Mohon tunggu...
A Dzulqarnain
A Dzulqarnain Mohon Tunggu... Mahasiswa

Jangan menyerah

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Peran Konselor

22 Mei 2019   20:43 Diperbarui: 22 Mei 2019   21:11 0 0 0 Mohon Tunggu...

Perubahan dari diri sendiri

Hawa nafsu terkadang membuat mereka lupa akan segalannya tanpa ada pemikiran lebih lanjut terkait hal tersebut. Bahkan dari penyebab itu semua ada penyesalan yang berujung kenestapaan. Hal ini kebanyakan terjadi di usia remaja. Pada masa ini nafsu yang merajai mereka. Masa transisi membuat mereka bertindak dengan inginnya tanpa memikirkan untuk sekitar. 

Melihat gambaran diatas tergiang di angan penulis untuk lebih menggiatkan kegiatan sekolah yang benar-benar membuat mereka bisa mengambil keputusan yang pas. Setiap instansi memiliki otoritas penuh untuk mengembangkan peserta didik. Berbagai cara mereka tempuh untuk bisa menciptakan iklim belajar dan masa depan yang lebih baik. 

Pemerintah memberikan sebuah kekuatan untuk mengatur siswa mulai dari segala bentuk keluhan siswa. Terkadang fakta lapangan tidak sesuai yang telah di konsep. Bimbingan dan konseling salah satu kunci sukses siswa. Perannya cukup penting dan menjanjikan. Arahan dari setiap permasalahan yang dihadapi siswa membuat mereka bisa mengambil tindakan dan mampu mengubah perspektifnya.

Adanya BK terkadang disalah artikan. Anggapan mereka nampak terlihat seperti polisi yang mengatur semua lalu lintas. Hal ini membuat geram dengan adanya BK. Penyebabnya tidak lain karena BK tidak berperan sesuai dengan tugasnya.

Peran BK bisa saja disalahartikan. Perannya pun kadang belum jelas. Padahal BK sebagi motor utama pergerakan karakter siswa. Guru BK harus benar-benar ahli. Ahli dalam mengatasi masalah dan mampu mengambil peran.

Peran BK sebagai pengarahan untuk para siswa. Guna meningkatkan kualitas siswa dengan menemukan potensi yang dimiliki.