Mohon tunggu...
David.R.H
David.R.H Mohon Tunggu... Lainnya - Berbagi Ilmu dan Pengalaman Hidup

Menulis dikala senggang atau ketiban ide menarik untuk dibagikan.

Selanjutnya

Tutup

Inovasi

Off Season Farming

8 Maret 2018   13:51 Diperbarui: 8 Maret 2018   15:35 942
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
http://www.agroportal.hr

Pertanian merupakan sektor penting diberbagai belahan dunia. Bebagai komoditas tanaman yang ditanam oleh para petani memiliki ciri khasnya masing-masing. Mereka sudah memiliki "aturan sendiri" dalam bertani. Para petani biasanya akan menanam komoditas tanaman yang memang sudah diatur oleh pemerintah atau sesuai musim tanam yang ada. 

Hal ini karena para petani tahu bahwa tanaman yang dibudidayakan pada musim ini akan memerlukan perawatan yang seperti apa hingga hasil panen yang seberapa. Namun, sangat jarang ditemui petani yang mau bertani diluar musim atau biasa yang dikenal sebagai off season farming. Hal ini karena mereka takut jika hasil panen yang tidak memuaskan. Padahal, bertani diluar musim cukup menguntungkan daripada bertani pada saat musimnya jika dapat dikelola dengan baik.

Negara Indonesia memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Jika pada saat musim kemarau, para petani akan menanam tanaman yang tidak memerlukan banyak air seperti cabe, tomat, bawang dan lainnya sedangkan jika pada saat musim hujan, para petani akan menanam tanaman yang memang memerlukan cukup banyak air seperti padi, jangung, kacang, dan lainnya. 

Sebenarnya bertani tidak harus pada saat musim tanamnya, bisa juga diluar musim tanam. Ada beberapa keuntungan jika melakukan budidaya tanaman diluar musim tanamnya seperti harga jual hasil panen lebih tinggi karena tidak sebanyak pada saat musim tanam dan persediaan pangan juga selalu tersedia sehingga tidak pernah kekurangan (kebutuhan pasar sepanjang tahun terpenuhi).

Dalam melakukan bertani diluar musim, para petani harus tahu dan paham bagaimana melakukan praktik ini karena jika tidak, maka akan terjadi kerugian besar. Seperti dalam penyiapan lahan untuk ditanam pada saat musim kemarau berbeda dengan musim hujan. Bagi para petani sayuran, bedengan yang dibuat pada musim kemarau tidak perlu terlalu tinggi, akan tetapi pada saat musim hujan perlu membuat bedengan yang tinggi agar dapat mengantisipasi banjir dan supaya akar tidak tergenang oleh air yang merupakan penyebab terjadinya pembusukan pada akar tanaman. Selokan air juga perlu diperlebar agar aliran air lebih baik sehingga sirkulasi udara pada tanaman baik.

Salah satu metode yang baik untuk diterapkan pada saat bertani diluar musim adalah dengan memakai green house. Suhu lingkungan yang ada didalam green house dapat diatur sesuai yang diperlukan oleh tanaman. Selain itu juga, tanaman akan terlindung dari sinar matahari dan air hujan yang berlebih. Green house biasanya digunakan pada tanaman holtikultura seperti tomat, paprika, selada, timun, dan tanaman hias. Penggunaan green house juga akan mengurangi hama yang menyerang tanaman budidaya sehingga tanaman dapat tumbuh dengan optimal dengan hasil panen yang memuaskan.

Bertani diluar musim tidaklah susah dan tidak memerlukan biaya yang mahal jika tahu bagaimana pengelolaannya. Hasil panen yang berlimpah dan juga tidak sebanyak musim tanam yang menjadikan bertani diluar musim cukup menguntungkan sehingga cocok diterapkan oleh para petani. Kebutuhan pasar juga akan selalu tersedia sehingga nutrisi masyarakat akan selalu terpenuhi. Bagi anda para petani, berani mencoba?

Mohon tunggu...

Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun