Mohon tunggu...
Andi Rama Sulaiman
Andi Rama Sulaiman Mohon Tunggu... Dokter

Dokter Umum

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Menangani Cedera Olahraga dengan Tepat menggunakan Metode P.O.L.I.C.E

18 September 2019   16:39 Diperbarui: 18 September 2019   20:01 0 1 1 Mohon Tunggu...

Olahraga merupakan kegiatan yang penting dilakukan oleh semua orang di berbagai kelompok usia. Olahraga akan memberikan dampak positif terhadap kesehatan dan kebugaran seseorang. Banyak penyakit yang dapat dicegah dengan olahraga yang optimal seperti Diabetes dan penyakit degeneratif/usia lanjut lain nya. Pada saat ini, antusiasme masyarakat terhadap olahraga sudah cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari jumlah masyarakat yang datang untuk berolahraga di area car-free day, jumlah peserta kegiatan lari yang cukup banyak, dan juga berbagai kelas olahraga tertentu dengan jenis berbeda yang diminati terutama oleh masyarakat usia muda.

Dalam olahraga, baik olahraga profesional/kompetisi maupun olahraga sehari-sehari, tidak menutup kemungkinan untuk terjadinya cedera. Cedera yang terjadi dapat disebabkan oleh intensitas yang terlalu tinggi, gerakan yang membahayakan otot/sendi, kontak fisik, maupun penyebab lainnya. Cedera olahraga adalah kondisi yang membutuhkan penanganan yang baik dan tidak boleh dianggap remeh. Cedera olahraga yang tidak ditangani dengan baik dapat berujung pada cedera yang lebih berat, berkurangnya fungsi dan gangguan pada aktivitas sehari-hari, serta performa yang tidak maksimal pada olahraga professional/kompetisi. Komplikasi tersebut dapat bersifat sementara maupun permanen, sehingga penanganan cedera olahraga harus dilakukan dengan baik agar hal tersebut dapat dihindarkan.

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, beberapa metode untuk penanganan cedera muskuloskeletal terutama cedera akut pada olahraga telah dikemukakan oleh beberapa ahli. Metode penangan cedera olahraga akut yang cukup terkenal adalah R.I.C.E (Rest-Ice-Compression-Elevation). Metode ini terdiri dari mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera, mengaplikasikan es pada daerah cedera, kompresi pada daerah cedera, dan elevasi bagian tubuh yang cedera. Tujuan dari metode ini adalah mngurangi risiko cedera bertambah beraat, mengurangi perdarahan dan pembengkakan, serta mengurangi nyeri.

Metode yang berikutnya dikembangkan adalah P.R.I.C.E (Protection-Rest-Ice-Compression-Elevation). Metode ini memiliki pendekatan baru dalam penanganan cedera olahraga akut yaitu proteksi bagian tubuh yang cedera. dengan alat bantu sepert kruk atau alat proteksi lainnya seperti bidai. Pada metode ini, diharapkan dengan proteksi oleh alat bantu dapat mencegah terjadinya cedera lebih lanjut yang dapat memperpanjang proses pemulihan.

Menurut penelitian yang ada, kedua metode diatas masih memiliki kekurangan, yaitu bagian tubuh yang mengalami cedera cenderung diistirahatkan dalam jangka waktu yang lebih panjang dari yang dibutuhkan. Mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera secara berlebihan justru akan menghambat proses penyembuhan pada cedera dan dapat menyebabkan komplikasi. Oleh karena itu, dirumuskan metode P.O.L.I.C.E. (Protection-Optimal Loading-Ice-Compression-Elevation) dalam tatalaksana cedera olahraga akut. Metode ini memiliki perbedaan mendasar dengan metode-metode sebelumnya yaitu metode ini tidak menyarankan untuk mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera untuk terlalu lama, tetapi memberikan pembebanan yang optimal pada daerah cedera untuk memfasilitasi proses penyembuhan dan mencegah komplikasi terjadi.

Protection

Pada cedera olahraga akut, mengistirahatkan dan imobilisasi daerah cedera dapat membantu proses pemulihan. Proteksi menitikberatkan pada pentingnya menghindari cedera lebih lanjut pada jaringan, namun bukan berarti imobilisasi jangka panjang. Proteksi dapat diartikan sebagai istirahat dalam waktu yang ideal dan dikombinasikan dengan pembebanan optimal. Lama waktu istirahat akan bergantung pada derajat keparahan cedera. Pada sebagaian besar cedera, waktu istirahat yang dianjurkan adalah 2-3 hari. Pada kasus cedera yang berat istirahat yang dibutuhkan dapat mencapai 10 hari. Pada cedera tungkai bawah, proteksi dilakukan dengan membatasi atau mengurangi beban pada daerah cedera menggunakan alat bantu seperti kruk, tongkat, atau walker. Imobilisasi daerah yang cedera menggunakan sling, bidai atau brace juga merupakan bentuk proteksi.

Optimal Loading

Bila telah dilakukan proteksi pada bagian tubuh yang cedera, gerakan-gerakan sederhana dengan pembebanan optimal harus dilakukan sedini mungkin. Pembebanan optimal dapat menstimulasi proses pemulihan karena tulang, otot, tendon, dan ligamen memerlukan pembebanan untuk menstimulasi pemulihan. Pembebanan optimal seperti juga dapat mencegah komplikasi seperti berkurangnya massa otot dan kekakuan sendi.

Sebagai contoh, pada cedera ankle, inisiasi berjalan secara perlahan dan bertahap telah terbukti mempercepat proses pemulihan. Pembebanan optimal yang akan dilakukan akan berbeda pada derajat, jenis, dan lokasi terjadinya cedera olahraga akut. Pembebanan optimal dapat dilakukan secara mandiri dengan berpatokan pada toleransi rasa nyeri yang dirasakan atau dengan bantuan tenaga medis yang sudah terlatih.

Ice

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x