Mohon tunggu...
I Ketut Suweca
I Ketut Suweca Mohon Tunggu... PNS, Dosen, Penulis

Membaca dan menulis adalah minatnya yang terbesar. Kelak, ingin dikenang sebagai seorang penulis.

Selanjutnya

Tutup

Media Artikel Utama

Membaca Kiprah dan Pesan Pak Jakob Oetama

10 September 2020   19:33 Diperbarui: 11 September 2020   21:44 516 54 27 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Membaca Kiprah dan Pesan Pak Jakob Oetama
Poster Jakob Oetama. (Foto: KOMPAS/YUNIADHI AGUNG)

Saya tidak mengenal Pak Jakob Oetama secara pribadi atau secara langsung, hanya mengetahui dari buku-buku tentang beliau yang pernah saya baca.

Melalui tulisan tentangnya, kita bisa memahami apa yang sudah beliau lakukan, nilai-nilai yang diajarkan, dan ujaran yang sering dikemukakannya pada berbagai kesempatan.

Berikut ini saya sampaikan hal-hal tersebut setelah membaca tiga buku yang terkait dengan Pak Jakob Oetama.

Cendekiawan Berdedikasi

Sumber gambar : dok. pribadi
Sumber gambar : dok. pribadi
Buku pertama berjudul Cendekiawan Berdedikasi 2008-20016. Buku yang terbit tahun 2016 untuk ulang tahun ke-85 Pak Jakob Oetama, dieditori St Sularto serta diterbitkan Penerbit Kompas setebal 254 halaman ini berisi tentang riwayat hidup dan pengabdian para cendekiawan yang sering menyumbangkan pemikiran mereka di kolom artikel Opini Kompas.

Penghargaan diberikan kepada para cendekiawan berdedikasi Kompas merupakan penghargaan yang diprakarsai Jakob Oetama kepada sejumlah cendekiawan yang berbagi  untuk kepentingan masyarakat luas melalui pengabdiannya kepada profesi kepakaran mereka.

Para cendekiawan itu menulis melalui kolom artikel Opini Kompas. Mereka memproduksi gagasan dan menawarkan jalan keluar dan membawa pencerahan. Sikap kritis yang mereka sampaikan melalui tulisan bagaikan guru-guru masyarakat (civil education) yang ikut mencerdaskan dan mencerahkan kehidupan bangsa.

Sebagaimana dijelaskan di dalam buku ini, penghargaan Kompas Cendekiawan Berdedikasi diberikan sebagai rasa terima kasih atas kesetiaan, komitmen, ketekunan, dan dedikasi mereka seiring perjalanan Kompas. Sejak tahun 2008 sampai dengan tahun 2016 terdapat empat puluh tiga penghargaan yang diberikan.

Untuk menyebut beberapa cendekiawan yang berdedikasi yang telah menerima penghargaan dimaksud diantaranya A. Prasetyantoko, Adnan Buyung Nasution, Ahmad Syafii Maarif, Azyumardi Azra, dan Faisal Basri. Ada juga Mochtar Pabottinggi, Radhar Panca Dahana, Kartono Mohamad, dan Franz Magnis Suseno, dan beberapa lainnya.

Syukur Tiada Akhir

Sumber gambar : dok. pribadi
Sumber gambar : dok. pribadi
Buku kedua yang pernah saya baca berjudul Syukur Tiada Akhir, Jejak Langkah Jakob Oetama. Buku ini disusun St Sularto untuk perayaan 80 tahun usia Pak Jakob Oetama. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x