Mohon tunggu...
I Ketut Suweca
I Ketut Suweca Mohon Tunggu... Administrasi - Pencinta Dunia Literasi

Kecintaannya pada dunia literasi membawanya suntuk berkiprah di bidang penulisan artikel dan buku. Baginya, hidup yang berguna adalah hidup dengan berbagi kebaikan, antara lain, melalui karya tulis.

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Pilihan

Kecemasan Berlebih, Apa Tanda-tandanya dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

10 Juli 2021   11:44 Diperbarui: 10 Juli 2021   17:51 117 12 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kecemasan Berlebih, Apa Tanda-tandanya dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
Ilustrasi kecemasan (Sumber: healthbound.ca)

Kecemasan berlebih. Mungkin Anda pernah mengalaminya. Pada saat rasa cemas (anxious) itu melanda, pikiran dan perasaan sepenuhnya mentok. Tidak tahu, mesti melakukan apa tepatnya.

Kecemasan itu bisa berupa kecemasan terhadap diri sendiri atau terhadap orang lain yang dicintai. Hal tersebut terjadi sedemikian rupa sehingga orang menjadi kehilangan fokus untuk bekerja atau belajar.

Tanda-tanda Kecemasan

Para ahli memberikan infirmasi beberapa tanda kecemasan itu. Pertama-tama orang cemas acapkali mengalami sulit tidur. Bagaimana bisa tidur kalau pikiran dan perasaan masih dikungkung oleh kecemasan yang berlebih. Ingin tidur dengan pulas, tetapi tidak bisa.

Selain itu, kecemasan mengekspresikan dirinya dalam wujud sulit berkonsentrasi. Dalam keadaan cemas, orang akan sulit berkonsentrasi pada pekerjaan yang sedang dikerjakannya. Pikirannya terus saja diganggu oleh rasa cemas yang berlebih itu.

Selanjutnya, kecemasan bisa mewujud ke dalam gejala fisik seperti dada berdebar-debar dan berkeringat dingin.  Ini adalah tanda-tanda fisik kecemasan yang berlebihan. Kecemasan berdampak pada kesehatan fisik seseorang.

Tanda kecemasan lainnya yang terbentuk ke dalam gejala fisik seperti otot-otot tubuh terasa tegang dan kaku. Ketegangan pikiran akibat kecemasan berakibat langsung pada kondisi otot. Orang yang cemas akan merasakan otot-ototnya kaku dan tegang.

Di samping itu, orang yang cemas sangat mudah lelah. Karena kecemasan, orang jadi tidak bersemangat dalam bekerja. Semangatnya hilang. Bekerja sedikit saja ia sudah merasa lelah. Beban pikiran yang menggelayut sudah menyedot sebagian dari energinya.

Jika kecemasan itu dibiarkan, pasti dampaknya tidak baik bagi kesehatan. Banyak orang mengatakan, bahwa kesehatan itu banyak tergantung pada kemampuan mengelola pikiran.  

Berarti, cara berpikir dan merespons setiap persoalan-lah yang terpenting. Alih-alih memendam kecemasan, lebih baik menemukan solusinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x