama mereka. Konser ini mengusung tema 'Tribute to Koes Plus dan Pranbers'. 

Konser ini menurut Prof. DR. Paulus Wirutomo, MSc adalah bentuk kontribusi dari The Professor Band dalam upaya ikut melestarikan lagu Indonesia pop klasik yang pernah berjaya di masanya dan masih digemari hingga kini agar tidak tergerus roda zaman.

Pada konser tersebut, nama The Professor Band ditambahi label 'Plus' karena konser ini juga diisi oleh para mahasiswa UI yang mengisi posisi  personel The Professor Band yang telah meninggal dunia.

Pelatih dan Personel The Professor Band. Dok. Pribadi
Pelatih dan Personel The Professor Band. Dok. Pribadi
Konser The Professor Band Plus diisi oleh berbagai kalangan baik  dari Rektorat UI, Guru Besar dan Dosen, Mahasiswa dan Pemain Profesional. Semuanya berkolaborasi menjadi satu.

Berikut ini para personel dan pengisi konser The Professor Band Plus: Tributo to Koes Plus dan Pranbers yaitu: Prof. Dr. Triyatno Yudoharyoko (Gitar),  Prof. Dr. Agus Sardjono, SH, MH (Gitar), Prof. Dr. Roni Nitibaskara!(Mandolin), Prof. Dr. Paulus Wirutomo, MSc  (Drum), Prof. Dr. Budi Susilo Supanji (Flute), Dr. R. Yugo Kartono Isal, Msi (Harmonika), Sukat (keyboard), Yoga Dachi (Bass), R. Septa Suryoto (Saxophone), Necia (Flute), Pandu (Terompet), Josephine (Trombone), Dr. Eri Sophiaan, MSi (Vocal), Drs. AG. Sudibyo, Msi (Vocal), Eka Meilinawati (Vocal), Nobel (Vocal), David (Vocal), Ester (Vocal), Lana Nitibaskara (Vocal), dan Rektorat (Paduan Suara). Ada juga R. Septa Suryoto, Ssn selaku direktur dan pelatih, serta Dra. Catharina Wirutomo, Msi selaku manager.

R. Septa Suryoto, Ssn selaku pelatih menyatakan bahwa untuk konser ini ia melihat peluang dari para professor yang memiliki kemampuan bermain musik yang berbeda-beda, sehingga tidak terlalu sulit untuk menggabungkan kemampuan para personnel The Professor Band.

Pada konser tersebut ada 20 judul lagu yang dinyanyikan oleh The Professor Band yaitu, Bumper, Muda Mudi, Kisah Sedih di Hari Minggu,  Ayah, Cinta dan Permata,  Cinta Abadi, Kembali ke Jakarta, Andaikan Kau Datang, Terlambat Sudah, Gereja Tua, Tak Kusangka, Nusantara, Kolam Susu, Hidup Terkekang, Bunga di Tepi Jalan, Akhir Cinta, Cintamu Tlah Berlalu, Manis Sayang, Bujangan, dan Kapan-kapan.