Mohon tunggu...
Dwi Apriliyanto
Dwi Apriliyanto Mohon Tunggu... Mahasiswa - UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

Mahasiswa aktif S1 Pendidikan Sosiologi

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

George Herbert Mead dalam Interaksionisme Simbolik

29 September 2022   14:55 Diperbarui: 29 September 2022   15:00 94 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

George Herbert Mead, seorang sosiolog yang lahir pada 27 Februari 1863 di South Hatley Massachussest ini merupakan pencetus lahirnya teori Interaksionisme Simbolik. Sarjanah muda yang mendapat gelarnya pada 1883 ini lalu melanjutkan studinya di Universitas Havard dan Leipzig.

Interaksionisme simbolik sendiri dikenal sebagai mahzab Chicago. Sumbangan besar pemikirannya dipaparkan dalam karyanya yang berjudul Mind, Self, and Society yang dipublikasikan pada tahun 1934 dimana karyanya ini adalah kumpulan dari bahan kuliahnya dikelas dahulu.

Interaksionisme Simbolik merupakan teori dasar yang dikemukakan oleh George Herbert Mead, dalam teori tersebut terdapat beberapa prinsip dasar, yaitu diantaranya :

  • Manusia itu dibekali oleh kemampuan berfikir, tidak seperti binatang. Karna manusia dibelaki kemampuan berfikir, makai a dikatakan mampu mengembangkan pemikirannya.
  • Kemampuan berfikir manusia itu dibentuk melalui interaksi sosial. Semakin kita banyak berinteraksi dengan orang lain maka pemikiran kita akan semakin berkembang
  • Di dalam interaksi sosial manuia mempelajari arti dan juga symbol yang membuat mereka mampu menggunakan pemikiran mereka. Jadi dengan kita berinteraksi, maka kita mampu mempelajari arti atau makna sebuah symbol. Maka bila kita kurang berinteraksi dengan orang lain, kita akan kurang memahami symbol-simbol yang sedang trand di masyarakat.
  • Simbol dan makna  memungkinkan manusia melanjutkan tindakan khusus dan berinteraksi. Dengan adanya symbol dan makna tertentu, manusia mampu berfikir tindakan apa yang selanjutnya akan dilakukan. Seperti adanya bendera kuning yang menandakan terdapat lingkungan yang sedang berduku, maka biasanya kita akan sedikit mengecilkan suara kita.
  • Manusia mampu mengubah arti dan symbol yang digunakan dalam tindakan serta interkasi berdasarkan penafsiran mereka dalam beberapa situasi. Prinsip ini menjelaskan dimana manusia mampu mengubah penfasiran mereka dalam beberapa situasi misalakn saat kalian berencara untuk bertemu dan berkumpul, terkadang malah disibukan dengan handphone masing-masing. Nah disini kita terkadang memaknai bahwa pertemuan ini terasa membosankan dan tidak ada artinya bila semua hanay sibuk dengan handphonenya masing-masing.
  • Manusia mampu membuat kebijakan modifikasi dan perubahan atas kemampuan berinteraksi dengan dirinya sendiri dan menimbulkan peluang pilihan atas tindakannya. Jadi bila kalian misalnya melihat sebuah gambar seperti gambar symbol laki-laki dan perempuan di kamar mandi, lalu kalian sangat ingin buang air namun di kamar mandi laki-laki sdang penuh. Terkadang kalian akan langsung masuk ke dalam kamar mandi perempuaan karna melihat disana kosong tidak ada orang.
  • Pola tindakan dan interaksi yang saling berkaitan akan membentuk kelompok dan masyarakat. Prinsip ini lebih makro dimana prinsip ini membentuk identitas sosialnya dari interaksi yang ia dan lakukan bersama beberapa individu. Misalnya satu individu melakukan kejahatan dan diikuti oleh individu lain secara terus menerus. Mak tindakan kejahatan tersebut akan ditafsirkan sebagai bukan sebuha tindakan negatif.

Akar utama dari Interaksionisme Simbolik ini tidak lepas dari akar filsafat pragmatism dan behaviorisme psikologis. Dimana pragmatisme berasumsi bahwa realitas diciptakan secara aktif dengan tindakan dalam dunia nyata. Selain itu, ingatan dan pengetahuan didasarkan pada dunia nyata yang telah terbukti berguna bagi manusia. Lalu manusia mendefinisikan objek sosial tertentu menurut utilitasnya sehingga pemahaman atas individu didasarkan pada perilakunya dalam kenyataan. Di lain sisi, behaviorisme psikologis berasumsi bahwa perilaku manusia tidak sama dengan perilaku hewa, karna tindakan manusia didasarkan oleh proses mental. Oleh karna itu manusia merupakan aktor kreatif dalam kehidupan.

Mead mengemukakan bahwa dalam teori interaksionisme simbolik, ide dasarnya adalah sebuah symbol. Karna symbol merupakan suatu konsep mulia yang membedakan antara manusia dengan hewan. Simbol muncul akibat kebutuhan setiap individu untuk berinteraksi dengan orang lain dan dalam proses berinteraksi, pasti ada suatu tindakan yang diawali dengan pikiran.

Dalam proses pembentukan sebuah tindakan, terdapat beberapa tahapan yang akan dilalui. Dimulai dari impuls, persepsi, manipulasi, dan diakhir dengan konsumsi. Mind sendiri bersifat sosial, dimana tindakan yang menggunakan simbol-simbol dab mengarahkan symbol tersebut menuju self. Dengan mind, symbol bisa dimanipulasi.

Terdapat tiga tahapan pembentukan self,dimulai dari play stage dimana seorng individu sedang membangun dirinya dengan belajar menajdi subjek sekaligus objek melalui proses merespon segala hal yang ia ketahui. Lalu dilanjutkan dengan game stage yang merupakan tahapan dimana individu mampu memainkan rangkaian peran dan menemukan apa yang akan dilakukannya dengan melihat peran orang lain. Terakhir terdapat tahapan generalized other, tahapan ini menjadikan individu mampu dan sudah terbentuk bangunan kepribadian dirinya sendiri.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan