Mohon tunggu...
Efma Rezki Pasangka
Efma Rezki Pasangka Mohon Tunggu... Public Relations Student

Student Blogger

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup

Lebih Penting "Midnight" Sale atau ke Gereja?

31 Mei 2019   00:11 Diperbarui: 31 Mei 2019   00:33 50 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Lebih Penting  "Midnight" Sale atau ke Gereja?
Ivana (kiri) pada perayaan Paskah 2019 PUCATSO, President University/Fotografer: Team MDD PUCATSO, Team MDD COOL

Bagi kebanyakan masyarakat, hari libur nasional tentu menjadi waktu yang sangat tepat untuk mengejar diskon gila-gilaan atau sekedar hangout bersama teman-teman dan keluarga. Apalagi kalau mendengar kata Big Sale. Siapa sih yang tidak akan menggila?

Berdasarkan data yang dikutip dari Liputan6, pada hari Selasa, 28 Mei 2019, ibukota Jakarta menjadi pusat diskon besar-besaran dengan adanya 23 mal yang menggelar Midnight Sale. Bagi sebagian masyarakat ibukota, banyaknya mal yang menggelar diskon besar-besaran bertepatan dengan weekend adalah kesempatan emas untuk berbelanja sebelum liburan

Tidak ada kata tidak untuk datang, deh! Orang-orang yang bersemangat melihat murahnya harga saat sale pasti akan langsung menyiapkan uang mereka dan beramai-ramai belanja segala macam kebutuhan, dari barang yang terpenting hingga barang yang dibeli hanya untuk memenuhi hasrat belanja semata.

Tetapi, kali ini perayaan Kenaikan Yesus Kristus bertepatan dengan Big Sale tersebut. Kalau sudah begitu, apakah kita akan lebih mementingkan belanja dibanding ke gereja?

Umat Nasrani meyakini bahwa kehadiran Yesus di dunia merupakan sebuah 'misi penyelamatan.' Ia datang untuk memberitakan Injil dan menyelamatkan umat manusia, sehingga Peristiwa Kenaikan-Nya menjadi tanda bahwa misi tersebut telah selesai. Berangkat dari keyakinan tersebut, kisah naiknya Yesus menjadi salah satu hal penting yang dirayakan umat Nasrani, sama pentingnya seperti kisah sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus yang diperingati 40 hari sebelumnya.

Berbelanja disaat semua harga barang yang kita inginkan turun drastis adalah hal yang sangat menyenangkan dan tentunya menguntungkan, tetapi beribadah adalah kewajiban kita sebagai umat beriman. Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan sebagai umat beriman?

Skala prioritas adalah hal yang pertama kali perlu kita miliki, jika sebelumnya kita sudah mengetahui tujuan dan kepentingan kita, maka akan lebih mudah untuk menentukan langkah selanjutnya.

Bagi Ivana Aurelia, seorang mahasiswi Ilmu Komunikasi di President University yang aktif dalam organisasi keagamaan PUCATSO (President University Catholic Society, organisasi mahasiswa Katolik) di kampusnya dan juga tinggal di ibukota, memprioritaskan gereja diatas belanja adalah hal yang seharusnya dilakukan. Karena menurutnya peristiwa kenaikan Yesus Kristus merupakan suatu perayaan yang hanya diperingati sekali dalam setahun, sedangkan Big Sale tidak hanya sekali terjadi. Ivana menegaskan, "semua yang ada di bumi hanyalah titipan-Nya, sehingga kalau bukan karena Ia, kita belum tentu dapat berbelanja."

Jawaban yang mirip juga diberikan oleh Esra Freswita Ambarita, mahasiswi Ilmu Komunikasi yang juga aktif dalam organisasi keagamaan yaitu COOL (Community of Love, organisasi mahasiswa Kristen) di President University. Walaupun dia tidak berasal dari ibukota, terkadang dia tidak ingin tertinggal brand populer ataupun produk limited edition. Namun baginya, selain karena merupakan perayaan penting dalam agama Kristen, dia berkomitmen, "God comes first. Hal-hal duniawi bisa diberi oleh Tuhan nanti, kok."

Esra (depan) dalam dramatisasi pada perayaan Paskah 2019 COOL, President University/Fotografer: Team MDD PUCATSO, Team MDD COOL
Esra (depan) dalam dramatisasi pada perayaan Paskah 2019 COOL, President University/Fotografer: Team MDD PUCATSO, Team MDD COOL

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x