Mohon tunggu...
Dwi Annisa Pratiwi
Dwi Annisa Pratiwi Mohon Tunggu... Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga 20107030126

stay gorgeous!

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Air Fryer, Alat Masak Viral Ternyata Penyebab Kanker?

18 April 2021   19:07 Diperbarui: 18 April 2021   19:06 441 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Air Fryer, Alat Masak Viral Ternyata Penyebab Kanker?
klikdokter.com

Kira kira siapa nih yang belum pernah dengar alat masak yang lagi viral akhir akhir ini yaitu 'air fryer'. Merupakan suatu oven atau sejenis alat panggang Conventions yang sudah digunakan sejak tahun 1945. Awalnya air fryer listrik dikenalkan pada tahun 2010 di Berlin, Jerman oleh raksasa teknologi Phillips yang diperjualbelikan kepada masyarakat umum. Empat tahun setelahnya tepatnya pada tahun 2019 muncul berbagai merk dagang yang memperjualbelikan air fryer ini, diantaranya yang terkenal di Amerika Serikat yaitu Elite, Farberwere, GoWise, Ninja dan juga Merk NuWave. Lantas sebenarnya Bagaimana sih cara kerja air fair ini. Dikutip dari Wikipedia sebuah air fire adalah suatu  countertop Conventions oven yang di design atau dirancang untuk mensimulasi panggangan kering tanpa membutuhkan minyak. Dari putaran teknologi kipas di dalamnya yang mengandung air panas kecepatan tinggi yang disebut reaksi Maillard. perlu diketahui juga, menggoreng di dalam air fryer ini juga memiliki kekurangan dan juga kelebihan. diantaranya menggoreng menggunakan teknologi baru ini ternyata menjadikan makanan mudah hangus karena sering membuat orang terlena karena penggunaan nya yang cukup praktis, efek gosong yang ditimbulkan tak lain disebabkan makanan yang dimasak menggunakan suhu yang tinggi sehingga kelebihan beberapa detik saja akan membuat makanan hangus. Selain mudah gosong atau hangus, kelebihan waktu pada saat memasak menggunakan air fryer dapat membuat makanan mudah mengering, oleh karena itu harus dibutuhkan perhatian ekstra pada saat memasak dengan air fryer. Faktor yang juga menyebabkan makanan yang terlalu kering adalah proses masakan tanpa minyak yang tak lain akan semakin memicu makanan terlalu kering. Meskipun memasak menggunakan air fryer ini mempercepat proses memasak, perlu diingat bahwasannya air fryer memiliki kapasitas yang cukup terbilang kecil. Biasanya porsi makanan yang dapat disajikan sekali proses memasak menggunakan air fryer hanya 1 hingga 4 porsi saja. Jika kebutuhan anda adalah memasak dalam porsi besar atau untuk porsi keluarga, satu kali sesi memasak mungkin tidak cukup. Tentunya anda memerlukan waktu yang lebih lama. Disisi lain popularitas air fryer yang semakin melejit, beberapa peneliti teknologi makanan justru sedang meneliti dan juga menelaah adanya anggapan yang menyatakan bahwa air fryer dapat menyebabkan kanker. Adanya anggapan ini tak lain akibat datangnya senyawa-senyawa tertentu yang ada saat benda tersebut memproses makanan. Faktor lain juga dikatakan beberapa ahli bahwasannya air fryer bekerja pada sistem sirkulasi udara yang sifatnya panas dalam perangkatnya yang mana, bisa saja panasnya mencapai 2500 derajat celcius. Teknologi yang dikembangkan tersebut tak lain karena air fryer dapat digunakan untuk menggoreng makanan tanpa menambahkan minyak ke dalamnya. Kalaupun menggunakan minyak, minyak yang terkandung akan tersaring ke dasar wadah penampung minyak saat selesai proses memasak. Sepakat dengan hal tersebut, 

Shutterstock/leungchopan
Shutterstock/leungchopan
National Cancer Institute menyatakan menggoreng menggunakan air fryer akan menghasilkan senyawa kimia yang bernama akrilamida hidrokarbon polisiklik arimatik dan juga senyawa heterosiklik amina. Kedua senyawa tersebut memiliki kaitan erat dengan  hubungan yang menyebabkan resiko kanker. Namun apakah air fryer justru terbukti menyebabkan kanker ? Pernyataan tersebut ditanggapi oleh dr Sepriaji Trimurtini Limbong yang menegaskan bahwasannya penelitian terkait senyawa akibat proses pemasakan melalui air fryer memicu kanker masih sangatlah terbatas. "memang ada yang mengatakan bahwasannya penggunaan air fryer ini bisa membentuk hidrokarbon yang artinya dapat memicu kanker. Namun masih banyak juga penelitian yang belum membuktikan pernyataan itu sepenuhnya tutur dr Sepriani. Dokter Septriani juga mengatakan jika anda ingin menghindari resiko kanker sebaiknya Anda harus memilih cara masak yang sehat yang telah dianjurkan, diantaranya adalah cara memasak seperti merebus dan juga mengukus. Namun jika keadaan Memaksakan Anda untuk menggunakan air fryer, salah satu hal yang harus Anda perhatikan adalah memilih kualitas air fryer yang baik. Anda wajib untuk memilih air fire dengan bahan material plastik yang tidak terkandung BPA  (bisfenol A) di dalamnya. sebaliknya kalau anda dapat menggunakan dengan bijak dan juga tepat, air fryer juga memiliki beberapa manfaat dan keuntungan diantaranya adalah air fryer dapat membantu untuk mengurangi asupan minyak yang tidak sehat untuk tubuh. Kaitan hal tersebut adalah dapat membantu untuk menurunkan resiko obesitas atau berat badan berlebih yang mana khususnya jika dikombinasikan dengan penerapan gaya hidup yang aktif dan juga sehat. Juga manfaat untuk menghindari resiko itu terciprat minyak panas sangatlah minim jika menggunakan air fryer, Anda tentunya tidak perlu untuk menggoreng makanan dua dah yang terbuka yang mana berisikan minyak panas. Manfaat lainnya adalah membuat sayuran terasa lebih renyah dan juga lezat rasanya. selanjutnya opsi memasak yang lebih aman adalah merebus atau mengukus namun manakah yang lebih efektif sih agar nutrisi makanan tidak tercuri dan juga lebih sehat tentunya. Apabila masakan yang akan kita masak di olah dengan cara menggoreng, memanggang atau membakar nya masing masing hal tersebut dapat mencuri nutrisi yang terkandung dalam makanan. Lantas karena penggunaan air fryer belum dikonfirmasi kebenarannya, adakah cara lain dalam memasak yang menyisakan banyak nutrisi ?. Bagaimana dengan merebus dan juga mengukus makanan, sudahkah kalian mengetahuinya ? Kedengarannya memasak dengan cara merebus atau mengukus sekilas sama. Namun ternyata berbeda loh! Merebus, adalah proses memasak yang mana akan melibatkan kontak secara langsung antara air yang mendidih dengan bahan yang dimasak. Apabila dikaitkan dengan waktu memasak, cara merebus tentu lebih unggul daripada cara mengukus. Namun Menurut para ahli pada saat proses perebusan akan timbul suatu peristiwa pencurian senyawa aktif dari bahan makanan itu sendiri yang mana tidak heran jika para peneliti menyebut bahwa kandungan nutrisi dan juga bahan yang direbus sudah menyusut. Penelitian yang diterbitkan oleh British journal of nutrition menjelaskan bahwasanya bagaimana brokoli atau bunga kol yang proses memasaknya direbus akan menghilangkan kandungan Folat nya hingga 50%. selain hal itu, antioksidan di yang terkandung di dalam sayuran juga dapat menyusut. Atas dasar itulah kita tentunya sering mendengar anjuran untuk tidak merebus bahan makanan terlalu lama. Kita tentu tidak ingin bahan makanan yang kita masak akan kehilangan senyawa vitamin dan juga mineral karena ikut larut dalam air panas yang mendidih. Lalu bagaimana dengan mengukus? Perlu diketahui mengukus merupakan suatu cara memasak dengan menguapkan yang mana artinya kita Hanya membutuhkan uap hasil dari air yang mendidih di bawahnya untuk membuat masakan yang kita masak matang. Sedangkan pada proses pengukusan kandungan nutrisi ataupun vitamin yang terkandung pada makanan lebih terjaga dengan baik. Bentuk masakan pun tidak membuat rusak dengan dikukus yang berbeda dengan merebus yang mana menarik senyawa vitamin yang dimiliki atau terkandung dalam makanan. Yang tentunya tidak kalah dari manfaat mengukus diantaranya senyawa senyawa yang beracun seperti hasil Pestisida ataupun Sianida tetap dapat dibersihkan oleh uap air saat proses Pengukusan. Seorang ahli gizi yaitu Johnson Ongko menyatakan bahwasanya mengukus masakan terutama sayuran manfaatnya dapat meningkatkan Kandungan gizi masakan itu sendiri. Mengukus justru dapat meningkatkan kadar Polifenol atau salah satu jenis antioksidan hingga 52%. Yang mana hal ini terjadi akibat proses pemanasan yang tidak terlalu berlebihan sifatnya dan juga sayuran tidak terendam langsung oleh air panas. Pengukusan dapat membuat makanan menjadi lunak karena uap air. Seperti yang telah disampaikan juga sebelumnya nutrisi yang menguap lebih sedikit. Dan makanan yang Dikukus akan memiliki kelebihan lain, yaitu dapat kembali dipanaskan atau Dikukus kembali tanpa mempengaruhi kualitas makanan. Lantas bagaimana? Praktis dan juga menghemat waktu menggunakan air fryer namun masih belum puas dengan hasil penelitiannya, ataupun opsional memilih merebus. Atau bahkan mengukus yang sekiranya manfaat yang dihasilkan lebih banyak? Tentu cara memasak yang telah disebutkan di atas tentulah menjadi pilihan diri kita masing masing. Lalu bagaimana kalian memilih yang mana kira kira?

VIDEO PILIHAN