Mohon tunggu...
Edi Prasetyo
Edi Prasetyo Mohon Tunggu... Hobi membaca dan menulis.

Lahir dan tinggal di Purbalingga, Jawa Tengah.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Caleg Gagal Rentan Depresi

14 April 2019   07:24 Diperbarui: 14 April 2019   07:40 0 0 0 Mohon Tunggu...
Caleg Gagal Rentan Depresi
Diaryrose.wodpress.com

Berdasarkan kabar yang beredar, saat ini sudah banyak rumah sakit di berbagai daerah yang menyiapkan kamar khusus untuk merawat orang-orang yang mengalami depresi akibat gagal dalam pemilihan anggota legislatif. Tindakan ini seolah sudah merupakan prosedur tetap setiap kali diselenggarakannya pemilu. 

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, seusai pemilu cukup banyak orang yang mengalami depresi yang perlu dirawat di rumah sakit. Mereka itu adalah para caleg yang gagal dalam memenuhi ambisi politiknya.

Mengapa hal ini sampai terjadi? Jawabannya mudah saja. Mereka itu adalah orang-orang yang memiliki ambisi yang begitu tinggi untuk menjadi anggota legislatif, namun sama sekali tak siap ketika diri mereka tak terpilih. Jadi, ketika mereka benar-benar tak terpilih, mental mereka tak kuat. Maka mereka pun kemudian mengalami depresi.

Sebenarnya, dalam setiap pemilhan anggota legislatif, kemungkinannya memang hanya ada dua, terpilih atau tidak terpilih. Setiap caleg seharusnya sudah paham dan siap menerima kenyataan terburuk jika sampai tak terpilih. Namun nyatanya, banyak di antara mereka yang tak siap menerima kenyataan ketika mereka tak terpilih.

Jika ditelusuri lebih lanjut, penyebab utama yang menjadikan mereka mengalami depresi umumnya karena faktor ekonomi. Ketika mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, tanpa perhitungan yang akurat, mereka merasa yakin jika nantinya akan terpilih. 

Mereka pun kemudian mengeluarkan biaya yang cukup banyak, yang tak jarang berasal dari menjual harta yang mereka miliki. Bahkan tak sedikit di antara mereka yang meminjam uang pada bank maupun kolega. 

Harapannya, setelah menjadi anggota legislatif, mereka akan bisa mengganti dana-dana yang telah mereka keluarkan tersebut. Ketika tidak terpilih, mereka pun bingung. Selain karena harta yang mereka miliki sudah habis, mereka juga merasa tak mungkin bisa membayar utang mereka.

Memang, pada umumnya para caleg dalam membiayai pencalonan dirinya hampir sepenuhnya menggunakan dana yang mereka usahakan sendiri, baik dana pribadi maupun pinjaman. Jarang yang menerima bantuan biaya dari pihak lain. Karena itu, ketika tak terpilih, tak sedikit di antara mereka yang kemudian bangkrut.

Harus diakui, bahwa biaya politik untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif memang tak sedikit. Karena itu, jika memang tak sanggup membiayai dan tak siap menanggung akibat yang ditimbulkannya, sebaiknya orang berpikir seribu kali sebelum memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai caleg. *