Mohon tunggu...
Ign Joko Dwiatmoko
Ign Joko Dwiatmoko Mohon Tunggu... Guru - Yakini Saja Apa Kata Hatimu

Jagad kata

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Nilai Poin Kompasiana yang Masih Membingungkan

11 Juli 2021   10:56 Diperbarui: 11 Juli 2021   12:34 182 20 10 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Nilai Poin Kompasiana yang Masih Membingungkan
(dokpri)

Selama 11 tahun dengan pangkat masih penjelajah memang luar biasa. Itu sebuah prestasi atau sebuah keprihatinan. Dengan Headline yang tertulis 126 kalah point dengan mereka yang baru mengumpulkan 4 bahkan  lebih sedikit tapi pointnya sudah lebih dari yang Headline sudah lebih dari seratus. Saya sih tidak hendak menggugat. Cukup introspeksi saja bahwa ternyata verifikasi biru dan banyaknya artikel pilihan tidak menjamin meningkatkan value, nilai, point secara signifikan. Pertumbuhan point tetap lambat karena mungkin kurang berinteraksi dengan sesama kompasianer.

Satu hal yang tetap harus kulakukan meskipun ada rasa kecewa terhadap sistem kepangkatan dan perolehan view, yaitu menjaga kualitas tulisan dan seideal mungkin. Saya tidak mau hanya mengejar kuantitas dengan mempublis tulisan pendek, singkat. Ada idealisme menulis yang mesti aku pertahankan meskipun tulisan berkualitas belum tentu mendapat apresiasi. Bahkan mungkin banyak artikel ringan, bersifat populer dan terkadang dengan judul bombastis selalu mendapat point tinggi

Apakah adil atau tidak mungkin bagi kompasiana sudah adil karena yang bekerja adalah sistem. Bodohnya saya adalah tidak bisa mengakali bagaimana membuat point meningkat dengan menyesuaikan dengan sistem. Di samping mengikuti topik pilihan saya juga seringkali keukeuh untuk mempertahankan ide. Antara lain aku tidak pede jika menulis kurang dari 700 kata. Sudah menjadi kebiasaan jika tulisan yang ideal baik bagiku itu lebih dari 700 kata. Dan aku biasa menuliskannya sekali duduk.

Jam terbang menulis yang cukup membuat rasanya 700 kata itu bisa diselesaikan dengan cepat, terkadang malah tulisan merambah lebih dari 1000 kata. Lalu mengapa tulisan panjang dan bahasan yang detail tidak cukup meningkatkan point? Mungkin saya memprediksi karena aku kurang melakukan survey terhadap tipe pembaca kompasiana. 

Pergerakan view yang sering aku tulis hanya berkisar 40 sampai 100 view, padahal hampir selalu tulisan masuk pilihan dan seringkali masuk dalam artikel yang diupload di facebook Kompasiana.

Lalu apakah harus meneliti dosa dan kesalahan- kesalahan masa lalu hingga tahu mengapa pergerakan point begitu rendah. Bandingkan dengan kompasianer yang baru bergabung 2 sampai 3 tahun tapi sudah mencapai tingkat fanatik bahkan hampir masuk level senior. Aku merasa seperti siput yang berjalan pelan tidak naik -- naik melihat pergerakan pointku padahal segala upaya sudah kulakukan.

Okelah kalaupun masih panjang untuk mencapai level fanatik aku sendiri yang akan menahbiskan sendiri bahwa sebenarnya secara real meskipun pernah tidak aktif beberapa tahun kesetiaanku pada kompasiana sudah mencapai level senior, meskipun aku tidak mau sombong mendaku sebagai maestro karena memang belum levelku.

Banyak teman seangkatan yang sudah menghilang, sudah terbang dan mencari ladang lain, bahkan banyak yang sudah profesional dan mempunyai platform blog sendiri. Mereka yang dulu aktif seperti Isson Khoirul, Muthiah Alhasany ( masih sering muncul tetapi tidak terlalu aktif tapi masih konsisten menulis). Beberapa sudah meninggal seperti Pak Dian Kelana, Thamrin Sonata. Yang lain yang dulu sering aktif kumpul kumpul hanya sesekali nongol kalau ada kumpul copy darat.

Kenapa aku masih bertahan di Kompasiana. Salah satunya karena penasaran mengapa pergerakan point amat lambat. Dan lainnya aku masih punya target menulis lebih dari dua ribu.

Salah satu dosa saya mungkin di rumah besar Kompasiana itu karena aku tidak cukup interaktif, memberi vote, mengunjungi dan berkomentar di artikel kompasianer. Tidak cukup aktif di komunitas yang ada di Kompasiana karena ada beberapa alasan pribadi yang tidak bisa kuceritakan. Hasratku saat ini hanya satu tetap ingin menulis saja. Sejauh mungkin membuat tulisan yang mampu menginspirasi, sebisa mungkin menampilkan tulisan berkualitas.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x