Mohon tunggu...
Ign Joko Dwiatmoko
Ign Joko Dwiatmoko Mohon Tunggu... Yakini Saja Apa Kata Hatimu

Jagad kata

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Mempertajam Intuisi Menulis dengan Catatan Harian

18 Februari 2020   11:25 Diperbarui: 18 Februari 2020   11:36 81 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mempertajam Intuisi Menulis dengan Catatan Harian
kumpulan catatan harian.(strorial.co)

Saya merasa terbantu ketika saya membuat catatan harian. Menulis menjadi semakin mudah, mengalir seperti gerojogan. Kalau harus ditarget harus menulis begini dan begitu rasanya merepotkan. Maka ketika saya menulis catatan harian (catatan Pak Dhe Jenggot) kebebasan berpikir benar- benar terjamin. Saya bebas mengungkapkan cerita dengan gaya tersendiri.

Walaupun begitu tentu tetap harus memperhatikan tata susunan bahasa, tetapi tidak terlalu kaku dalam melontarkan ide sesuai kode etik jurnalistis, atau aturan ilmiah yang membuat tulisan terasa formal banget. Malah kadang saya membuat catatan santai saja yang membahas apa saja yang muncul dipikiran ditambah membuat judul hanya satu kata.

Boleh jadi jika setiap hari bisa menulis catatan harian yang tersusun sekitar 350 sampai 500 kata kebiasaan ini menjadi tabungan untuk membuat satu buku seperti halnya catatan pinggirnya Gunawan Mohammad.

Penulis yang sukses tentu membuat perencanaan -- perencanaan agar tulisannya runtut, disesuaikan dengan tema, disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Sukses sebagai penulis itu beda- beda kriterianya. 

Banyak yang menganggap ketika orang sudah bisa menghidupi diri dengan mengandalkan diri dari pendapatannya menulis maka sukseslah ia sebagai penulis. Tetapi ada yang yang menganggap bahwa sukses menulis itu ketika tulisannya mampu memberi inspirasi orang lain untuk berubah menjadi lebih baik.

Kebiasaan menulis tentu akan membuat intuisi menjadi lebih tajam. Ia (penulis) mampu melihat celah kecil kesempatan menulis. Bisa menginspirasi dengan bahasa sederhana namun membuat hal -- hal sulit menjadi mudah. Yang berat menjadi ringan yang semula malas membaca menjadi kesengsem dan ketagihan.

Yang dilakukan penulis setiap hari adalah tulisan semakin cepat dibuat, semakin mampu menemukan cara bagaimana cara meracik tulisan agar nikmat dibaca orang. Semakin sering nalurinya akan semakin tajam menangkap permasalahan, mampu memecahkan persoalan dengan bahasa terukur dan nyaman.

Intuisi adalah semacam kemampuan mengetahui atau memahami sesatu tanpa dipikirkan atau dipelajari ; bisikan hati;gerak hati (KBBI). Semakin sering menulis gerak hati, bisikan hati semakin mudah ide ditangkap dan dengan mudahnya menulis baik di catatan harian maupun ketika membuat artikel opini yang memerlukan kelancaran dalam menuliskan ide melalu bahasa tulis.

Dengan menulis catatan harian akan mudah bagi penulis merunut sejarah dengan mengamati, mencatat dan melakukan cara -- cara sistematis. Bayangkan wartawan ditekan untuk membuat laporan reportase dengan waktu yang sudah mepet karena terbentur deadline penayangan berita. Kalau lambat sedikit, liputannya menjadi basi tidak up to date. 

Kecepatan menulis dan ketenangan mengeksekusi berita  butuh intuisi, sehingga ia tidak stuck menulis. Dan dengan intuisi yang baik setiap penulis akan mengetahui dengan cepat kemauan redaktur, memilih judul pas agar tulisannya menarik untuk dibaca dan tentu saja membuat penulis lebih spontan dan tanggap jika suatu saat dipaksa dengan cepat menyelesaikan sebuah proyek menulis.

Catatan harian sangat efektif untuk memetakan peristiwa- peristiwa yang terjadi baik peristiwa biasa maupun yang luar biasa. Kadang hal- hal kecil yang tercatat itu menyimpan ide besar untuk dikembangkan menjadi cerita pendek, puisi, essay maupun reportase.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN