Mohon tunggu...
Edi Sukoco
Edi Sukoco Mohon Tunggu... musik, olahraga, entertainment

Mencurahkan isi hati dengan tulisan dari pada berdiam diri tanpa gagasan

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Longgarnya Kepatuhan Warga Menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 dan Akibatnya

22 Juli 2020   16:31 Diperbarui: 22 Juli 2020   17:31 130 27 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Longgarnya Kepatuhan Warga Menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 dan Akibatnya
meredam penularan Covid 19 dan kedisiplinan dimulai pada diri kita sendiri dan keluarga ( illustrasi foto pixabay.com)

     Jumlah kasus positif Covid- 19 di negara kita semakin tinggi dan terus bertambah. Data nasional yang positif sudah mencapai 89.869. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saja kasus positif yang sudah terjangkit penyakit berbahaya ini sudah mencapai 469 orang per 21 Juli 2020. Dengan terus meningkatnya jumlah yang terpapar virus Covid- 19 ini membuat warga dan masyarakat semakin was- was.

     Sampai hari ini pemerintah pusat dan pemerintah daerah berupaya semaksimal mungkin guna mencegah semakin meluasnya penyakit ini. Tentu upaya pemerintah ini harus dibarengi dan kesadaran kita sebagai warga negara yang harus saling bahu- membahu untuk mengatasi masalah ini. Kunci keberhasilan suatu bangsa atau daerah menurut WHO untuk meredam penularan Covid- 19 adalah perilaku masyarakat yaitu kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan.

     Memang roda perekonomian supaya bisa terus berjalan semua warga harus tetap bekerja dan kembali beraktifitas seperti biasa, karena bila harus tetap dirumah  semakin lama, tentu akan menambah kesulitan dan masalah baru, baik masalah ekonomi dan sebagainya, khususnya rakyat kecil yang tidak mempunyai pekerjaan tetap. Meskipun pemerintah sudah memberi pelonggaran kepada warganya, namun diharapkan dengan kesadaran warga harus tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan

Apakah tepat disaat Covid- 19 semakin tinggi penularanya, tetapi pemerintah sudah memberlakukan pelonggaran kepada masyarakat ?

     Mungkin pertanyaan ini menjadi pertanyaan bagi kita semua, kenapa disaat kasus yang terpapar Covid- 19 ini semakin tinggi, tetapi pemerintah justru memberlakukan pelonggaran untuk masyarakat dan warganya. Asumsi kita tentu berbeda antara satu dengan asumsi atau pendapat orang lain. Memang dalam situasi ini apa yang menjadi keputusan terasa sangat sulit, apakah langkah untuk kembali menunda pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan diberlakukan kembali atau pemerintah justru mengambil langkah lain. 

Akibat dan dampak dari kedua keputusan yaitu pelonggaran PSBB dan tetap memberlakukan PSBB

     Semua keputusan mesti ada dampak yang baik dan juga sebaliknya. Untuk pelonggaran PSBB jika diberlakukan akibatnya untuk meredam dan menurunkan penularan Covid- 19 sangat sulit dilakukan, terbukti kasus positif nasional dan daerah semakin bertambah tinggi hingga sekarang. Itu semua karena kelonggaran yang diberikan pemerintah tidak diimbangi dengan kedisiplinan kita sebagai warga. 

     Masih banyak yang mengabaikan pentingnya protokol kesehatan guna mengantisipasi dan meredam Covid- 19. Tetapi untuk tetap menjaga roda ekonomi, memang pelonggaran ini harus dilakukan, karena kalau terlalu lama memberlakukan PSBB masalah baru mungkin akan timbul, khususnya menyangkut perekonomian bangsa, dan yang paling parah merasakan dampaknya adalah rakyat kecil. Sebaliknya bila PSBB tetap diberlakukan mungkin untuk meredam dan mencegah penularan Covid- 19 akan bisa menekan sekecil mungkin penularanya, tetapi perekonomian masyarakat akan lumpuh, dan kesulitan semakin menjadi disemua sektor. 

Jadi kita sebagai warga masyarakat yang baik apapun keputusan itu diberlakukan mari kita dukung upaya itu, dimulai dari diri kita masing- masing, keluarga kita, ayo tetap patuhi dan terapkan protokol kesehatan untuk meredam dan melawan Covid- 19.

VIDEO PILIHAN