Humaniora

Tak Selamanya Jomlo Itu Menyedihkan

14 Februari 2018   10:45 Diperbarui: 14 Februari 2018   10:52 521 0 0
Tak Selamanya Jomlo Itu Menyedihkan
Mediadakwah.com

Hari ini 14 Februari, surganya para remaja. Kok bisa? Loh, emang ga tau ya kalo hari ini tuh hari yang paling ditunggu para kaula muda? Valentine day. Dimana semua pemuda sedang berbahagia dengan pasangan masing-masing. Ada yang lagi nunggu cokelat dari pacarnya, ada yang lagi bersiap menembak gebetannya, ada pula yang menyusun rencana untuk hang out berdua.

Sementara yang lagi jomblo? Gigit jari sambil mojok pegang hape. Siapa tau dapat gebetan dari pesbuk. "Sandal aja berpasangan masa gue jomblo terus sih", batinnya. Kasian deh lo....Padahal yang sedang berpasanganpun belum tentu bahagia. Karena apa? Karena bahagianya hanya semu. Seolah-olah dunia milik berdua, yang lain ngontrak. Mereka melakukan hal-hal yang menjadi jalan kehancuran. Perayaan valentines day, selalu diisi dengan aktivitas yang penuh dengan maksiat. Semisal nonton bareng, mojok berdua, pesta pora, bahkan ada yang sampai having sex. Tidak cukup hanya sekedar jalan berdua tanpa aktivitas lain seperti pegangan tangan, ciuman, atau hal-hal yang diinginkan.

Hey, kamu! Iya kamu, yang lagi di pojokan sambil pegang hape. Ga usah baper karena jomblo. Ga usah sedih bin risau! Jadilah jojoba, jomblo-jomblo bahagia. Jangan kalah dengan mereka yang menumpuk dosa. Harusnya bangga dong jadi jomblo, yang sudah pasti dosa aja bangga apalagi yang enggak?

Coba deh tengok Nabi Yusuf as. Beliau adalah seorang pemuda yang sangat tampan dan jomblo. Catet ya, "jomblo". Tapi gak baperan tuh. Karena beliau tau, bahwa jomblo itu membawa berkah. J

omblo itu lebih mulia di hadapan Allah daripada yang berpasangan tapi bukan pasangan yang sah. Padahal Nabi Yusuf memilik seribu pesona untuk menarik kaum hawa. Semua mata yang memandang baik perempuan maupun laki-laki akan menoleh dua kali padanya. Seorang wanita jelita ( bukan jelang lima puluh tahun lo ya), bernama Zulaikha berusaha meraik simpati Yusuf. Bahkan dengan terang-terangan berani melakukan perbuatan amoral padanya. Namun apa tanggapan Yusuf? Barang kali kalau ini terjadi pada kamu-kamu atau pemuda zaman now, pasti tidak akan melewatkan kesempatan langka seperti itu. Sudahlah langsung embat aja. Apalagi dalam kondisi sepi, cuma berdua dan yang ngajakin ceweknya pula. Ajiib....!

Tapi tidak demikian dengan Yusuf. Beliau menolak dengan tegas untuk melakukan perbuatan dosa itu. Beliau lebih memilih masuk penjara daripada menentang Allah dengan menuruti nafsu syahwat. Apakah Yusuf tidak tertarik pada wantia, seperti cowok-cowok ganteng zaman now yang sering diistilahkan terong makan terong? Tentu saja tidak. Yusuf manusia normal coy. Rasa suka terhadap lawan jenis tetap punya. Apalagi dengan wanita jelita bernama Zulaikha. Hanya saja, Yusuf lebih cinta kepada Allah. Cinta di atas cinta yang lain yang akan membawanya menuju kenikmatan surga.

Secara fitrah manusia dikaruniai naluri jinziyah oleh Allah. Dimana salah satu manifestasinya adalah cinta terhadap lawan jenis. Sebagaimana tercantum dalam Al Qur'an Surat Ali Imran ayat 4 yang artinya:

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)."
Naluri ini butuh pemenuhan. Namun, Islam memiliki aturan dalam segala hal tak terkecuali dengan cinta. Jika ingin mendapat surga maka kita harus mengikuti perintahnya.

So, jomblo itu bukan takdir ya guys. Tapi jomblo itu pilihan. Pilihlah jadi jomblo yang berbahagia di dunia dan akherat, yaitu "jomblo fi sabilillah". Niscaya kamu tidak akan menjadi jones alias jomblo ngenes yang tiap saat hanya merenungi nasib sambil berharap ada gebetan yang siap diajak maksiat. Ups, sorry!