Mohon tunggu...
Efrem
Efrem Mohon Tunggu... Pecinta bahasa Indonesia, pembelajar filsafat, wacana, dan ekonomi

Sahabat sejatimu ada di tengah malam

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Membalas Absurditas JRX yang Menyinggung Meninggalnya Ani Yudhoyono

3 Juni 2019   03:06 Diperbarui: 3 Juni 2019   04:17 0 34 13 Mohon Tunggu...
Membalas Absurditas JRX yang Menyinggung Meninggalnya Ani Yudhoyono
JRX Superman Is Dead. (Foto: Kompas.com)

Jerinx atau biasa disingkat JRX adalah musisi asal Bali yang telah lama menghiasi belantika musik Indonesia.Ia adalah drummer Superman Is Dead (SID) sekaligus vokalis dan gitaris untuk DevilDice. Namun, namanya melambung berkat Superman Is Dead sejak era 2000 awal. Gayanya rockabily, penuh tato dan terkadang urak-urakan.

Memang begitulah JRX yang terkenal sebagai anak band beraliran punk, menyanyikan lagu anarki, namun begitu kuat bersuara tentang nasionalisme. Konon, lagu Jadilah Legenda sempat ditawarkan pihak Istana namun ditolak oleh SID.

JRX berperan besar dalam menyumbangkan idenya ke dalam lagu-lagu SID. Masalah sosial, politik, kemanusiaan, nasionalisme, dan cinta mewarnai setiap lagu-lagu ciptaannya.

Di luar aksi panggung, ia konsisten dengan perjuangannya menolak reklamasi Telok Benoa selama bertahun-tahun.

Karena itu, popularitasnya tetap berjalan naik bersama SID sampai saat ini meski ia tidak terang-terangan memintanya.

Tidak heran jika JRX kerap memberikan pernyataan kontroversi yang membuat kuping orang menjadi panas.

Ia menjadi musuh para penguasa yang berang atas gerakannya, ia juga menjadi musuh bagi sebagian masyarakat yang berseberangan kepadanya.

Semua lini dibabatnya dan yang paling kentara adalah perlawanannya atas kasus RUU Permusikan yang menjadi hangat beberapa bulan lalu.

Ia mengkritik habis-habisan Anang Hermansyah yang saat itu menjabat anggota DPR RI sekaligus inisiator lahirnya RUU Permusikan.

Itu belum cukup. Pernikahannya dengan Nora sama mengejutkannya. Tapi bagian ini dilewati saja. JRX juga manusia yang tidak kebal dengan serangan cinta.

Tidak mudah membaca jalan pikirnya. Ia dikagumi namun dicerca dan dibenci. Manusia absurd.

Meski demikian, manusia tetaplah manusia yang dicampakan ke dalam realita. Ada pertarungan melawan kerasnya hidup. Ada yang menyadari pentingnya keselarasan alam di mana manusia yang sedari dulu merasa angkuh dan paling hebat mau tidak mau harus tunduk dan bersahabat dengan alam.

Namun, JRX kembali menggoncang alam pikir manusia. Cuitannya pada Minggu (2/6/2019) sungguh disesalkan karena menyinggung meninggalnya Ani Yudhoyono, istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhyono.

Ia menuliskan:
"Saya baru tahu jika kehilangan anggota keluarga otomatis hapus dosa-dosa politik anda meski impactnya tetap dirasa orang banyak, dan menemani istri yg sakit dianggap hal yg luar biasa langka.

Lalu bgmn dgn Fidelis yg gagal selamatkan nyawa istrinya krn kolotnya hukum Indonesia?"

Bagi yang berduka, termasuk saya, cuitan ini tidaklah patut disampaikan di tengah suasana duka yang masih menyelimuti masyarakat dan keluarga besar SBY.

Saya mengerti bahwa cuitan itu dimaksudkan untuk menguji kesetiaan kita pada keadilan dan kemanusiaan, termasuk dengan apa yang dialami Fidelis.

Ia tidak dapat merawat istri tercintanya Yeni Riawati akibat terjerat hukum hingga akhirnya Yeni meninggal dunia.

Kisah Fidelis bermula ketika ia ditangkap BNN Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, pada Februari 2017 karena menanam 39 batang pohon ganja.

Padahal ganja itu dipakainya sebagai obat kepada sang istri yang didiagnosa mengidap Syringomyelia atau tumbuhnya kista berisi cairan di dalam sumsum tulang belakang, Kompas.com (4/4/2017).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2