Mohon tunggu...
Efi anggriani
Efi anggriani Mohon Tunggu... Wiraswasta

Menulislah dan biarkan tulisanmu mengikuti takdirnya-Buya Hamka

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Menakar Rasa Iri

14 Juni 2019   12:54 Diperbarui: 14 Juni 2019   13:12 68 6 2 Mohon Tunggu...

Menakar rasa iri ,rasa iri itu manusiawi seperti menyukai kemewahan dan menyukai duit,manusiawi,yang membedakannya adalah besar kecilnya rasa iri dan 'greget' yang tiba-tiba muncul.

Seperti yang pernah dibilang'rasa iri jinak itu menyebabkan orang memiliki dorongan atau semangat untuk berkompetisi secara sehat agar bisa menyamai atau bahkan melebihi figur yang selama ini menjadi obyek pengamatan atau pemikiran dan rasa iri ini termasuk sehat karena tidak menghilangkan rasa syukur yang ada tetapi terus berusaha.

Yang lainnya adalah rasa iri  destruktif.Rasa iri yang bersifat internal dan eksternal atau bersifat keluar yang berimbas pada kemungkinan kerugian pada figur  pengamatan dengan menjadi'back stabber ' yakni seseorang yang menikam di belakang,menjelek-jelekkan di belakang,mengkambing hitamkan di belakang  dengan tujuan agar orang tersebut terlihat lebih rendah.Tidak ada tujuan demi perbaikan.Beda.

Beberapa cara untuk menguji.rasa iri adalah kemungkinannya:

Pertama,apakah anda terganggu dengan penampilan atau foto-foto liburan atau foto-foto bahagia orang lain  di  friend list FB  misalnya dan seberapa besar bereaksi.

Rasa iri jinak:Aku akan bekerja lebih keras supaya bisa sama dengan dia atau paling tidak ke tempat dia pergi liburan.Itu saja.Tidak begitu terpengaruh.

Rasa iri yang destruktif:Langsung merasa ada kemarahan dan rasa tidak suka yang cukup besar atau lalu melemparkan komentar sakartis seperti wah saya tidak bisa beli( padahal bisa beli),wah saya tidak suka pergi kesitu ( padahal sesungguhnya suka),wah saya sih kurang kerjaan kalau liburan bertraveling(padahal suka traveling),tujuannya adalah menunjukkan ketidak senangan tersembunyi atau terang-terangan yang bersifat unappreciate(tidak menghargai).Bahwa yang diupload itu tidak layak dihargai.Lalu merasa bahwa dirinya harus berkompetisi keras dengan figur tersebut,baik di dunia nyata maupun di dunia maya,menstalk setiap tingkah laku dan gaya figur tersebut dan sudah taraf pada obsesi menjatuhkannya.

Rasa iri ini  bersifat sangat destruktif atau merusak karena rasa syukur itu hilang begitu saja,dan rasa iri ini.bisa berasal dari seseorang yang sebenarnya secara kasat mata' lebih' dari figur yang diamati tadi,tetapi memang sifat ini bersifat laten dan permanen jika tidak segera dibenahi.Rasa iri jenis ini lebih mengandalkan peperangannya untuk merendahkan sesuatu yang tidak penting dan bukan demi perbaikan .

Kenapa ada orang yang memiliki rasa iri yang bersifat destruktif tersebut:

-Tidak memiliki rasa aman dalam diri,merasa kurang terus,merasa orang lain berusaha mengalahkan dirinya,merasa orang lain memusuhinya,merasa orang lain itu bersifat mengancam eksistensinya dan lebih parah lagi adanya sifat paranoid( ada motifasi di balik sikap seseorang terhadapnya seperti stigma bahwa semua orang itu jahat padanya,iri pada kekayaan dan kecantikannya,ingin menggulingkan dan menjatuhkannya ,menurut persepsi dia'semua orang tidak suka dan jahat 'padanya).

Sebaliknya jika orang itu memilik rasa 'aman 'yang sangat tinggi ,tidak akan begitu peduli pada apa yang diraih orang lain,upload an orang lain tidak pernah mengganggunya ,meski sesekali muncul rasa iri dalam bentuk  kewajaran,tetapi tahu persis bahwa'rejeki dan pemberianNya pada setiap orang berbeda',lalu buat apa melongok perolehan orang lain dan lebih baik fokus lebih berusaha.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN