Humaniora

Kabar Buruk Bagi Koruptor dari Masjid Sumpah

9 November 2018   17:43 Diperbarui: 9 November 2018   17:49 149 11 4
Kabar Buruk Bagi Koruptor dari Masjid Sumpah
Shalat Sunnah di Masjid Sumpah. Foto | Dokpri

Ini benar-benar kabar buruk bagi para koruptor. Mengapa?

Alasannya, disebut sebagai kabar buruk, karena untuk membuktikan pelaku koruptor kini semakin mudah. Caranya, yang bersangkutan diminta berikrar di Masjid Sumpah. Kalau si koruptor tetap berbohong, maka ia akan "termakan" oleh kebohongannya seperti yang disampaikan di Masjid Sumpah itu.

Ini bangunan baru Masjid Sumpah. Foto | Dokpri
Ini bangunan baru Masjid Sumpah. Foto | Dokpri
Penuntut umum atau jaksa, hakim dan pihak kepolisian tidak dilarang untuk mencoba memanfaatkan rumah ibadah itu untuk mengorek penjelasan dari si pembohong. Rumah ibadah ini sungguh tepat bila dimanfaatkan untuk memperlancar proses pengungkapan suatu kasus. Apa lagi belakangan ini untuk membuktikan seseorang berbohong, pembuat berita hoaks, butuh proses dan memakan waktu lama dan cara-cara ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tentu saja, memeriksa pembohong di Masjid Sumpah dapat dijadikan pilihan. Setidaknya, sebagai alternatif untuk memperlancar pemeriksaan. Terutama bagi koruptor di negeri tercinta ini. Tak salah, karenanya, bagi koruptor ini adalah berita buruk.

Ssekali lagi, disebut berita buruk bagi koruptor, ya tadi karena untuk memastikan pelakunya berbohong menjadi semakin mudah. Mudah karena di masjid tersebut memiliki kekuatan spiritual khusus. Atas izin Allah, apa bila pelaku koruptor ingkar ketika diperiksa di dalam Masjid Sumpah, maka yang bersangkutan - dengan berbagai cara Allah - akan celaka, tertimpa musibah tidak terlalu lama.

Masjid Sumpah kini terkepung bangunan warga. Foto | Dokpri
Masjid Sumpah kini terkepung bangunan warga. Foto | Dokpri
"Banyak orang bersengketa, lalu mengangkat sumpah di sini. Setelah keluar, yang bersangkutan menerima kemalangan atas imbalan dari kelakuannya sendiri," kata Haeruddin kala berbincang dengan penulis di dalam Masjid Sumpah.

Pada Rabu (13/11/2018) lalu, penulis bertandang dan shalat zuhur di rumah ibadah tersebut. Lokasi Masjid Sumpah berada di Kampung Terate Udik, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon. Oleh warga setempat masjid ini dikramatkan. Pasalnya, selain sebagai tempat ibadah juga untuk menyelesaikan masalah dengan sumpah.

Seperti disebut tadi, ya orang yang mengangkat sumpah - di bawah kitab suci Alquran pula - kemudian berbohong, maka musibah cepat datang menghinggap.

"Siapa berani?" kata ustaz Haeruddin yang juga salah seorang imam masjid tersebut.

Tampak bangunan asli dari depan. Foto | Dokpri
Tampak bangunan asli dari depan. Foto | Dokpri
Menyaksikan bentuk fisik Masjid Sumpah, yang masih berbentuk asli, terlihat antik dan unik. Kecil berukiran seperti layaknya masjid-masjid zaman old. Boleh dibilang, mirip-mirip bangunan masjid tua yang tersebar di berbagai kesultanan di Tanah Jawa.

Untuk tempat imam, bentuk bagian atas kepala berupa setengah lingkaran dengan tinggi sekitar 1,5 meter. Tentu saja orang berbadan tinggi lebih dari itu ketika menjadi imam, maka kepala harus sedikit ditundukan. Bisa jadi, dengan ketinggian tersebut, sang pembuat bangunan masjid tersebut awalnya menitipkan pesan bahwa siapa pun dia harus tunduk lahir dan batin di hadapan Allah.

Secara fisik, masjid kuno ini - yang hingga kini belum diketahui tahun berapa dibangun - telah diperluas ke belakang. Taksiran penulis, lebarnya sekitar 10 atau 11 meter dangan panjang 20 meter. Sedangkan bangunan asli diperkirakan lebar 11 meter dan panjang 11 meter. Antik dan unik, bersih karena warga telaten memelihara kebersihan sekitarnya.

Tak ada catatan tahun berapa masjid tersebut dibangun. Warga sekitar masjid meyakini bahwa masjid dibangun oleh para wali.

Penulis bersama Imam Masjid Sumpah,Haeruddin. Foto | Dokpri
Penulis bersama Imam Masjid Sumpah,Haeruddin. Foto | Dokpri
"Tahu-tahu, ya suda ada masjid di sini," ujar seorang warga mengutip pengakuan dari orang-orang tua setempat.

Laman Fakta Banten menyebut, ritual sumpah biasanya dipimpin seorang juru kunci masjid. Pengalaman, pihak-pihak berselisih paham - penggugat dan tergugat - datang ke masjid. Lalu dilakukan pembacaan doa-doa ritiual khusus dilanjutkan pengambilan sumpah dengan ditempelkan Alquran di atas kepala seperti ketika seorang pejabat diangkat sumpahnya di suatu instansi pemerintahan.

Tegasnya, seusai sumpah, pihak yang ingkar akan terkena musibah.

Jadi, bolelah bagi pembohong besar diperiksa dan diambil sumpahnya di Masjid Sumpah ini.