Mohon tunggu...
Dahlia Yustina
Dahlia Yustina Mohon Tunggu...

simple - ada di : http://www.pondokdumeliadytna.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Menuju Universitas Negeri

12 Mei 2017   14:50 Diperbarui: 12 Mei 2017   15:17 322 11 8 Mohon Tunggu...

Saat ini UN anak-anak SMU sudah berlalu, sudah boleh berlega hati yaa..tapi eh tunggu dulu...,yang akan melanjutkan kejenjang Universitas saat ini mungkin sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan diri untuk menghadapi SBMPTN, bagaimana sudah memilih jurusan yang pas? masih ikutan bimbel ?, sudah menyusun Planing A, planing B, planing C ? atau sudah merasa tenang dan lega karena sudah diterima lewat jalur SNMPTN atau jalur undangan ?, oke lah mudah-mudahan langkah anak-anak sekalian selalu dilancarkan.

Saya sebenarnya agak sungkan untuk membahas topik ini, tapi karena ada saja teman yang bertanya pada saya, gimana sih tipsnya hingga ketiga anak saya bisa lolos di Universitas Negeri ?, saya merasa malas dengan bahasan ini, bukan apa-apa karena saya menganggap bukanlah sesuatu yang luar biasa sekali, masih banyak anak-anak lain yang prestasinya lebih luar biasa dan saya takutnya menimbulkan kesan terlalu berlebihan, lagi pula tak ada trik khusus. tapi setelah dipikir lagi tak mengapalah untuk sekedar berbagi pengalaman dan siapa tahu bisa memberikan manfaat untuk yang lain untuk lebih termotivasi, toh ini adalah pengalaman anak sendiri dan kita sebagai orang tua secara tidak langsung terlibat didalamnya.

Masa depan tidak tergantung dari mana kita "LULUS', semua karena usaha dan kerja keras, itu saya setuju sekali., tetapi sebagai manusia yang sudah diberi akal dan pikiran kita wajib berusaha untuk mendapatkan yang terbaik. Demikian juga dengan pendidikan anak-anak kita, kita pribadi kepinginnya sejak dini anak-anak mendapatkan pendidikan terbaik ditempat yang tepat pula.

Dalam hal ini saya dan suami, sama seperti orang tua yang lain berharap selepas SMU anak-anak bisa melanjutkan ke UNIVERSITAS NEGERI, lolos ke PTN menjadi harapan besar...ini bukan tentang gengsi dan kebanggaan, tetapi alasan utamanya adalah soal biaya, maklum kalau kuliah di swasta biaya lumayan mahal, sementara saat itu kondisi ekonomi sedang drop dan beban puncak biaya pendidikan anak sedang tinggi-tingginya. Apapun itu anak-anak harus mendapatkan yang terbaik, pendidikan adalah nomer satu.

Sebenarnya ketiga anak saya prestasi akademiknya biasa-biasa saja, tetapi memang mereka lumayan cerdas. dari ketiganya anak bungsu  lebih menonjol, terbukti dengan prestasi akademiknya setiap semester dan peraih UN peringkat ketiga tertinggi sekota kami kala itu.

Sejak dini kami tanamkan pada anak-anak, bahwa pendidikanlah yang menjadi bekal utama mereka untuk kehidupan selanjutnya, utamakan pelajaran sekolah dari pada kegiatan lainnya. Usaha untuk menuju lolos ke PTN bukanlah datang mendadak setelah UN, tetapi sejak jauh-jauh hari, bahkan sejak mereka baru duduk dikelas satu SMU.

Mungkin ada yang bertanya, koq niat banget sih ? jujur memang iya sih, tapi tidak lebaylah apa lagi sampai menekan anak. Apakah ikut Bimbel sana sini ? Tidak !, anak-anak hanya mengikuti pelajaran tambahan dari guru-gurunya disore hari, itu pun baru dilaksanakan ketika mereka duduk dikelas akhir, selain itu mereka beberapa kali mengikuti try out yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan di kota kami.

Selain sekolah, anak-anak tetap dibebaskan untuk mengikuti kegiatan apa saja yang mereka suka, tak ada peraturan khusus seperti jam sekian harus belajar, berapa jam sehari harus belajar, itu tidak sama sekali. kepada anak-anak selalu diingatkan apa kewajiban mereka sebagai seorang pelajar. Semua berjalan normal sama seperti anak-anak yang lain, Hanya saja begitu masuk kekelas akhir stop semua kegiatan untuk fokus ke UN, namun namanya anak pasti ada yang suka ngeyel dengan tetap nge Band setiap minggu atau lagi getol-getolnya main futsall. 

Peran orang tua sangat penting, kita tidak bisa bersikap cuek saja, setiap akhir semester hasil pencapaian akademik selalu di REVIEW, memberikan masukan sana-sini, berdiskusi panjang lebar, mencari tahu apa keinginan mereka, memahami kemampuan dan potensi yang dimiliki anak, semudah itu kah ?? Tidak !, bahkan beradu argumentasi menjadi hal yang biasa sampai acara nangis-nangis segala hehee, tapi tak ada salahnya untuk sesuatu yang positif, justru harus kita pahami dukungan semangat dan motivasi dari orang tua merupakan sebuah energi luar biasa yang tak terbantahkan, yang terpenting juga orang tua tak boleh egois dengan mengedepankan keinginan sendiri tanpa memahami kondisi anak.seperti saya nih, saya itu kepengen banget anak-anak daftar di kedokteran, tapi apa daya saya harus terima karena anak-anak menolak dengan tegas.

Jalur SNMPTN, merupakan jalur seleksi dengan memakai sistem penilaian pada prestasi akademik tiap semester, lazim disebut Jalur Undangan, sistem ini tanpa melalui tes, tapi dengan melihat hasil pencapaian tiap semester. nilai rapor yang selalu naik sampai batas akhir berpeluang untuk lolos, yang harus diperhatikan jangan salah memilih jurusan, hindarkan memilih jurusan diluar jurusan studymu, perhatikan passing grade dan daya saing dari jurusan yang diambil.jadi perhatikan betul pencapaian tiap semester .

Pengalaman anak ketiga saya,sibungsu mendapat tiket lewat jalur ini, dia lolos untuk pilihan pertama, sejak melakukan pendaftaran memang sudah diarahkan betul melalui diskusi yang panjang bagaimana sebaiknya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN