Mohon tunggu...
Denda Yulia Asih Rismawanti
Denda Yulia Asih Rismawanti Mohon Tunggu... pelajar/mahasiswa -

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus | Simple | Long life education | 私はスマートではないです | @YuliaRizzy | Fb: Denda Yulia Asih Rismawanti シ ッ ツ ヅ

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Faktor Budaya Bunuh Diri di Negeri Ginseng

15 September 2013   21:20 Diperbarui: 24 Juni 2015   07:51 7718 1 5
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

[caption id="attachment_278998" align="aligncenter" width="300" caption="Ilustrasi images from google"][/caption]

Mendengar kata Seoul ibu kota dari Korea selatan ini pasti mengingatkan kita pada artis-artisnya yang terkenal cantik dan tampan bahkan sekarang korea bisa dikatakan sudah mendunia, Siapa yang tak mengenal negeri ginseng tersebut, ya mulai dari budaya, kuliner, wisata, artis-artisnya, bahkan gaya berbusana artisnya maupun masyarakat disana dijadikan trend di seluruh dunia termasuk Indonesia. Korea di kenal dengan gaya berbusananya yang casual dan modis, selalu di puja-puja oleh fans dari berbagai penjuru dunia, dengan gaya hidup yang bisa dikatakan glamour serta oplas yang sering di lakukan baik dari kalangan selebriti maupun masyarakat biasa. (Kembali ke masalah artis), ternyata menjadi artis di korea tidaklah gampang, bagaimana tidak? Dilihat dari segi persaingan industry hiburan yang sangat ketat tak jarang membuat para artisnya depresi bahkan nekat membunuh diri dan sepertinya bisa dikatakan menjadi budaya mereka (?).

[caption id="attachment_278999" align="aligncenter" width="300" caption="Beberapa photo artis korea mati bunuh diri "]

1379254674489617173
1379254674489617173
[/caption]

Dari segi umumnya tingkat bunuh diri baik dari kalangan artis maupun masyarakatnya Menurut data statistik menyatakan, tingkat bunuh diri di korea selatan menempati urutan pertama di dunia, kemudian disusul oleh Hungaria dan Jepang (data OECD FactBook 2010). Sebanyak 29,9 dari 100 ribu penduduk korea yang bunuh diri, dan 19,1 persen untuk data kuantitatif angka bunuh diri di Jepang. Dari kasus bunuh diri tersebut yang paling di soroti dari kalangan artisnya sendiri. Bagaimana tidak, korea yang terkenal seantero jagat ( ^_^) karena artisnya yang terkenal memiliki paras cantik maupun tampan dan bahkan tak jarang remaja kita pingin mengunjungi Negara tersebut namun malah menjadi tempat tingkat kerawanan hidup yang tinggi, tidak heran mereka melakukan hal tersebut karena memang persaingan baik dari industry musik maupun perfilman disana sangat ketat, yang bisa membuat para artisnya depresi.

Berikut data statistik penyebab kasus bunuh di korea :

  • Masalah psikologis/psikiatris dengan data 28,28 %
  • Masalah fisik/penyakit dengan data 21,88%
  • Masalah ekonomi dengan data 16,17%

[caption id="attachment_279015" align="aligncenter" width="300" caption="data OECD FactBook "]

13792596221965926274
13792596221965926274
[/caption]

Perbandingannya, tingkat depresi dari kalangan aktor mencapai 53,12 dari 100 %, wirausaha tingkat stressnya 48,12 dan buruh 48,18. Sehingga pada tahun 2009 Biro Statistik Korea mengklaim bahwa tingkat kejadian bunuh diri mencapai 60 %. Dan sudah terbukti banyaknya tercatat sejarah artis-artis Korea mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Hingga tahun 2000 ada sekitar 6000 jiwa di korea yang meninggal karena bunuh diri dan pada tahun 2007 jumlah tersebut menjadi 12000 jiwa. Sebagai pencegah atau untuk mengatasi masalah tersebut,pemerintah korea telah menggalakan biro konsultasi masalah. Hal ini ditujukan agar tiap penduduk korea yang sedang mengalami suatu masalah,bisa memanfaatkan jasa ini,tanpa harus mengkonsumsi obat-obatan atau bunuh diri. Bisa jadi beberapa tahun ke depan,pekerjaan sebagai ahli terapis kejiwaan atau ahli psikolog akan menjadi pekerjaan yang paling banyak dibutuhkan di negara ginseng tersebut.

Upaya lain bisa juga bisa dilakukan melalui pemberlakuan masa cuti yang relatif banyak bagi para pekerja, khususnya para pekerja seni. Tak jarang kita saksikan, para artis korea yang memang sama sekali tidak mendapat jatah libur yang 'benar-benar' dikatakan libur. Libur bepergian keluar hanya diselenggarakan bersamaan dengan jadwal sebuah acara televisi. Bukannya pikiran fresh dan nyaman karena bisa pergi berlibur karena dapat bebas sementara dari berbagai pekerjaan yang mengikat namun Masih diikuti oleh kilauan blitz atau camera serta tuntutan script.

Selama ini, biasanya para artis yag bekerja di bawah naungan sebuah agency, adanya pemberlakuan aturan yang mengikat mereka yang mengatur beraktivitas hanya di seputar asrama, panggung, dan studio. Benar-benar sebuah kontrak kerja yang menyiksa. Dengan kata lain, menjadi artis sama dengan kegiatan Wamil (wajib militer), karena harus melalui serangkaian training. Seharusnya di tiap agency, disediakan personal consultant yang khusus menangani permasalahan personal yang dihadapi para artis korea. (saran)

Secara wilayah, daerah yang meiliki tingkat bunuh diri tertinggi biasanya terletak di kawasan kota metropolitan,dua provinsi tertinggi yaitu chuncheong (dengan ibukota Daejon), dan ibu kota dari korea selatan sendiri yaitu Kota Seoul. Artinya tingkat bunuh diri itu sendiri memang banyak terjadi di wilayah dengan populasi yang tinggi, kegiatan industri dan barang yang relatif tinggi bisa menjadi pemicu tingginya persaingan, ditambah dengan kondisi lingkungan perkotaan yang dipenuhi bangunan-bangunan permanen, sehingga tidak mampu menjadi therapy untuk melepas kepenatan mayarakat yang bekerja di pusat perkotaan.

Tapi bagaimanapun tetap kagum sama budaya mereka, yang menghargai satu sama lain dan menurut saya tidak melupakan budaya mereka sendiri, ini opini saya pribadi lho !! Gomenasai untuk yang KONTRA! (^_^)

Sumber: Yahoo, Google, blog.

Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan